Advertorial
Trending

Sinergi PT PIK dan Petani di Bengalon Kutim Berhasil Angkat Nilai Ekonomi Padi Gunung

POLITIKAL.ID – Perkembangan sektor pertanian di Kecamatan Bengalon terus menunjukan hasil positif berkat kehadiran program-program pemberdayaan dari perusahaan swasta.

Diantaranya pengembangan padi gunung, sebuah praktik pertanian tradisional masyarakat lokal yang kini dibina secara intensif oleh PT Perkasa Inaka Kerta (PT PIK) di Desa Sekurau Atas.

Program pembinaan ini tidak hanya bertujuan mempertahankan tradisi pertanian masyarakat Dayak Basap, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi hasil panen.

Melalui pendampingan yang terstruktur, para petani kini mampu menghasilkan padi berkualitas tinggi yang diminati pasar.

Sekretaris Kecamatan Bengalon, Permana Lestari, mengapresiasi kontribusi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pertanian.

Ia menyebutkan bahwa program PT PIK telah memberikan dampak nyata, terutama bagi petani yang sebelumnya sulit mengembangkan usaha tani secara mandiri.

“Banyak petani yang dibina perusahaan di Bengalon. salah satunya padi gunung,” ujar Permana.

Menurutnya, pembinaan ini membuat para petani lebih memahami teknik budidaya yang baik sekaligus mampu menjaga kualitas hasil panen.

Salah satu pencapaian paling signifikan adalah peningkatan harga jual padi gunung.

Saat ini, harga padi gunung mencapai Rp25.000 per kilogram, angka yang dinilai sangat menguntungkan bagi petani dan menjadi bukti keberhasilan program pemberdayaan tersebut.

“Hasilnya memuaskan dan harganya cukup besar,” ungkapnya.

Keberhasilan pengembangan padi gunung tidak lepas dari pendampingan aktif PT PIK.

Perusahaan tidak hanya memberikan pelatihan mengenai teknik penanaman yang benar, tetapi juga mendukung proses panen, pengolahan, hingga pemasaran.

Dengan adanya pendampingan berkelanjutan ini, para petani dapat meminimalkan kesalahan dalam budidaya serta memastikan kualitas gabah tetap terjaga.

Pada saat yang sama, mereka memperoleh kepastian pasar dan harga yang lebih layak.

Pendampingan ini menjadi solusi konkret bagi petani yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam mengakses pengetahuan pertanian modern maupun jaringan distribusi hasil panen.

Program pengembangan padi gunung juga mendorong masyarakat untuk kembali memanfaatkan lahan-lahan yang sebelumnya tidak digarap.

Hal ini berdampak langsung pada peningkatan produktivitas pertanian di Bengalon.

Bagi masyarakat Dayak Basap, padi gunung bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan tradisi leluhur.

Melalui pembinaan yang diberikan PT PIK, tradisi tersebut kini tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diberdayakan secara profesional sehingga dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil.

Permana berharap kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat terus berlanjut untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.

Menurutnya, Bengalon memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi sentra pertanian yang maju dan berdaya saing.

“Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis Bengalon dapat terus berkembang menjadi wilayah pertanian yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui program seperti yang dijalankan PT PIK, pemberdayaan petani bukan lagi sekadar wacana, tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.

Harapannya, inisiatif ini dapat menjadi contoh keberhasilan sinergi pembangunan pertanian berkelanjutan di wilayah-wilayah lain. (adv)

Show More

Related Articles

Back to top button