Solusi Tertib Parkir di Gang Sempit Sangatta Utara, Inisiatif Warga Patut Dicontoh

POLITIKAL.ID – Kepadatan permukiman sering kali melahirkan persoalan baru bagi warga, terutama di daerah dengan ruang terbatas seperti Desa Sangatta Utara.
Salah satu masalah yang terus muncul adalah parkir sembarangan di gang-gang sempit, yang belakangan kembali mencuri perhatian publik.
Banyak warga mengeluhkan motor yang ditinggal pemiliknya saat bekerja dan diparkir di area yang menghambat akses.
Keluhan tersebut bukan hanya soal ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi menghambat mobilitas darurat seperti ambulans atau petugas keamanan yang sewaktu-waktu membutuhkan ruang untuk bergerak.
Kepala Desa Sangatta Utara, Mulyanti tidak menutup mata terhadap keluhan warganya.
Ia mengakui bahwa meningkatnya jumlah kendaraan, ditambah minimnya lahan parkir, menjadi pemicu munculnya kebiasaan parkir sembarangan.
“Padatnya permukiman sering menjadikan gang sempit untuk tempat parkir. Kondisi ini membuat lingkungan menjadi tidak nyaman dan mengganggu kelancaran aktivitas warga,” jelasnya.
Warga paling sering mengeluhkan kepada pemerintah desa bahwa motor yang ditinggal pemiliknya bekerja diparkir melintang dan menutup akses gang.
Hal ini menyulitkan sebagian warga untuk keluar-masuk rumah, terutama mereka yang harus beraktivitas di pagi hari ketika gang sudah dipenuhi kendaraan terparkir.
Koordinasi Berkelanjutan untuk Sosialisasi Ketertiban
Pemerintah desa tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan melalui koordinasi dengan kecamatan, Polsek, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Langkah ini bertujuan agar imbauan mengenai ketertiban parkir dapat dilakukan secara rutin dan lebih tepat sasaran.
Meskipun demikian, Mulyanti mengakui bahwa sebagian warga belum sepenuhnya mematuhi aturan yang telah disampaikan.
“Sosialisasi sudah sering dilakukan, tetapi kesadaran bersama memang perlu waktu untuk terbentuk. Kami berharap warga bisa lebih memahami bahwa ketertiban lingkungan memberikan manfaat bagi semua,” tambahnya.
Solusi dari Warga: Lahan Parkir Berbayar yang Tertib dan Aman
Di tengah keterbatasan lahan dan tantangan dalam menegakkan kesadaran warga, muncul sebuah inisiatif menarik dari RT 19.
Ketua RT setempat menghadirkan solusi praktis dengan menyediakan lahan parkir berbayar bagi warga yang kesulitan mencari lokasi parkir yang sesuai dan tidak mengganggu akses umum.
Solusi ini muncul sebagai hasil diskusi antara warga pengguna lahan dan pemilik tanah, tanpa memanfaatkan anggaran RT maupun dana desa.
“RT hanya memanfaatkan lahan warga berdasarkan kesepakatan. Tidak memakai anggaran negara,” tegas Mulyanti.
Lahan parkir ini tidak hanya membantu mengurangi kepadatan kendaraan di gang-gang sempit, tetapi juga memberikan rasa aman bagi pemilik motor.
Warga yang sebelumnya harus memarkir motor di pinggir gang kini memiliki pilihan yang lebih tertib dan terorganisir.
Sistem berbayar yang disepakati bersama membuat lokasi ini dapat dipelihara dengan baik, sekaligus memastikan keberlanjutannya sebagai fasilitas jangka panjang.
Dampak Positif dan Harapan ke Depan
Sejak lahan parkir tersebut dibuka, warga mulai merasakan perubahan signifikan.
Gang-gang yang biasanya dipadati motor di pagi hari kini tampak lebih rapi dan mudah dilalui.
Hal ini juga mendukung kegiatan masyarakat, mulai dari pedagang keliling, kurir, hingga layanan darurat yang membutuhkan akses cepat.
Pemerintah desa berharap inisiatif RT 19 dapat menjadi contoh bagi RT lain yang menghadapi persoalan serupa.
Keterlibatan warga dalam menciptakan solusi bersama dinilai jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan imbauan berkala.
“Ini adalah contoh bahwa warga bisa bergerak bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib. Kami berharap langkah ini bisa diperluas ke wilayah lain yang mengalami kendala serupa,” ujar Mulyanti.
Dengan adanya sinergi antara warga, pemerintah desa, dan aparat keamanan, Sangatta Utara kini memiliki peluang besar untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih nyaman, aman, dan tertib.
Inisiatif lokal seperti penyediaan lahan parkir ini menjadi bukti bahwa solusi efektif tidak selalu harus mengandalkan anggaran besar, tetapi dapat lahir dari kebutuhan nyata dan kerja sama warga. (adv)

