Advertorial

Andi Harun Lantik Neneng, Sekda Baru Hadapi Beratnya Kondisi Fiskal Daerah

POLITIKAL.ID – Suasana khidmat menyelimuti rumah jabatan Wali Kota Samarinda saat pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti pada Kamis (2/4/2026) yang dirangkaikan dengan pengukuhan pejabat fungsional serta kepala sekolah.

Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun, sekaligus menandai dimulainya babak baru kepemimpinan birokrasi di tengah tantangan fiskal daerah.

Peran Sentral Sekda dalam Menjaga Roda Pemerintahan

Walikota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa posisi Sekda memiliki peran sentral dalam memastikan kesinambungan roda pemerintahan dan pembangunan. Ia menilai, Sekda bukan hanya bertugas menjalankan administrasi, tetapi juga menjadi motor penggerak konsolidasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Sekda harus melanjutkan proses pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan, serta mewujudkan birokrasi yang berintegritas dan mampu mengonsolidasikan seluruh program agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Kondisi Fiskal Samarinda 2026 Jadi Tantangan Utama

Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Andi Harun secara terbuka mengakui bahwa kondisi fiskal Kota Samarinda pada tahun 2026 mengalami penurunan, sehingga berdampak pada pelaksanaan sejumlah program pembangunan.

“Tugas baru beliau bekerja di saat situasi yang tidak mudah secara finansial, karena fiskal kita tahun ini mengalami penurunan. Tapi kami percaya, dengan pengalaman panjang yang dimiliki, terutama saat di Inspektorat, beliau tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam beberapa waktu terakhir, Inspektorat telah dilibatkan secara aktif dalam proses konsolidasi antara kemampuan keuangan daerah dan rencana pembangunan. Hal ini menjadi bekal penting bagi Sekda baru dalam menyelaraskan kebijakan ke depan.

“Selama ini kita sudah mengonsolidasikan antara kemampuan fiskal dan rencana pembangunan, termasuk menjalankan arahan Presiden agar pelayanan publik tetap berjalan efektif, terutama di sektor dasar,” tambahnya.

Fokus pemerintah kota, lanjut Andi Harun, tetap diarahkan pada sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, serta layanan administrasi publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Neneng Chamelia Shanti Siap Hadapi Tantangan

Di sisi lain, Neneng Chamelia Shanti menyadari sepenuhnya bahwa amanah yang diterimanya datang di tengah situasi yang penuh tantangan. Ia menegaskan kesiapan untuk bekerja dan beradaptasi dengan cepat.

“Ini amanah yang tidak ringan. Kita berada dalam kondisi efisiensi dan keterbatasan fiskal, tetapi ini harus kita hadapi bersama,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman sebelumnya, khususnya saat menjabat di Inspektorat, menjadi modal penting dalam memahami persoalan mendasar di lingkungan pemerintahan. Dari posisi tersebut, ia mengaku telah memiliki gambaran awal terkait tantangan yang akan dihadapi.

“Dengan pengalaman di Inspektorat, kita bisa melihat persoalan secara menyeluruh. Jadi sudah ada gambaran di mana yang perlu dibenahi dan bagaimana langkah ke depan,” katanya.

Neneng juga menekankan pentingnya kerja sama dan dukungan dari seluruh jajaran OPD agar berbagai program tetap berjalan meski dalam keterbatasan anggaran.

“Kita harus bersama-sama memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Keterbatasan ini bukan untuk menghentikan langkah, tapi untuk mengatur strategi agar tetap efektif,” tegasnya.

Pemkot Samarinda Segera Isi Jabatan Strategis

Selain pelantikan Sekda, Pemerintah Kota Samarinda juga akan segera melakukan pengisian sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama (JPT) yang saat ini masih kosong. Beberapa posisi strategis seperti kepala dinas pendidikan, dinas permukiman, inspektorat, asisten, hingga sekretaris dewan menjadi prioritas pengisian.

Andi Harun menyebutkan, pengisian jabatan tersebut akan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni rotasi jabatan untuk penyegaran organisasi serta penerapan manajemen talenta bagi posisi yang belum terisi.

“Jika memungkinkan kita lakukan pergeseran untuk penyegaran, selebihnya menggunakan manajemen talenta agar penempatan jabatan lebih optimal,” ujarnya.

Langkah ini, menurutnya, menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur birokrasi agar lebih adaptif dan responsif terhadap tantangan yang ada, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan maksimal.

Dengan dilantiknya Sekda baru dan rencana pengisian jabatan strategis lainnya, Pemerintah Kota Samarinda berharap mampu menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, meski berada dalam tekanan kondisi fiskal yang terbatas.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button