
POLITIKAL.ID – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menghadiri perayaan HUT ke-10 Buddhist Centre Kalimantan Timur yang digelar di Samarinda, Sabtu (11/4/2026).
HUT ke-10 Buddhist Centre Jadi Momentum Refleksi dan Toleransi
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum refleksi perjalanan satu dekade dalam HUT ke-10 Buddhist Centre yang terus membangun kehidupan spiritual sekaligus memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Saefuddin Zuhri menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas kontribusi Buddhist Centre Kalimantan Timur selama 10 tahun terakhir. Ia menilai perayaan HUT ke-10 Buddhist Centre ini mencerminkan peran nyata lembaga dalam menjaga keharmonisan sosial serta memperkuat kebersamaan lintas umat beragama.
“Ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi perjalanan panjang dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Saefuddin.
Pemkot Samarinda Dukung Peran Komunitas Keagamaan
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Samarinda mendukung penuh keberadaan organisasi keagamaan yang berkontribusi dalam menciptakan suasana damai dan inklusif. Menurutnya, momentum HUT ke-10 menjadi bukti pentingnya peran komunitas keagamaan dalam menjaga stabilitas sosial di daerah.
Lebih lanjut, Saefuddin berharap Buddhist Centre Kalimantan Timur dapat terus berkembang dan menjadi ruang yang mempererat persaudaraan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami berharap Buddhist Centre terus menjadi pusat kegiatan yang menghadirkan kedamaian, memperkuat persaudaraan, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” katanya.
Perjalanan 10 Tahun Penuh Dinamika dan Kebersamaan
Sementara itu, Ketua Buddhist Centre Kalimantan Timur, Hendri Suwito, menyampaikan bahwa perjalanan 10 tahun organisasi yang Ia pimpin merupakan proses panjang yang penuh dinamika, yang kini dalam perayaan HUT ke-10.
Menurutnya, keberadaan Buddhist Centre tidak lepas dari semangat kebersamaan dan dukungan berbagai pihak yang terus menguatkan perjalanan organisasi dari waktu ke waktu.
“Sepuluh tahun ini bukan perjalanan singkat. Ada harapan yang ditanam, kerja keras yang dijalani, serta doa-doa yang terus dipanjatkan. Ini adalah kisah tentang kebersamaan, tentang jatuh dan bangkit, hingga akhirnya mampu memberi manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Komitmen Menjaga Harmoni di Tengah Keberagaman
Ia menambahkan, perjalanan tersebut juga mengajarkan pentingnya saling terhubung dan peduli terhadap sesama. Nilai-nilai itu menjadi fondasi utama dalam membangun keharmonisan di tengah keberagaman, sebagaimana semangat dalam HUT ke-10 Buddhist Centre.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita saling membutuhkan dan saling menguatkan. Ketika kita membuka hati untuk peduli dan menolong tanpa pamrih, maka keharmonisan akan terjaga,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Hendri Suwito juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, termasuk para tamu undangan yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
Jadi Pijakan Penguatan Peran Sosial
Menurutnya, kehadiran para tamu menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan yang selama ini telah meluas dan banyak pihak yang merasakan.
Perayaan ini menjadi titik refleksi sekaligus pijakan untuk melanjutkan perjalanan organisasi ke depan. Buddhist Centre Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus menebarkan nilai-nilai kebaikan, menjaga keharmonisan, serta menghadirkan kehidupan yang lebih bermakna bagi masyarakat.

