Wali Kota Andi Harun Dukung Rencana Kemenag, Natal Dirayakan Bersama Secara Nasional

POLITIKAL.ID – Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyambut baik rencana Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar perayaan Natal bersama secara nasional.
Menurut Andi Harun langkah ini sebagai tonggak bersejarah dalam memperkuat kerukunan umat beragama.
Orang nomor satu di Pemkot Samarinda ini siap mendukung gagasan Kemenag itu jika dilaksanakan oleh umat Kristiani di Samarinda.
“Untuk di Kota Samarinda sebagai Ibu kota Kaltim (kalimantan Timur), tentu kami menyambut baik. Ada beberapa inisiatif dari sinode-sinode gereja di Samarinda untuk menggelar perayaan Natal bersama. Saya kira itu ide yang bagus,” kata Andi Harun.
Andi Harun menekankan bahwa setiap kegiatan keagamaan, apalagi yang sifatnya lintas komunitas harus diarahkan untuk memperkuat persatuan nasional.
Andi Harun menilai perayaan Natal bersama bukan sekadar euforia tahunan, tetapi ruang perjumpaan antarwarga yang berbeda latar keyakinan.
“Tentu saya terus berpesan, semua aktivitas keagamaan termasuk Natal bersama itu diarahkan untuk memperkokoh keberagaman dan persatuan nasional kita. Dan saya percaya tokoh-tokoh Kristiani mengkhitmatkan acara itu dengan tujuan itu,” kata Andi Harun.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim ini memandang perayaan Natal bukan hanya agenda seremonial, melainkan momentum kolaboratif antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat untuk merawat harmoni di Kota Samarinda yang memiliki beragam pemeluk agama.
Menurutnya, setiap pihak memiliki peran. Para pemuka agama memberi teladan toleransi, sedangkan pemerintah memastikan ruang publik yang inklusif bagi setiap warga.
Samarinda sebagai Kota Plural
Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda selama ini dikenal sebagai kota yang plural dan heterogen.
Andi Harun menyebut bahwa harmonisasi tersebut bukan terjadi begitu saja, melainkan hasil kerja sama berbagai lapisan masyarakat.
“Di situlah letaknya pemerintah bersama-sama dengan tokoh dan penganut agama untuk bahu-membahu menciptakan situasi kota yang kondusif, kota yang toleran, dan saling menghargai satu dengan yang lainnya,” ujar Andi Harun.
Ia mengatakan pemerintah daerah memiliki komitmen kuat menjaga suasana aman bagi umat Kristiani yang merayakan Natal, dan bagi seluruh pemeluk agama lain dalam menjalankan ibadahnya masing-masing. Konsep kota rukun, katanya, adalah pondasi penting bagi pertumbuhan sosial, ekonomi, dan budaya.
Tidak hanya itu, Andi Harun menegaskan bahwa momentum Natal bersama nanti, bila benar-benar terlaksana, dapat menjadi simbol yang menunjukkan bahwa keberagaman bukan ancaman, tetapi kekuatan.
Andi Harun menilai inisiatif pusat tersebut sejalan dengan nilai yang selama ini dijaga di Samarinda. Ia pun mengajak masyarakat menyikapinya sebagai peluang untuk saling mengenal dan merajut kembali semangat kebangsaan.
Momentum Persatuan
Selain membuka ruang keakraban antar jemaat, perayaan Natal bersama diharapkan dapat mempererat hubungan antar organisasi gereja yang selama ini memiliki kegiatan masing-masing. Dengan berkumpul dalam satu momentum besar, umat Kristiani dinilai dapat menunjukkan kekompakan sekaligus kebersamaan yang damai.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang pergantian tahun aktivitas keagamaan di Samarinda meningkat cukup signifikan. Pemerintah kota pun mulai menyiapkan langkah-langkah pengamanan, baik dari sisi fasilitas kota maupun dukungan teknis lainnya.
Andi Harun memastikan bahwa seluruh instansi terkait akan bergerak bersama untuk menjaga suasana aman selama rangkaian ibadah Natal berlangsung.
“Pemerintah hadir, tokoh agama hadir, aparat hadir. Semua bekerja bersama-sama untuk memastikan bahwa warga yang merayakan dapat menjalankan ibadah dengan tenang,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga semangat saling menghormati, mengingat akhir tahun biasanya menjadi masa dengan aktivitas publik yang padat.
Bagi Andi Harun, perayaan Natal selalu membawa pesan universal: damai, kasih, dan pengharapan. Nilai-nilai tersebut, katanya, sangat relevan dengan semangat Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.
Oleh karena itu, ia menilai rencana Natal bersama yang digagas Kemenag bukan hanya untuk umat Kristiani semata, tetapi menjadi ruang refleksi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Keberagaman adalah anugerah. Perayaan yang mengokohkan itu patut kita dukung,” ujarnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan keterlibatan aktif pemuka agama, ia optimistis bahwa Samarinda dapat menjadi contoh kota yang mampu merawat toleransi tanpa kehilangan identitas lokalnya.
Rencana Kemenag
Sebelumnya, inisiatif perayaan nasional itu disampaikan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
Hal ini ia sampaikan dalam perayaan Natal Gereja Tiberias Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu lalu (6/12/2025).
Di hadapan ribuan jemaat, Menag menyebut rencana Natal bersama ini sebagai “sejarah baru” bagi kementerian yang selama ini menaungi seluruh kehidupan beragama di Indonesia.
(tim redaksi)





