Tonton Video Langsung Tanpa Membaca Berita
Internasional

TikTok Bentuk Perusahaan USDS, Alihkan Kendali Operasional Bisnis di Amerika Serikat

POLITIKAL.ID – TikTok resmi membentuk perusahaan patungan baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC (USDS) sebagai entitas pengendali utama bisnis TikTok di Amerika Serikat. Langkah ini menandai perubahan besar dalam struktur kepemilikan dan tata kelola TikTok, seiring meningkatnya tekanan regulasi pemerintah Amerika Serikat terkait isu keamanan nasional dan perlindungan data pengguna.

Melalui entitas baru tersebut, TikTok memindahkan kendali operasional platform di wilayah Amerika Serikat ke perusahaan yang berbasis dan mayoritas dimiliki oleh pihak Amerika Serikat.

USDS Jadi Pengendali Bisnis TikTok di AS

Pengumuman pembentukan USDS tersampaikan melalui blog resmi TikTok. Perusahaan menyatakan pembentukan USDS untuk menjamin keberlanjutan TikTok bagi 200 juta pengguna dan 7,5 juta pelaku usaha di Amerika Serikat

“Perusahaan patungan yang mayoritas dimiliki oleh Amerika Serikat akan beroperasi sesuai ketentuan untuk melindungi keamanan nasional melalui pelindungan data yang komprehensif, keamanan algoritma, moderasi konten, serta kepastian perangkat lunak bagi pengguna di Amerika Serikat,” tulis TikTok dalam pernyataan resminya.

Struktur Kepemimpinan USDS

Dalam struktur manajemen USDS, CEO TikTok Shou Chew ditunjuk sebagai salah satu anggota dewan direksi. Chew, yang merupakan warga negara Singapura, menjadi perwakilan dari ByteDance, perusahaan induk TikTok yang berbasis di China.

TikTok juga menunjuk Adam Presser sebagai CEO TikTok USDS. Presser telah bergabung dengan TikTok sejak 2022 dan sebelumnya memegang sejumlah peran strategis yang berkaitan dengan operasional perusahaan dan kepercayaan pengguna.

Mayoritas kursi dewan direksi USDS terdiri oleh warga negara Amerika Serikat, sebagai bagian dari penguatan kontrol domestik terhadap operasional TikTok di wilayah tersebut.

Daftar Direksi dari Investor Strategis

Selain Shou Chew, jajaran direksi USDS terdiri dari sejumlah tokoh yang mewakili investor dan mitra strategis TikTok, antara lain:

  • Timothy Dattels (TPG Global)
  • Mark Dooley (Susquehanna International Group)
  • Egon Durban (Silver Lake)
  • Raul Fernandez (DXC Technology)
  • Kenneth Glueck (Oracle)
  • David Scott (MGX)

Komposisi ini menunjukkan keterlibatan kuat investor dan perusahaan teknologi Amerika Serikat dalam struktur pengendalian TikTok USDS.

Kepemilikan ByteDance di Bawah Ambang Kendali

TikTok menjelaskan bahwa ByteDance hanya memiliki 19,9 persen saham di TikTok USDS. Persentase tersebut berada di bawah ambang batas pengendalian mayoritas, sehingga secara struktur, kendali operasional TikTok di Amerika Serikat berada di tangan entitas yang berbasis di Amerika Serikat.

Rancangan skeman ini untuk memastikan TikTok USDS beroperasi secara mandiri dan independen dari pengaruh langsung perusahaan induk di China.

Respons terhadap Tekanan Regulasi Keamanan Nasional

Pembentukan ini dasarnya terbitnya undang-undang keamanan nasional Amerika Serikat yang mewajibkan perusahaan dengan keterkaitan kepemilikan China untuk melepaskan kendali atas operasional TikTok di wilayah AS.

Regulasi tersebut juga memuat ketentuan pemblokiran TikTok apabila persyaratan pengalihan kendali tidak dapat terpenuhi dalam tenggat waktu yang telah menjadi kesepakatan bersama.

TikTok Klaim Perkuat Keamanan Data dan Algoritma

TikTok menyatakan pembentukan USDS bertujuan memperkuat tata kelola perusahaan di Amerika Serikat, sekaligus menjawab kekhawatiran pemerintah terkait:

  • keamanan data pengguna,
  • independensi algoritma rekomendasi,
  • moderasi konten, dan
  • kedaulatan perangkat lunak.

Dalam beberapa tahun terakhir, TikTok kerap menjadi sorotan otoritas Amerika Serikat terkait potensi akses pemerintah asing terhadap data pengguna. TikTok secara konsisten membantah tudingan tersebut dan menegaskan tidak pernah membagikan data pengguna Amerika Serikat kepada pemerintah China.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button