Rusia Klaim Drone Ukraina Jatuh di Novgorod, Diduga Terkait Kediaman Putin

POLITIKAL.ID – Pemerintah Rusia kembali meningkatkan tensi politik dengan Ukraina setelah Kementerian Pertahanan Rusia merilis sebuah video yang diklaim sebagai bukti upaya serangan drone terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di wilayah Novgorod. Klaim tersebut langsung memicu bantahan keras dari Ukraina dan menuai keraguan dari komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat.
Video yang dirilis Moskwa memperlihatkan serpihan drone yang disebut berasal dari Ukraina. Rusia menyatakan drone itu membawa bahan peledak dan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara sebelum mencapai sasaran. Namun hingga kini, Rusia belum menyampaikan bukti teknis atau verifikasi independen yang menguatkan klaim bahwa sasaran utama drone tersebut adalah rumah pribadi Putin.
Insiden ini terjadi di tengah perang Rusia-Ukraina yang hampir memasuki tahun keempat, di mana kedua negara saling menuding dan terus melancarkan operasi militer serta perang narasi di ruang publik global.
Video Kementerian Pertahanan Rusia Jadi Sorotan
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut video tersebut direkam di wilayah Novgorod, daerah yang dikaitkan dengan salah satu kediaman Presiden Putin. Dalam rekaman itu, seorang personel militer Rusia berdiri di dekat serpihan drone yang diklaim sebagai drone Ukraina jenis Chaklun-V.
Militer Rusia menyatakan drone tersebut membawa bahan peledak seberat sekitar enam kilogram, namun gagal meledak setelah dicegat sistem pertahanan udara. Potongan drone tampak berserakan di lokasi yang tidak dijelaskan secara detail koordinat maupun waktu pastinya.
Selain itu, video juga menampilkan seorang pria bernama Igor Bolshakov yang disebut sebagai warga desa setempat. Ia mengaku mendengar suara dengungan sistem pertahanan udara pada saat kejadian. Pernyataan tersebut digunakan Rusia untuk menguatkan narasi bahwa insiden itu merupakan bagian dari upaya serangan drone skala besar.
Meski demikian, Rusia tidak menyampaikan data radar, lintasan terbang drone, maupun bukti forensik yang dapat diverifikasi oleh pihak ketiga. Tidak ada pula penjelasan resmi mengenai bagaimana otoritas Rusia memastikan drone tersebut secara spesifik menargetkan kediaman Presiden Putin.
Ukraina Bantah Tuduhan dan Sebut Klaim Tidak Masuk Akal
Pemerintah Ukraina secara tegas membantah tuduhan Rusia. Kyiv menyebut video yang dirilis Moskwa tidak membuktikan adanya rencana serangan terhadap Presiden Rusia maupun kediamannya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi, menyatakan klaim Rusia penuh kejanggalan. Ia menyoroti waktu rilis video yang disebut baru muncul dua hari setelah tuduhan pertama dilontarkan oleh pejabat Rusia.
Menurut Tykhyi, narasi Moskwa justru menunjukkan upaya propaganda, bukan penyampaian fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Ukraina menilai Rusia kembali menggunakan isu keamanan presiden untuk membangun dukungan politik domestik dan internasional.
Pemerintah Ukraina juga menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kepentingan strategis untuk menyerang kediaman pribadi Putin, terlebih di wilayah yang berada jauh dari garis depan pertempuran aktif. Kyiv menyebut tuduhan tersebut sebagai bagian dari perang informasi yang terus menyertai konflik bersenjata dengan Rusia.
Penilaian Intelijen AS Tidak Dukung Klaim Moskwa
Bantahan Ukraina diperkuat oleh laporan media Amerika Serikat yang mengutip hasil penilaian pejabat keamanan nasional AS. Laporan tersebut menyebut Washington tidak menemukan indikasi bahwa Ukraina menargetkan Presiden Putin atau kediamannya melalui serangan drone.
Menurut laporan Wall Street Journal, sejumlah pejabat keamanan nasional AS menyimpulkan bahwa insiden drone di wilayah Novgorod tidak berkaitan dengan upaya pembunuhan atau serangan langsung terhadap Putin. Penilaian ini sejalan dengan evaluasi Badan Intelijen Pusat AS (CIA).
CIA dilaporkan tidak menemukan bukti intelijen yang mendukung klaim Rusia mengenai rencana serangan terhadap Putin atau lokasi tempat tinggalnya. Temuan tersebut memperkuat pandangan bahwa klaim Moskwa belum berdiri di atas dasar bukti yang kuat.
Hingga kini, pemerintah AS belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mendukung narasi Rusia. Sikap Washington ini mempertegas perbedaan tajam dalam interpretasi insiden antara Rusia di satu sisi dan Ukraina serta negara-negara Barat di sisi lain.
Perang Informasi Kembali Menguat di Tengah Konflik Berkepanjangan
Klaim serangan terhadap kediaman Putin sebelumnya disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Ia menuduh Ukraina meluncurkan puluhan drone ke wilayah Rusia, termasuk ke kawasan Novgorod. Namun Lavrov tidak membeberkan rincian teknis maupun bukti yang dapat diverifikasi secara independen.
Para pengamat menilai insiden ini mencerminkan meningkatnya perang informasi dalam konflik Rusia-Ukraina. Kedua pihak secara aktif membangun narasi untuk memengaruhi opini publik global, seiring berlanjutnya operasi militer di medan perang.
Sejak konflik dimulai, Rusia dan Ukraina kerap saling menuding terkait serangan drone lintas wilayah. Rusia beberapa kali mengklaim adanya ancaman langsung terhadap kepemimpinan nasionalnya, sementara Ukraina secara konsisten membantah tuduhan yang dinilai berlebihan atau tidak berdasar.
Hingga saat ini, tidak ada bukti independen yang memastikan bahwa drone yang jatuh di wilayah Novgorod memang diarahkan untuk menyerang Presiden Putin atau kediamannya. Komunitas internasional masih menunggu klarifikasi lebih lanjut yang disertai data teknis dan verifikasi objektif.
Insiden ini kembali menegaskan bahwa selain perang senjata, konflik Rusia-Ukraina juga berlangsung sengit di ranah informasi, di mana klaim dan bantahan terus saling berhadapan tanpa kejelasan fakta yang sepenuhnya terkonfirmasi.
(Redaksi)

