NasionalPemerintah

Wamendagri Dorong Profesionalisme BUMD untuk Kemandirian Daerah

POLITIKAL.ID – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang profesional merupakan salah satu kunci penting dalam mewujudkan kemandirian daerah sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

Hal ini disampaikan Bima saat menghadiri Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Nasional (MAPAMNAS) XV yang digelar di Wyndham Hotel Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Bima, BUMD memiliki peran strategis dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan pengelolaan yang profesional, BUMD dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi pemerintah daerah, sehingga tidak hanya bergantung pada dana transfer dari pusat.

“Presiden itu mentargetkan kita menjadi negara yang maju dalam waktu 20 tahun. Syaratnya adalah pertumbuhan ekonomi double digit selama 10 tahun. Double digit,” ujar Bima dalam keterangan tertulis.

Target Ambisius Pertumbuhan Ekonomi

Bima menjelaskan, target Indonesia menjadi negara maju dalam dua dekade ke depan bukanlah hal yang mudah.

Pertumbuhan ekonomi dua digit selama satu dekade penuh membutuhkan fondasi ekonomi yang kuat, termasuk kontribusi dari sektor daerah. Di sinilah BUMD diharapkan mampu berperan sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah saat ini tengah mendorong efektivitas dan profesionalisme BUMD.

Salah satu langkah konkret adalah pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) BUMD di Kementerian Dalam Negeri. Ditjen ini nantinya akan berfungsi sebagai lembaga yang melakukan pengawasan, pembinaan, serta memastikan akuntabilitas tata kelola BUMD di seluruh Indonesia.

Sinergi BUMD dan Pemda

Bima menekankan pentingnya sinergi antara BUMD dan pemerintah daerah (Pemda). Menurutnya, koordinasi yang optimal, peningkatan pelayanan, serta penyempurnaan regulasi yang tidak tumpang tindih akan menjadi faktor penentu keberhasilan.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat perekonomian Indonesia sehingga terhindar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

“Nah karena itu, kalau sepakat itu makanya Perpamsi saya kira harus juga bisa ada dalam frekuensi yang sama, membangun sinergi dengan Kemendagri. Dan di internal juga solid,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan BUMD tidak hanya bergantung pada aspek finansial, tetapi juga pada kemampuan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan sinergi yang baik, BUMD dapat menjadi lokomotif pembangunan daerah sekaligus mendukung agenda nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Bima juga menyoroti peran Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi). Ia menyambut baik usulan dari berbagai pihak agar Perpamsi tidak hanya fokus pada persoalan air minum, tetapi juga merambah ke sektor sanitasi dan persampahan. Ekspansi layanan ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Namun, Bima mengingatkan bahwa sebelum melakukan ekspansi, Perpamsi harus memastikan soliditas internal organisasinya. “Tanpa soliditas yang kuat, organisasi rentan sulit berkembang pesat,” tegasnya. Ia mencontohkan bagaimana energi di banyak organisasi, termasuk partai politik, sering kali habis untuk konflik internal. Karena itu, ia mendorong Perpamsi agar kompak, guyub, dan fokus pada program kerja nyata.

Pentingnya Soliditas Organisasi

Bima menekankan bahwa soliditas internal merupakan fondasi utama bagi setiap organisasi. Dengan kekompakan, energi dapat difokuskan untuk mencapai tujuan bersama, bukan untuk mengatasi perpecahan.

Pesan ini relevan tidak hanya bagi Perpamsi, tetapi juga bagi BUMD dan Pemda yang harus bekerja sama dalam membangun ekonomi daerah. Tanpa soliditas, program kerja yang ambisius akan sulit terealisasi.

MAPAMNAS XV turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin, Bupati Lombok Barat sekaligus mantan Ketua Umum Perpamsi periode 2021–2024 Lalu Ahmad Zaini, serta pejabat terkait lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan luas terhadap agenda penguatan BUMD dan peran Perpamsi dalam pembangunan nasional.

Dengan berbagai langkah yang sedang ditempuh, pemerintah berharap BUMD dapat menjadi pilar utama dalam memperkuat ekonomi daerah. Profesionalisme, sinergi, dan soliditas organisasi menjadi kata kunci yang terus ditekankan. Jika hal ini dapat diwujudkan, maka target Indonesia menjadi negara maju dalam 20 tahun ke depan bukanlah sekadar mimpi.

Bima Arya menutup pesannya dengan dorongan agar seluruh pihak, baik BUMD, Pemda, maupun Perpamsi, berada dalam frekuensi yang sama untuk membangun sinergi dengan Kemendagri. “Dan di internal juga solid,” ujarnya.

(*)

Show More

Related Articles

Back to top button