AS Tangkap Maduro Usai Serangan ke Caracas, Trump Klaim Operasi Sah Secara Hukum

POLITIKAL.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan operasi militer ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Serangan ke Caracas dan penangkapan kepala negara itu langsung memicu reaksi global serta kekhawatiran eskalasi konflik di Amerika Latin.
Pasukan Amerika Serikat menangkap Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, di kediaman resmi presiden. Operasi itu berlangsung beberapa jam setelah serangan udara menghantam titik-titik strategis di ibu kota Venezuela.
Pemerintah AS menyatakan operasi tersebut bertujuan menegakkan hukum federal dan melindungi personel militer yang menjalankan surat perintah penangkapan. Langkah ini menjadi salah satu tindakan paling agresif Washington terhadap pemimpin asing dalam beberapa dekade terakhir.
Pemerintah AS Klaim Operasi Berdasar Kewenangan Presiden
Senator Partai Republik Mike Lee menyampaikan alasan resmi penangkapan Maduro. Ia mengaku menerima informasi langsung dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengenai operasi tersebut.
Lee menyatakan pasukan AS menangkap Maduro untuk diadili di Amerika Serikat atas sejumlah tuduhan pidana. Ia menegaskan serangan militer bertujuan mengamankan personel yang menjalankan surat perintah.
“Marco Rubio memberi tahu saya bahwa personel AS telah menangkap Nicolas Maduro untuk diadili di Amerika Serikat,” tulis Lee, dikutip CNN.
Lee juga menyebut Presiden Trump memiliki kewenangan konstitusional untuk memerintahkan operasi tersebut. Ia merujuk Pasal II Konstitusi AS yang memberi presiden otoritas melindungi personel dari ancaman langsung.
Sebelumnya, Lee sempat mempertanyakan dasar hukum serangan itu. Namun, ia berubah sikap setelah menerima penjelasan dari Rubio.
Jaksa Agung AS Paparkan Tuduhan Pidana terhadap Maduro
Jaksa Agung Amerika Serikat Pam Bondi menegaskan Maduro telah lama menjadi target penegakan hukum AS. Bondi menyampaikan pernyataan itu melalui akun resmi X miliknya.
Bondi menyebut Maduro menghadapi dakwaan konspirasi narkoterorisme dan impor kokain. Ia juga menuding Maduro memiliki senjata api dan perangkat destruktif secara ilegal.
Selain itu, jaksa federal menuduh Maduro berkonspirasi menggunakan senjata mesin dan perangkat destruktif terhadap kepentingan Amerika Serikat.
“Nicolas Maduro telah didakwa dengan konspirasi narkoterorisme dan berbagai kejahatan berat lainnya,” tulis Bondi.
Bondi memastikan otoritas AS akan memproses Maduro dan istrinya di pengadilan federal. Ia menegaskan status kepala negara tidak menghalangi proses hukum.
Pasukan Delta Force Jalankan Operasi Kilat di Caracas
Sumber keamanan AS menyebut operasi tersebut melibatkan pasukan elite Delta Force. Militer AS mengerahkan dukungan udara sebelum pasukan darat bergerak.
Serangan udara memicu pemadaman listrik di sebagian besar Caracas. Langkah itu bertujuan melumpuhkan komunikasi dan sistem keamanan.
Pasukan AS kemudian menyerbu kediaman presiden dan mengamankan Maduro tanpa perlawanan besar. Militer segera mengevakuasi Maduro keluar Venezuela.
Pesawat militer AS membawa Maduro ke New York. Otoritas federal langsung menahannya untuk proses hukum lanjutan.
Hingga kini, pemerintah Venezuela belum mengeluarkan pernyataan resmi. Aparat keamanan meningkatkan penjagaan di sejumlah fasilitas negara.
Trump Singgung Minyak Venezuela, Dunia Soroti Motif AS
Presiden Donald Trump mengaitkan operasi tersebut dengan kepentingan strategis Amerika Serikat. Ia menyinggung cadangan minyak Venezuela yang terbesar di dunia.
Trump menyatakan AS akan mengambil peran sementara dalam pengelolaan Venezuela. Ia menekankan stabilitas sebagai tujuan utama.
“Mari kita mulai menghasilkan uang untuk negara ini,” kata Trump kepada media.
Pernyataan itu memicu kritik dari pengamat internasional. Sejumlah pihak menilai operasi tersebut sarat kepentingan ekonomi dan geopolitik.
Negara-negara Amerika Latin menggelar konsultasi darurat. Mereka membahas dampak regional dari tindakan Washington.
Sejumlah pemimpin dunia mendesak semua pihak menahan diri. Perserikatan Bangsa-Bangsa mempertimbangkan sidang darurat Dewan Keamanan.
Penangkapan Maduro menandai babak baru hubungan AS dan Venezuela. Dampak jangka panjang operasi ini masih belum dapat dipastikan.
(Redaksi)
