Samarinda

Resmi Ditutup, Wawali Saefuddin Zuhri Apresiasi Gelaran Culinary Playland Samarinda

POLITIKAL.ID — Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengapresiasi penyelenggaraan Culinary Playland Samarinda (CPS) yang dinilainya mampu menjadi ruang pemberdayaan pelaku UMKM sekaligus hiburan ramah keluarga bagi masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Saefuddin saat menghadiri penutupan CPS yang digelar di Lapangan Parkir GOR Segiri Samarinda, Minggu (/14/12/2025).

Festival kuliner ini berlangsung dari 8 – 14 desember 2025 dan kembali menghadirkan konsep Playland Food yang ramah keluarga.

“Kegiatan seperti ini sangat positif. Tidak hanya menggerakkan roda ekonomi UMKM, tetapi juga menghadirkan hiburan sehat dan berkualitas bagi warga Samarinda,” kata Saefuddin.

Menurutnya, kehadiran CPS menunjukkan sektor ekonomi kreatif dan UMKM di Samarinda terus tumbuh. Ia menilai festival kuliner sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

“Pemerintah Kota Samarinda tentu mendukung event-event kreatif seperti ini. UMKM mendapat ruang promosi, masyarakat menikmati hiburan, dan ekonomi daerah ikut bergerak,” ujarnya.

Culinary Playland Samarinda tahun ini memasuki tahun keempat penyelenggaraan dan mengukuhkan diri sebagai salah satu festival kuliner dan hiburan terbesar di Kota Tepian. Mengusung tema “Hajatannya Warga Samarinda”, CPS menghadirkan pengalaman baru melalui big bounce terbesar dan pertama di Kalimantan Timur.

Founder Culinary Playland Samarinda, Celni Pita Sari, menyampaikan capaian positif dari pelaksanaan festival tahun ini. Ia menyebut antusiasme pengunjung sangat tinggi sejak hari pertama hingga penutupan.

“Alhamdulillah, antusias masyarakat luar biasa. Selama pelaksanaan CPS, total transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp2 miliar,” kata Celni.

Ia menjelaskan, CPS kembali menggandeng para pelaku UMKM dari berbagai daerah. Tercatat 67 tenant terkurasi yang berasal dari Samarinda, Tenggarong, Balikpapan, hingga Bontang turut meramaikan festival.

“Kami sangat selektif dalam memilih tenant. Tujuannya agar kualitas produk tetap terjaga dan UMKM bisa mendapatkan dampak ekonomi yang maksimal,” ujar Celni.

Selain menghadirkan ragam kuliner, seluruh transaksi di CPS didukung oleh sistem QRIS Tap. Menurut Celni, penerapan transaksi digital ini memberikan kemudahan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pelaku UMKM dan pengunjung.

“Kami mengajak pengunjung untuk mendukung transaksi digital melalui QRIS. Ini juga bagian dari komitmen kami dalam mendorong digitalisasi UMKM,” katanya.

Event ini dipresentasikan oleh Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur dan merupakan festival experience hasil kolaborasi Seven Promosindo x Project Main. Selama pelaksanaan, CPS menghadirkan berbagai konten kreatif dan aktivitas hiburan setiap hari.

“Selain tiket reguler, kami juga menyediakan paket Hajatan Warga Patah Hati seharga Rp149 ribu dengan total benefit senilai Rp264 ribu, termasuk tiket konser, tiket wahana, serta berbagai produk dan voucher,” jelas Celni.

Celni berharap Culinary Playland Samarinda terus menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat.

Dengan konsep inovatif dan dukungan berbagai pihak, Culinary Playland Samarinda diharapkan terus berkembang sebagai festival kuliner dan hiburan inklusif yang memberi dampak nyata bagi perekonomian daerah.

“Kami ingin CPS menjadi festival akhir tahun di Samarinda yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga edukasi, pemberdayaan UMKM, dan promosi transaksi digital,” tuturnya.

(*)

Show More

Related Articles

Back to top button