Nasional

Presiden Prabowo Fokus Percepat Rehabilitasi Pasca bencana Aceh

POLITIKAL.CO – Presiden Prabowo Subianto mengawali hari pertama Tahun 2026 dengan meninjau langsung pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana alam.

Dalam agenda kerja pada Kamis (1/1/2026), Presiden tidak hanya melihat progres pembangunan rumah hunian, tetapi juga memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah menteri, gubernur, dan kepala daerah setempat. Pemerintah menargetkan percepatan pemulihan infrastruktur dasar agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari agenda kerja Presiden Prabowo pada penghujung 2025 di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Presiden sebelumnya menghabiskan malam pergantian tahun bersama masyarakat sekaligus meninjau sejumlah program pemerintah di daerah tersebut.

Tinjau Hunian Danantara untuk Korban Bencana

Dalam kunjungannya ke Aceh Tamiang, Presiden Prabowo meninjau pembangunan rumah hunian yang merupakan bagian dari program bantuan Danantara. Hunian tersebut dibangun untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden ingin memastikan pembangunan hunian berjalan sesuai rencana dan benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Menurutnya, hunian yang ditinjau Presiden merupakan bagian dari rencana pembangunan besar yang mencakup ribuan unit rumah di beberapa provinsi.

Saat ini, ratusan unit hunian telah berhasil dibangun dan siap ditempati. Dari total rencana pembangunan 15 ribu unit hunian di tiga provinsi terdampak bencana, sekitar 600 unit di antaranya berasal dari dukungan Danantara. Presiden menilai pembangunan hunian tersebut sebagai langkah penting dalam memulihkan kondisi sosial dan ekonomi warga.

Presiden Prabowo juga berdialog dengan warga penerima manfaat untuk mendengar langsung kebutuhan dan kendala yang mereka hadapi. Pemerintah ingin memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

Rapat Koordinasi Bahas Kebutuhan Mendesak Daerah

Usai meninjau hunian, Presiden Prabowo menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah menteri terkait, gubernur, dan bupati. Rapat tersebut difokuskan pada evaluasi penanganan pascabencana serta pemetaan kebutuhan mendesak di Aceh Tamiang dan wilayah sekitarnya.

Dalam rapat tersebut, para kepala daerah menyampaikan laporan terkait kondisi infrastruktur dasar yang masih memerlukan perhatian. Salah satu kebutuhan utama yang disoroti adalah ketersediaan air bersih dan sanitasi yang belum sepenuhnya pulih pascabencana.

Selain itu, Presiden menerima laporan bahwa sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah dan puskesmas, belum dapat beroperasi secara optimal akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana. Kondisi tersebut berdampak langsung pada pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo meminta agar kementerian dan lembaga terkait segera melakukan langkah percepatan. Ia menegaskan bahwa pemulihan fasilitas publik harus menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Presiden juga menyoroti pentingnya normalisasi sungai di wilayah terdampak. Menurut laporan yang diterimanya, bencana sebelumnya menyebabkan perubahan alur sungai, penumpukan material kayu, serta endapan lumpur yang berpotensi menimbulkan bencana susulan jika tidak segera ditangani.

Pemerintah Dorong Percepatan Normalisasi dan Rekonstruksi

Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk bekerja lebih cepat dan terkoordinasi dalam menangani dampak bencana. Ia menekankan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan kehidupan sosial masyarakat.

Normalisasi sungai menjadi salah satu perhatian utama karena berperan penting dalam mencegah banjir dan bencana lanjutan. Presiden meminta agar proses tersebut segera dilakukan dengan melibatkan kementerian teknis serta pemerintah daerah setempat.

Selain itu, Presiden juga mendorong percepatan pembangunan kembali fasilitas pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, sekolah dan puskesmas memiliki peran vital dalam menjaga kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah yang baru saja mengalami bencana.

Pemerintah pusat berkomitmen mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan agar proses pemulihan berjalan sesuai target. Presiden meminta agar seluruh program dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan.

Apresiasi dan Pesan Optimisme di Awal Tahun

Menutup rangkaian kegiatannya di Aceh Tamiang, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, relawan, aparat keamanan, serta masyarakat yang telah bekerja sama dalam menghadapi masa sulit.

Presiden juga mengajak masyarakat untuk menyambut Tahun Baru 2026 dengan semangat optimisme. Ia berharap berbagai cobaan yang terjadi dapat dilalui bersama dengan kerja keras dan gotong royong.

Menurut Presiden, pemerintah akan terus hadir untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan perlindungan dan bantuan yang memadai. Ia menegaskan bahwa negara tidak akan meninggalkan warganya dalam situasi sulit.

Kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang pada hari pertama 2026 ini menjadi sinyal kuat bahwa percepatan pemulihan pascabencana tetap menjadi agenda utama pemerintah. Dengan langkah konkret di lapangan, pemerintah berharap masyarakat dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara layak dan berkelanjutan.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button