DaerahSamarinda

Saefuddin Zuhri Tegaskan ASN Harus Melek Teknologi, Pemkot Samarinda Percepat Transformasi Digital Pelayanan Publik

POLITIKAL.ID – Transformasi digital pemerintah daerah kini berjalan semakin cepat, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk siap beradaptasi.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa kemampuan teknologi pegawai pemerintah menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan publik tetap relevan, efisien, dan sesuai harapan masyarakat.

Penegasan itu ia sampaikan dalam rangkaian HUT ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Samarinda.

Dalam momentum tersebut, Saefuddin menyoroti perubahan besar yang mendorong birokrasi bekerja lebih cepat dan transparan.

Menurutnya, tantangan beberapa tahun ke depan tidak akan ringan, terutama karena digitalisasi kini telah masuk ke hampir seluruh lini pemerintahan.

“Kita melaksanakan tugas dan tanggung jawab ini bukan sekadar rutinitas. ASN harus disiplin, jujur, amanah, dan memberikan kinerja terbaik. Kalau itu bisa dijaga, saya yakin Samarinda akan semakin maju,” ujarnya.

Digitalisasi Jadi Kebutuhan Strategis untuk Pelayanan Publik

Saefuddin menilai bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis. Setiap unit pemerintahan di Samarinda kini mulai mengandalkan sistem berbasis teknologi untuk menjalankan berbagai proses administrasi dan layanan publik. Oleh karena itu, ia meminta ASN meningkatkan kompetensi digital agar tidak tertinggal.

Menurut Saefuddin, teknologi seharusnya membantu ASN bekerja lebih efisien. Namun, tanpa kemampuan adaptasi, sistem digital justru dapat menjadi hambatan.

“Era digital ini sangat mudah melalaikan. Kalau ASN tidak sadar bahwa ia bekerja untuk melayani masyarakat, maka sistem secanggih apa pun tidak akan berjalan. ASN harus melek digital, bukan hanya sekadar bisa memakai aplikasi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi mendukung pelayanan,” jelasnya.

Tantangan ASN di Era Digital

Dalam paparannya, Saefuddin mengingatkan bahwa teknologi dapat melalaikan apabila pegawai tidak memperlakukan pekerjaan sebagai bentuk pengabdian. Ia menilai bahwa disiplin dan integritas tetap menjadi pondasi, meskipun proses kerja kini semakin terhubung dengan perangkat digital.

Tantangan utama ASN saat ini adalah kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan sistem digital. Setiap pembaruan aplikasi, sistem integrasi, atau mekanisme pelayanan baru membutuhkan pemahaman teknis yang memadai. Tanpa peningkatan kompetensi, proses kerja bisa terhambat dan menurun efektivitasnya.

Saefuddin juga menegaskan bahwa ASN harus menjaga profesionalisme dalam penggunaan perangkat digital. Kesalahan dalam penginputan data, keterlambatan pembaruan, atau kurangnya pemahaman terhadap alur layanan berbasis elektronik dapat berdampak langsung terhadap masyarakat.

Pemkot Samarinda Siapkan Pelatihan Kompetensi Berkelanjutan

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Kota Samarinda telah menyiapkan rangkaian program peningkatan kapasitas pegawai. Pelatihan kompetensi digital menjadi prioritas karena seluruh sistem layanan sekarang berbasis teknologi. Pelatihan tersebut mencakup literasi digital, pemahaman teknologi dasar, hingga penguatan kompetensi di bidang administrasi modern.

Saefuddin menegaskan bahwa pelatihan tersebut tidak bersifat formalitas. Pemerintah ingin memastikan bahwa ASN benar-benar memahami cara kerja sistem digital dan mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan pelayanan.

“Kami ingin ASN ke depan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tantangan zaman. Pelatihan kompetensi digital menjadi prioritas karena semuanya sekarang serba berbasis teknologi. Ini bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan,” ujarnya.

