Tak Hanya Kompetisi, Andi Harun Ajak Warga Jadikan Acara MTQ Sebagai Ajang Beribadah
POLITIKAL.ID, SAMARINDA – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 Kota Samarinda dilaksanakan Sabtu (29/1/2022) malam.
Wali Kota Samarinda Andi Harun membuka secara resmi kegiatan tersebut di Gor Segiri Samarinda.
Pelaksanaan MTQ akan diikuti sebanyak 399 Qori dan Qoriah dari 10 Kecamatan se Kota Samarinda, mulai tanggal 29 Januari hingga tanggal 5 Februari 2022.
Andi Harun dalam sambutanya mengatakan penyelenggaraan MTQ merupakan wujud keinginan kuat untuk membumikan ajaran Al-Quran serta menegakkan syiar Islam, untuk memperkokoh nilai-nilai agama dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat dan berbangsa.
“Generasi muda harus siap berkompetisi secara sehat berlomba meraih prestasi, berkontribusi dalam membangun kualitas sumber daya umat yang unggul, yang kompetitif, dan yang berkarakter Islam,” ucapnya.
AH sapaannya mengatakan MTQ tidak semata-mata menjadi wahana untuk berlatih dan berlomba membaca Al-Quran, tapi jalan untuk mengedukasi umat untuk semakin mencintai dan membumikan Al-Quran.
“Dan yang juga sangat penting, sebagai bentuk dakwah untuk menyempurnakan akhlak kaum muslimin dan muslimah,” sebutnya.
Dirinya juga berharap agar momentum MTQ ini menjadi motivasi bersama untuk menjadi semakin mencintai Al-Quran, mewujudkan generasi muda Quran dan menjadikan Kota Samarinda menjadi religius dengan berwawasan Nasional.
Selain itu mentradisikan MTQ sebagai sebuah kegiatan yang bersifat rutin untuk mengingatkan generasi muda kita agar mereka bisa terus menerus membaca, mamahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Quran.
“Saya berpesan untuk memperkuat keikhlasan, serta motivasi diri untuk mengeluarkan kemampuan terbaik karena akan terpilih para Qori dan Qoriah yang akan mewakili Kota Samarinda di tingkat MTQ Provinsi Kaltim,” harapnya.
Dengan begitu, Andi Harun dalam momentum MTQ kali ini dapat dijadikan era kebangkitan generasi Qur’ani, demi mendukung terwujudnya warga kota yang religius, unggul dan berbudaya.
Hal ini penting karena misi ini adalah salah satu upaya mewujudkan Samarinda menjadi Kota Pusat Peradaban.
“Saya mengajak kepada para tokoh agama dan ulama untuk terus membimbing dan membina agar kita semua terhindar dari tindakan-tindakan yang tidak terpuji,” pungkasnya. (*/adv)
