Upaya Pencegahan Narkoba dari Pelosok Desa hingga Kelurahan, BNN Kaltim Bentuk 11 Desa Bersinar
“Tahun ini BNN Kaltim menyiapkan pembentukan 11 Desa Bersinar di Kaltim,” kata ujar Wisnu Andayana.
Desa Bersinar dijelaskan oleh Wisnu Andayana, merupakan desa yang wilayahnya pernah terjadi dan didapati kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Ditetapkan desa tersebut sebagai Desa Bersinar, diharapkan yang sebelumnya rawan narkoba itu menjadi desa yang bersih dari peredaran penyalahgunaan narkoba.
“Bukan desa yang aman, tetapi desa yang rawan narkoba dijadikan Desa Bersinar. Yang tadinya statusnya waspada bisa turun menjadi siaga, sampai nanti statusnya menjadi aman,” ucapnya.
Wisnu mengatakan persoalan pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba di Kaltim merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat tidak hanya BNN maupun kepolisian karena narkoba adalah musuh bersama.
Terlebih semua wilayah di Kaltim masih termasuk daerah rawan peredaran gelap narkoba.
“Jadi tidak ada daerah yang masuk kategori aman dari peredaran narkoba di Kaltim. Paling rawan di Kutai Kartanegara dan disusul Samarinda,” bebernya.
Wilayah darat dan lautan Kaltim yang cukup luas menurut Wisnu, menjadi titik rawan peredaran narkoba di Kaltim, sehingga barang terlarang tersebut masuk melalui perbatasan antara Kaltim dan Kaltara.
“Luas laut Kaltim saja 10 ribu kilometer lebih dan banyak terdapat jalan jalan tikus dan pelabuhan kecil yang digunakan menjadi pintu masuk narkoba ke Kaltim,” tutupnya. (Adv/Kominfo Kaltim)
