
POLITIKAL.ID – Pemerintah Kota Samarinda kembali menggelar agenda tahunan untuk menyapa masyarakat secara langsung. Kegiatan Safari Ramadhan Saefuddin Zuhri kali ini berlangsung dengan sangat khidmat dan penuh kehangatan. Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri, memimpin langsung rombongan pemerintah kota tersebut. Selanjutnya, mereka melaksanakan buka puasa bersama di Masjid Besar Ash-Shabirin. Masjid ini terletak di Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang.
Acara tersebut terlaksana pada Rabu, 18 Maret 2026 sebagai bentuk kepedulian pemerintah. Oleh karena itu, momentum ini menjadi sarana penting untuk memperkuat silaturahmi antara pejabat dan warga. Pemerintah ingin membangun komunikasi yang baik serta mendengar aspirasi warga secara terbuka. Suasana religius sangat terasa sepanjang acara berlangsung di dalam masjid. Program Safari Ramadhan Saefuddin Zuhri memang bertujuan untuk menyerap aspirasi warga secara langsung tanpa sekat.
Wakil Walikota datang membawa pesan persatuan yang sangat kuat bagi seluruh elemen masyarakat. Selain itu, ia ingin menunjukkan semangat pengabdian pemerintah yang tulus kepada seluruh rakyat. Masyarakat Samarinda Seberang menyambut antusias kehadiran rombongan pemimpin daerah ini. Shaf masjid terlihat penuh sejak sebelum waktu magrib tiba karena antusiasme yang tinggi. Hal ini menunjukkan kedekatan emosional yang nyata antara pemimpin dan masyarakatnya.
Agenda Strategis Safari Ramadhan Saefuddin Zuhri di Samarinda Seberang
Kegiatan Safari Ramadhan Saefuddin Zuhri mencakup berbagai agenda yang menyentuh aspek spiritual warga. Wakil Walikota mengawali acara dengan berdialog bersama beberapa tokoh agama setempat. Kemudian, ia juga menyapa para tokoh masyarakat dengan sangat ramah dan santun. Saefuddin mendengarkan berbagai masukan mengenai progres pembangunan di wilayah Samarinda Seberang. Fokus utamanya adalah perkembangan fasilitas keagamaan serta upaya peningkatan kesejahteraan sosial.
Pemerintah Kota Samarinda memandang masjid sebagai pilar utama dalam pembangunan karakter umat. Oleh karena itu, masjid harus menjadi tempat pembentukan moral bangsa yang religius dan beretika. Isu mengenai manajemen masjid selalu menjadi topik bahasan utama dalam diskusi tersebut. Hal ini rutin muncul dalam setiap kunjungan Safari Ramadhan Saefuddin Zuhri ke berbagai wilayah. Ia ingin setiap masjid di Samarinda mampu menjadi pusat peradaban yang modern dan tertata.
Namun demikian, pihak pemerintah tetap mengedepankan nilai-nilai luhur keislaman yang murni dalam setiap langkah pembangunan. Masjid harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa harus meninggalkan akidah dasar. “Kita patut bersyukur atas segala nikmat yang Allah SWT berikan,” ujar Saefuddin Zuhri dalam sambutannya. Ia mengajak jamaah untuk terus meningkatkan kualitas keimanan di bulan yang penuh berkah ini. Memakmurkan masjid menjadi salah satu cara utama dalam mengungkapkan rasa syukur tersebut secara nyata.
Pentingnya Memakmurkan Masjid sebagai Pusat Pembinaan Umat
Saefuddin Zuhri memberikan arahan yang sangat jelas mengenai fungsi strategis sebuah masjid. Menurutnya, masjid tidak boleh hanya menjadi tempat pelaksanaan salat semata tanpa ada kegiatan lain. Fungsi masjid harus melampaui ibadah ritual harian agar manfaatnya lebih luas. Oleh karena itu, ia mendorong pengurus Masjid Besar Ash-Shabirin untuk terus berinovasi dalam membuat program. Program kerja masjid harus mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh pemuda di lingkungan sekitar.
Masjid harus mampu menjadi magnet bagi generasi muda untuk belajar ilmu agama secara mendalam. Selain itu, pemuda juga bisa belajar cara berorganisasi secara positif di bawah naungan lingkungan masjid. Wakil Walikota menegaskan peran strategis masjid sebagai pusat pembinaan umat yang berkelanjutan. Kegiatan sosial di masjid harus membawa dampak nyata yang positif bagi masyarakat luas. Hal ini menjadi visi besar yang selalu dibawa dalam setiap Safari Ramadhan Saefuddin Zuhri.
Selanjutnya, ia mencontohkan berbagai kegiatan kreatif yang bisa dilakukan oleh pihak pengurus masjid. Salah satu contohnya adalah program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berbasis pada manajemen masjid. Selain itu, masjid juga bisa menyediakan layanan kesehatan ringan secara gratis bagi warga kurang mampu. Langkah ini akan membuat keberadaan masjid semakin terasa manfaatnya secara konkret. Warga Sungai Keledang tentu akan merasa sangat terbantu dengan adanya program sosial semacam ini.
“Masjid adalah pusat kekuatan umat kita semua dalam menghadapi tantangan zaman,” tambahnya dengan nada sangat optimis. Ia yakin bahwa berbagai masalah sosial bisa selesai melalui pendekatan keagamaan yang tepat. Kerjasama antara pengurus masjid dan warga sekitar menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Oleh sebab itu, pemerintah akan selalu mendukung inisiatif positif yang lahir dari setiap pengurus masjid.
(Redaksi)

