POLITIKAL.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman terbuka melalui media sosial. Pernyataan itu menuai sorotan luas karena memuat kata-kata kasar sekaligus menyebut nama Allah dalam konteks yang dinilai tidak pantas.
Ultimatum Trump Soal Selat Hormuz
Melalui platform Truth Social, Trump mendesak Iran segera membuka akses pelayaran di Selat Hormuz. Ia memberi batas waktu dan mengancam akan menyerang fasilitas vital jika tuntutan tidak dipenuhi.
“Selasa akan menjadi hari penyerangan pembangkit listrik dan jembatan di Iran. Belum ada serangan seperti ini!!! Buka selatnya… atau kamu akan tinggal di neraka—lihat saja! Segala puji bagi Allah,” tulis Trump dalam unggahannya.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras karena dinilai mencampurkan ancaman militer dengan unsur keagamaan.



