Daerah

TP PKK Kaltara Gelar Pelatihan Public Speaking, Perkuat Kapasitas Pengurus dalam Komunikasi Publik

POLITIKAL.ID – Tim  Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Pelatihan Public Speaking sebagai upaya meningkatkan kapasitas, kepercayaan diri, dan kemampuan komunikasi jajaranpengurus.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran TP PKK sebagai mitra pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Pelatihan dilaksanakan di Aula Kantor Gubernur Kalimantan Utara, Jalan Kolonel Soetadji, Tanjung Selor, dan diikuti oleh pengurus TP PKK Kaltara dari berbagai bidang. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para pengurus dengan keterampilan berbicara di depan umum yang efektif, persuasif, dan beretika, seiring dengan tuntutan peran organisasi di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

 

Sebagai narasumber, TP PKK Kaltara menghadirkan Ummi Nurlidasanti asal Kota Samarinda sebagai, instruktur public speaking, yang menyampaikan materi secara lugas dan aplikatif. Dalam pemaparannya, Ummi menekankan pentingnya kemampuan menguasai panggung sebagai kunci utama dalam memukau audiens.

 

Salah satu materi utama yang disampaikan bertajuk “Kuasai Panggung: Rahasia Memukau Audiens dengan Vokal dan Gestur Powerful”. Menurutnya, public speaking bukan sekadar berbicara, melainkan seni menyampaikan pesan agar dapat diterima, dipahami, dan diingat oleh audiens.

 

Ummi menjelaskan bahwa dalam komunikasi terdapat dua bentuk utama, yakni komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal berkaitan dengan penggunaan kata-kata secara jelas dan terstruktur, sementara komunikasi nonverbal merupakan komunikasi tanpa kata yang melibatkan gestur, ekspresi wajah, postur tubuh, kontak mata, serta bahasa tubuh lainnya.

 

“Sering kali audiens lebih percaya pada apa yang mereka lihat dibandingkan apa yang mereka dengar. Bahasa tubuh yang tepat akan memperkuat pesan yang disampaikan secara verbal,” ujarnya.

 

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai manfaat public speaking, di antaranya meningkatkan kepercayaan diri, mengasah kemampuan komunikasi interpersonal, serta membuka peluang pengembangan diri dalam organisasi maupun karier sosial kemasyarakatan.

 

Dalam sesi teknis, Ummi menekankan pentingnya artikulasi, yakni kejelasan dalam pengucapan kata agar pesan tidak menimbulkan salah tafsir. Ia juga menjelaskan peran intonasi sebagai naik-turunnya suara saat berbicara yang berfungsi untuk menyampaikan makna, emosi, dan penekanan dalam sebuah kalimat.

 

“Intonasi yang tepat akan membuat penyampaian pesan lebih hidup dan tidak monoton,” katanya.

 

Tak kalah penting, tempo berbicara juga menjadi perhatian utama. Tempo yang terlalu cepat dapat membuat audiens kesulitan memahami isi pesan, sementara tempo yang terlalu lambat berpotensi menurunkan konsentrasi pendengar.

 

Melalui pelatihan ini, para pengurus TP PKK Kaltara diharapkan mampu tampil lebih percaya diri, komunikatif, dan profesional dalam menyampaikan program-program pemberdayaan kepada masyarakat.

 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati Zainal, dan digelar pada Sabtu (13/12) pagi. Dalam sambutannya, Rahmawati menyampaikan bahwa pelatihan public speaking ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan TP PKK Kaltara.

 

Ia menilai pelatihan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pengurus secara lebih profesional dan terstruktur.

 

“PKK adalah gerakan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Setiap pengurus adalah wajah PKK sekaligus representasi keluarga dan pemerintah di mata masyarakat. Oleh karena itu, kemampuan kita dalam berkomunikasi menjadi sangat penting,” ujar Rahmawati.

 

Rahmawati menjelaskan, kemampuan komunikasi publik sangat dibutuhkan pengurus PKK dalam memimpin kegiatan, menyampaikan program, serta memberikan penyuluhan langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, komunikasi publik yang baik merupakan kunci utama keberhasilan program organisasi.

 

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pelatihan public speaking ini tidak hanya berkutat pada teknik berbicara di depan umum, tetapi juga membekali pengurus dengan strategi menghadapi dinamika sosial di era digital.

 

Dengan pelatihan ini, TP PKK Kaltara berharap seluruh pengurus mampu menjadi komunikator yang efektif, berintegritas, dan mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dalam mendukung program pembangunan keluarga di Kalimantan Utara

 

“Pengurus harus mampu menempatkan diri, membawa diri, serta menjaga etika dan wibawa saat berhadapan dengan publik,” tegasnya.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button