Cegah Kerugian Petani, Syarifah Suraidah dan PKT Sosialisasikan Bahaya Pupuk Palsu

Foto: Sosialisasi pencegahan pupuk palsu yang melibatkan anggota DPR RI Komisi IV, H. Syarifah Suraidah, bersama PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT)./ @Politikal.id

POLITIKAL.ID – Petani di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), perlu lebih cermat memilih pupuk untuk menghindari kerugian akibat produk palsu.

Penggunaan pupuk yang tidak terjamin keasliannya berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman, menambah biaya produksi, hingga menurunkan hasil panen. Karena itu, petani perlu memahami cara memeriksa keaslian dan kualitas pupuk demi menjaga keberlangsungan usaha tani.

Anggota DPR RI Komisi IV, H. Syarifah Suraidah, bersama PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menggelar sosialisasi pencegahan pupuk palsu untuk meningkatkan kewaspadaan petani.

Syarifah Suraidah Ajak Petani Waspadai Pupuk Palsu

Melalui kegiatan tersebut, Syarifah Suraidah mengajak petani menggunakan pupuk asli, berkualitas, dan sesuai kebutuhan tanaman.

Syarifah menegaskan bahwa petani membutuhkan perlindungan dari peredaran pupuk palsu. Menurutnya, informasi yang memadai dapat membantu petani menghindari kerugian akibat penggunaan sarana produksi pertanian yang tidak memenuhi standar.

“Petani harus mendapatkan perlindungan, termasuk dalam memperoleh pupuk yang asli dan berkualitas. Jangan sampai biaya produksi yang sudah dikeluarkan justru berujung pada kerugian karena pupuk yang digunakan tidak sesuai dengan kualitas yang diharapkan,” ujar Syarifah.

Dia menilai edukasi berkelanjutan dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang keaslian pupuk. Dengan begitu, petani bisa lebih berhati-hati sebelum membeli produk.

“Petani perlu mengetahui cara mengenali produk pupuk yang asli, mulai dari memperhatikan kemasan, identitas produk, hingga memastikan tempat pembeliannya. Informasi seperti ini penting agar mereka tidak mudah terkecoh oleh produk yang meragukan,” katanya.

Syarifah juga meminta pihak terkait memperketat pengawasan distribusi pupuk. Menurutnya, petani tidak bisa mengandalkan kewaspadaan pribadi saja untuk menghadapi peredaran produk palsu.

“Pengawasan distribusi pupuk harus berjalan bersama dengan edukasi. Petani tidak boleh dibiarkan menghadapi risiko ini sendirian. Perlu keterlibatan berbagai pihak agar peredaran pupuk palsu dapat dicegah dan petani mendapatkan akses terhadap produk yang berkualitas,” tuturnya.

Dia berharap sosialisasi tersebut meningkatkan kesadaran petani sekaligus memperkuat perlindungan terhadap usaha pertanian di daerah.

“Harapannya, petani semakin cermat dalam memilih pupuk dan berani melakukan pengecekan apabila menemukan produk yang mencurigakan. Perlindungan terhadap petani merupakan bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan,” ucap Syarifah.

PKT Jelaskan Cara Mengenali Pupuk Asli

Pemateri dari PT Pupuk Kalimantan Timur, Ajang Christrianto, menjelaskan cara mengenali pupuk asli. Dia meminta petani memeriksa kondisi kemasan, mengecek identitas produk, serta membeli pupuk melalui jalur distribusi resmi dan tepercaya.

Ajang juga mengingatkan petani agar tidak mudah tergiur penawaran pupuk dengan harga tidak wajar, terutama jika penjual tidak menjelaskan asal-usul produk.

“Petani perlu lebih teliti sebelum membeli pupuk. Perhatikan kemasan dan identitas produk, serta pastikan pembelian dilakukan melalui jalur distribusi yang dapat dipercaya. Jika ada hal yang mencurigakan, sebaiknya lakukan pengecekan melalui saluran resmi,” jelas Ajang.

Dia menambahkan bahwa petani perlu mempertimbangkan keaslian dan kualitas pupuk, bukan sekadar membandingkan harga. Pemilihan produk yang tepat membantu petani memenuhi kebutuhan tanaman.

“Jangan hanya terpaku pada harga murah. Keaslian dan kualitas pupuk perlu menjadi perhatian karena penggunaannya berkaitan dengan kebutuhan tanaman dan keberlangsungan usaha tani. Petani harus memastikan produk yang dibeli dapat dipertanggungjawabkan asal-usulnya,” katanya.

Pupuk Berkualitas Bantu Petani Menjaga Hasil Panen

Pupuk menjadi salah satu komponen penting dalam produksi pertanian. Penggunaan pupuk yang memenuhi standar membantu petani menjaga pertumbuhan tanaman sekaligus menekan risiko kerugian usaha tani.

Sebaliknya, pupuk dengan kandungan atau mutu yang tidak sesuai keterangan produk berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kerugian, terutama ketika hasil panen tidak mencapai target.

Melalui sosialisasi ini,  harapannya petani di Tenggarong Seberang semakin memahami cara mengenali pupuk asli dan lebih teliti sebelum membeli produk.

Distributor dan pemangku kepentingan sektor pertanian juga perlu membantu mencegah peredaran pupuk palsu. Pengawasan distribusi dan penyampaian informasi yang tepat dapat mengurangi risiko peredaran produk yang merugikan petani.

Kolaborasi DPR RI dan PT Pupuk Kalimantan Timur ini diharapkan memperkuat edukasi sekaligus perlindungan bagi petani. Dengan pengetahuan yang memadai, akses terhadap pupuk berkualitas, dan pengawasan bersama, petani dapat menjalankan usaha tani secara lebih aman dan produktif.

(Redaksi)

POIN UTAMA

  • 01 POLITIKAL.ID – Petani di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), perlu lebih cermat memilih pupuk untuk menghindari kerugian akibat produk palsu.
  • 02 Penggunaan pupuk yang tidak terjamin keasliannya berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman, menambah biaya produksi, hingga menurunkan hasil panen.
  • 03 Karena itu, petani perlu memahami cara memeriksa keaslian dan kualitas pupuk demi menjaga keberlangsungan usaha tani.
vns
Tentang penulis

vns

Tim redaksi Politikal.id berfokus pada liputan isu pemerintahan, politik daerah, dan kebijakan publik di Kalimantan Timur dan Indonesia.

Lihat artikel lainnya →
WhatsApp

IKUTI PERKEMBANGAN TERKINI

Dapatkan berita pilihan, analisa mendalam, dan isu strategis langsung ke email Anda setiap hari.