Life Style

Upaya Penggiat Pariwisata dan Pemprov Kaltim Dorong Wastra Sebagai Karya Unggulan

POLITIKAL.ID, SAMARINDA – Pemprov Kaltim melalui Dispar Kaltim menyelenggarakan event BFB.

Kegiatan dilaksanakan secara siaran tunda dan dipaparkan secara virtual pada Sabtu (16/1/2021) adalah sesi ketiga atau terakhir di tahun ini.

Penggagas Visit Kaltim Fest (VKF) 2020-2021, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Sri Wahyuni mengatakan, VKF merupakan agenda tetap dari Dispar Kaltim untuk mempromosikan pariwisata Kaltim.

Dalam format festival, Sabtu (16/1/2020) event masih mengambil format virtual lantaran masih dalam situasi pandemi covid – 19.

Kendati begitu, aktualisasi seni tetap dapat dilakukan dengan menjalankan standar protokol kesehatan. Dengan begitu sub sektor dari ekonomi kreatif tetap bisa digelar.

Dengan mengangkat tema BFB Wastra Indonesia, dari IKN untuk Nusantara memiliki ingin mengenalkan daerah Kaltim memiliki potensi di sektor fashion yang bisa menjadi sumber pendapatan terbarukan.

Wastra Kaltim disebut-sebut memiliki ciri khas, semisal ulap doyo dan sarung Samarinda, salah satunya ingin dibentuk desainer yang tergabung dalam BFB tersebut. Dengan begitu kain asli Kaltim dapat diolah kembali menjadi busana yang bernilai ekonomis lebih tinggi. Pada akhirnya mampu memberikan pendapatan kepada para pekerja di sektor UMKM lantaran banyak diminati masyarakat baik lokal maupun wisatawan domestik baik secara ofline dan online.

Pada masa pandemi, sektor fashion disebutnya tidak berhenti. Kendati dari sisi offlinenya pengunjung dibatasi. Namun dari sisi online masih bisa bergerak secara ekonomi.

Melalui virtual online ini, kami ingin mewadahi teman-teman yang bergerak di sub sektor fashion, sekaligus mengenalkan audiens tentang wastra Kaltim. Sebagai daerah yang akan dibangun IKN, Kaltim juga punya ciri khas. Bagaimana wastra Kaltim ini bisa dikenal dan menjadi salah satu identitas,” ujarnya.

Dengan begitu, virtual VKF 2020-2021, diharapkan bisa menjadi penyemangat, motivasi rekan-rekan yang telah menyampaikan seremoni.

Meskipun dimasa pandemi, tidak bisa berdiam diri saja. Maka, jadikan momentum pandemi ini untuk berkreasi, berinovasi, dan ruang-ruang virtual dapat menjadi media, untuk memperkenalkan apa yang dapat dilakukan.

Sementara itu, Gubernur Kaltim, Isran Noor yang membuka secara resmi VKF tahun 2021.

Kegiatan juga diikuti, Anggota DPR RI, Hetifah Syafudian, Riski Handayani, Deputi bidang produk pariwisata dan penyelenggaraan kegiatan, serta Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia Kaltim sekalimantan Timur, Putu SH Cahyono.

“Selamat atas dimulainya, rangkaian seri VKF 2021. Semoga akan menjadikan momentum ini, untuk mengangkat pariwisata Kaltim menjadi lebih maju dalam arti dapat membangkitkan ekonomi dari ketergantungan. Berdaulat pariwisata Kaltim, untuk Indonesia maju. Wasalamualaikum,” tutupnya.

Sementara Hetifah Syafudian mengatakan, para pemerhati, pegiat pariwisata, dan budaya Provinsi Kalimantan Timur, walaupun melalui virtual sangat mengapresiasi semangat penyelenggara untuk memulihkan, dan membangkitkan kembali sektor pariwisata yang terdampak akibat covid-19.

Tema yang diangkat sangat menarik, dengan sub topik wastra nusantara, dari Kaltim untuk IKN.

Acara ini juga bertepatan dengan HUT Prov Kaltim yang ke 64.

“Tentu usia pemprov Kaltim tidak muda, tapi Kaltim semakin matang. Dalam perjalanannya, sudah mencapai banyak sekali kemajuan. Dari sisi infrastruktur, SDM, dan tentu saja sektor Pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatifnya,” jelasnya.

Sementara itu, penggagas BFB
Anas Magfur menjelaskan BFB adalah sebuah pagelaran yang digagas para desainer dari Kaltim.
Mewakili salah satu founder, Adi Barlan di Jakarta, Etik yang menggagas BFB tujuannya ingin mengangkat wastra yang ada di kaltim.

Para desainer dari luar juga sangat antusias dan mengikuti BFB dari berbagai kota, dengan memperlihatkan alam dan hutan yang ada di kaltim.

Persiapan BFB selama satu tahun panitia untuk persiapan, hingga akhirnya ini terlaksana.

“Konsepnya di Januari 2020 lalu. Rencana memang akan digelar April 2020. Tapi ternyata ada pandemi, jadi menunda acara ini dan akhirnya kita kolaborasi dengan Dispar Kaltim, dan bisa terlaksana di hari ini. Alhamdulillah,” tuturnya.

Audisi model yang diikuti 180an peserta model. Desain competition diikuti sekitar 140an.

Harapan Anas dengan acara ini dengan acara ini untuk kemajuan wastra Kaltim, wastra Indonesia, fashion, tidak hanya di Kaltim tapi juga di Indonesia.

“Ya mungkin ini pertama kali di Kaltim. harapan kami ini menjadi ajang mengenalkan karya-karya desainer dalam sebuah fashion show, dengan harapan industri dapat tumbuh dan berkembang, dalam rangka menyongsong IKN baru,” harapnya. (001)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button