Sungai Sangatta Dinilai Berpotensi Jadi Destinasi Arung Jeram dan Wisata Air Unggulan Kutim

POLITIKAL.ID – Sungai Sangatta tengah dilirik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur untuk dijadikan sebagai destinasi olahraga arung jeram sekaligus wisata air.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyatakan bahwa karakter aliran Sungai Sangatta menawarkan peluang strategis untuk mengembangkan kegiatan olahraga ekstrem berbasis alam, yang juga dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di daerah tersebut.
Menurut Ardiansyah, Sungai Sangatta memiliki kontur dan dinamika arus yang sangat mendukung pelaksanaan arung jeram.
Keunggulan ini dinilai mampu menarik minat tidak hanya pecinta olahraga air, tetapi juga wisatawan yang menikmati aktivitas petualangan di alam terbuka.
“Sungai Sangatta memiliki potensi besar bukan hanya untuk olahraga ekstrem, tetapi juga untuk memperluas sektor pariwisata dan membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” jelasnya belum lama ini.
Ia menegaskan bahwa Sungai Sangatta dapat berkembang menjadi kawasan wisata air bernilai ekonomi jika dikelola secara profesional oleh komunitas atau kelompok yang memahami karakter sungai.
Menurutnya, pengelolaan yang terarah akan menjadikan kawasan tersebut tidak hanya menarik secara wisata, tetapi juga berkelanjutan dari sisi lingkungan dan ekonomi.
Selain Sungai Sangatta, Ardiansyah menyebut bahwa Kutim memiliki sejumlah sungai lain yang tidak kalah potensial.
Di antaranya Sungai di wilayah Kombeng, Muara Wahau, Busang, hingga Kecamatan Telen.
Sungai-sungai tersebut memiliki karakter arus dan jeram yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi arena arung jeram maupun kegiatan olahraga air lainnya.
“Tidak hanya satu sungai yang layak dikembangkan. Di Kombeng, Muara Wahau, Busang, hingga Telen juga memiliki karakteristik arus dan jeram yang cocok untuk arung jeram dan olahraga air lainnya,” ungkapnya.
Dalam upaya memaksimalkan potensi sungai-sungai tersebut, Ardiansyah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku ekonomi lokal, serta komunitas pecinta alam.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan menciptakan ekosistem pariwisata alam yang stabil dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Ia menilai bahwa pengembangan wisata berbasis air tidak hanya tentang menyediakan fasilitas atau destinasi baru, tetapi juga soal menjaga kelestarian lingkungan. “
Pengembangan arung jeram bukan hanya membangun destinasi. Ini juga tentang menjaga ekosistem sungai agar tetap lestari dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemkab Kutim, lanjut Ardiansyah, akan memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif yang mampu memperkuat sektor pariwisata berkelanjutan.
Dukungan tersebut dapat berupa fasilitas, regulasi, maupun ruang bagi komunitas dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan wisata berbasis alam.
Ardiansyah berharap bahwa pemanfaatan potensi sungai secara bijak dapat memunculkan dampak ekonomi berantai bagi berbagai sektor.
Ia mencontohkan kuliner lokal, usaha mikro yang menjual produk khas daerah, hingga penyedia jasa wisata yang akan berkembang seiring ramainya wisatawan.
“Melalui pengelolaan potensi sungai yang tepat, kita berharap ada efek berantai bagi sektor lain seperti kuliner lokal dan usaha kecil yang bergerak di bidang pariwisata,” kata Ardiansyah.
Lebih jauh, ia optimistis bahwa wisata arung jeram dapat menjadi ikon baru Kutim yang mampu memperkuat identitas daerah.
Kehadiran destinasi berbasis petualangan dinilai menjadi peluang besar bagi Kutim untuk bersaing dengan daerah lain dalam sektor pariwisata alam.
Dengan kontur alam yang kaya dan keberadaan sungai-sungai berarus beragam, Kutim memiliki fondasi kuat untuk mengembangkan wisata petualangan.
Wisatawan domestik maupun mancanegara yang memiliki minat terhadap aktivitas outdoor menjadi target potensial dari pengembangan arung jeram ini.
Ardiansyah menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh untuk memastikan potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan.
Dengan strategi yang terarah, ia percaya bahwa arung jeram akan menjadi salah satu kegiatan wisata favorit yang dapat meningkatkan kunjungan ke Kutai Timur sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)
