Saefuddin Zuhri Tutup Turnamen Futsal Smalan Cup Generasi ke-VIII Tahun 2025

POLITIKAL.ID – Turnamen Futsal Smalan Cup Generasi ke-VIII Tahun 2025 resmi ditutup pada Kamis (18/12/2025).
Kegiatn ini berlangsung di Lapangan Futsal SMA Negeri 9 Samarinda.
Penutupan turnamen ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri.
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri mengawali dengan mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas kelancaran kegiatan yang telah berlangsung.
Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Turnamen Futsal Smalan Cup Geberasu ke VIII 2025 yang bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wadah pembentukan karakter generasi muda.
“Melalui pertandingan yang ketat dan penuh sportivitas, para peserta belajar menghargai proses, menghormati lawan, menaati aturan, dan menerima hasil dengan lapang dada,” ujar Saefuddin.
Menurutnya, olahraga, termasuk futsal, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter pelajar. Nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, kejujuran, serta pantang menyerah yang ditanamkan melalui olahraga akan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
“Dalam konteks pembangunan kota, generasi muda adalah aset utama yang akan meneruskan estafet kepemimpinan dan pembangunan Samarinda ke depan,” tegasnya.
Saefuddin menilai, kegiatan positif seperti Smalan Cup merupakan investasi sosial jangka panjang. Hasilnya tidak selalu bisa dirasakan secara instan. Namun akan memberikan dampak besar bagi kualitas sumber daya manusia Kota Samarinda di masa mendatang.
“Setiap kegiatan positif seperti ini adalah investasi yang sangat berharga. Manfaatnya bukan hanya hari ini, tapi juga untuk puluhan tahun ke depan,” katanya.
Apresiasi untuk OSIS dan SMA Negeri 9
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada panitia pelaksana. Terutama OSIS SMA Negeri 9 Samarinda dan seluruh siswa yang terlibat aktif dalam penyelenggaraan turnamen.
Menurut Saefuddin, kemampuan mengelola kegiatan berskala cukup besar seperti Smalan Cup merupakan pengalaman berharga bagi para siswa.
“Pengalaman mengelola acara seperti ini adalah modal penting untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dunia pendidikan maupun organisasi,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, Saefuddin menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah dan OSIS SMA Negeri 9 Samarinda yang secara konsisten menginisiasi kegiatan positif tersebut dari tahun ke tahun.
Ia juga menyinggung peran SMA Negeri 9 Samarinda yang dikenal aktif mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler, termasuk futsal. Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan Smalan Cup menunjukkan komitmen sekolah dalam membangun budaya kompetisi yang sehat dan menanamkan nilai sportivitas di kalangan pelajar.
“Kegiatan seperti turnamen futsal ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi siswa, untuk mengasah kepemimpinan, kerja sama, serta kemampuan mengatur waktu antara akademik dan non-akademik,” katanya.
Saefuddin menegaskan bahwa Turnamen Futsal Smalan Cup GK-VIII 2025 bukan sekadar ajang mencari juara. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi sarana pembentukan mental, karakter, dan kebersamaan antar pelajar, alumni, serta komunitas futsal di Samarinda.
Pesan untuk Para Peserta
Kepada para atlet dan peserta turnamen, Saefuddin berpesan agar tidak hanya berfokus pada hasil akhir. Menurutnya, kemenangan memang penting, tetapi proses belajar dan nilai-nilai selama kompetisi jauh lebih berharga.
“Bagi yang meraih juara, jadikan ini motivasi untuk terus berkembang. Bagi yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Yang utama adalah proses dan pelajaran,” pesannya.
Saefuddin juga menyampaikan harapan agar Smalan Cup terus berlanjut dan berkembang di masa mendatang. Ia mendorong agar cakupan peserta semakin luas, kualitas penyelenggaraan semakin meningkat, serta dukungan kolaboratif dari berbagai pihak semakin kuat.
“Dengan begitu, SMA Negeri 9 Samarinda bisa semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat aktivitas kepemudaan dan olahraga di Kota Samarinda,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Saefuddin berpesan kepada seluruh siswa agar senantiasa menjaga nama baik sekolah, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia mengingatkan bahwa masa sekolah merupakan fase penting untuk menimba ilmu, mengembangkan potensi, dan membangun karakter.
“Manfaatkan waktu di bangku sekolah sebaik mungkin. Perkaya diri dengan ilmu, prestasi, dan pengalaman positif,” pungkasnya.
(*)