Transformasi Digital Dorong Efisiensi dan Transparansi

Saefuddin menilai bahwa percepatan digitalisasi akan berdampak langsung pada efisiensi layanan publik. Sistem digital mampu memangkas waktu proses, mempercepat validasi data, dan menekan potensi penyimpangan administrasi.

Ia juga menilai bahwa digitalisasi membantu meningkatkan transparansi. Dengan sistem berbasis elektronik, alur layanan dapat diawasi lebih mudah, mulai dari waktu pemrosesan, tingkat penyelesaian, hingga evaluasi rutin.

Dalam konteks pelayanan publik, elemen-elemen tersebut menjadi indikator penting untuk mendorong kualitas birokrasi yang lebih akuntabel.

ASN Jadi Garda Terdepan Reformasi Birokrasi

Menurut Saefuddin, keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan. SDM menjadi faktor penentu apakah sistem akan bekerja optimal atau tidak. Karena itu, ia menegaskan bahwa ASN sebagai garda terdepan pelayanan publik harus menjadi motor perubahan birokrasi.

Profesionalisme, kedisiplinan, dan pemahaman digital harus berjalan seiring. ASN juga harus memahami bahwa masyarakat kini menuntut kecepatan dan kualitas pelayanan yang lebih baik.

“ASN harus melek digital, bukan hanya sekadar bisa memakai aplikasi, tetapi memahami bagaimana teknologi mendukung pelayanan,” tegasnya.

Alasan Pemkot Samarinda Merayakan Hari Korpri di Taman Makam Pahlawan

Rangkaian Hari Korpri tahun ini bertempat di Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk penghormatan terhadap para pejuang yang gugur. Saefuddin mengatakan bahwa pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan.

“Kita sengaja melaksanakan rangkaian kegiatan di Taman Makam Pahlawan. Ini sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat bahwa perjuangan kita sekarang adalah meneruskan semangat para pahlawan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, para pahlawan telah mewariskan nilai-nilai pengabdian, kejujuran, dan integritas yang seharusnya menjadi pedoman seluruh ASN dalam menjalankan tugas.

Tegaskan Antikorupsi Untuk Seluruh ASN

Dalam kesempatan itu, Saefuddin kembali mengingatkan bahwa ASN berada dalam pengawasan publik. Pemerintah, ujar dia, tidak akan ragu memberikan sanksi bagi pegawai yang melakukan pelanggaran, terutama terkait korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“ASN digaji untuk mengabdi, bukan mengambil keuntungan pribadi. Kita sudah punya aturan dan mekanisme pengawasan. Tinggal bagaimana komitmen masing-masing untuk menjalankannya,” tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa momentum Hari Anti Korupsi yang baru diperingati menjadi pengingat kuat bagi seluruh pegawai agar tidak menyalahgunakan wewenang.

Hari Korpri Dorong ASN Beri Pelayanan Optimal

Korpri Samarinda telah mengarahkan programnya pada penguatan profesionalitas aparatur dan percepatan digitalisasi birokrasi. Berbagai pelatihan kompetensi dan pembinaan disiplin terus digelar untuk memastikan aparatur mampu memberikan pelayanan optimal.

“Program unggulan Korpri tetap sama, yaitu menjadikan ASN profesional dan melek digital. Ini sudah berjalan sejak 2020 dan terus kami dorong. Kita ingin pegawai siap mengoperasikan sistem digital untuk meningkatkan pelayanan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Korpri bukan hanya simbol atau seragam, tetapi motor perubahan yang harus memberi contoh kedisiplinan dan etika kerja.

Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik ASN

Pada akhir sambutannya, Saefuddin berharap momentum Hari Korpri menjadi titik evaluasi bagi seluruh ASN dalam meningkatkan kinerja, memperkuat integritas, dan memperbaiki kualitas pelayanan publik.

“Saya berharap seluruh ASN dan anggota Korpri bisa bekerja lebih baik ke depan. Dengan disiplin dan komitmen bersama, saya yakin Samarinda akan terus berkembang dan semakin maju,” pungkasnya.

(Redaksi)

 

Show More

Related Articles

Back to top button