Sosok

Bangun Kembali Kios Yang Terbakar, Walikota Samarinda Inginkan Bangunan Kokoh dan Tahan Lama di Pasar Segiri

POLITIKAL.ID – Pemerintah Kota Samarinda memulai langkah konkret untuk memulihkan area perdagangan di Pasar Segiri Jalan Pahlawan. Langkah ini merupakan respons cepat pemerintah setelah musibah kebakaran menghanguskan ratusan tempat usaha pada akhir Maret lalu.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memastikan pihak pemerintah segera bangun kembali kios yang terdampak agar para pedagang dapat segera beraktivitas normal.

Keputusan perbaikan ini muncul setelah melalui proses pengkajian teknis dan rapat koordinasi unsur pimpinan daerah. Pemerintah daerah memprioritaskan keamanan dan daya tahan bangunan sebagai standar utama dalam proyek rehabilitasi ini.

Hal tersebut bertujuan agar struktur bangunan baru memiliki kualitas yang jauh lebih baik daripada bangunan sebelumnya.

Standar Material Beton dan Kayu Ulin

Dalam rencana teknisnya, Andi Harun menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan material seadanya. Ia menginginkan spesifikasi bangunan yang mampu menghadapi karakteristik lingkungan pasar yang padat.

Pemilihan material jatuh pada perpaduan struktur modern dan kayu kelas satu yang memiliki ketahanan tinggi terhadap pelapukan.

“Pembangunan Pasar Segiri yang terbakar itu budget-nya sebesar Rp1,1 miliar dan sekarang dalam tahap persiapan. Konstruksi akan memakai campuran antara struktur beton dengan kayu ulin,” kata Andi Harun.

Langkah untuk bangun kembali kios dengan campuran beton dan ulin ini merupakan strategi jangka panjang pemerintah. Beton memberikan kekuatan pada fondasi dan tiang utama, sementara kayu ulin memberikan fleksibilitas serta ketahanan alami yang sudah teruji di wilayah Kalimantan.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 miliar dari kas daerah untuk mendanai seluruh proses konstruksi tersebut.

Kendala Teknis dan Persiapan Lahan

Meskipun anggaran pengerjaan sudah siap, tim di lapangan masih harus menyelesaikan beberapa kendala teknis.

Fokus utama saat ini adalah membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang masih menumpuk di lokasi. Proses pembersihan ini sangat krusial agar pemasangan fondasi beton nantinya tidak mengalami kendala struktur.

Andi Harun menegaskan bahwa pengerjaan fisik akan berjalan secara otomatis begitu lahan sudah dinyatakan bersih dan rata. Ia meminta dinas terkait untuk mempercepat proses penyiapan tanah agar kontraktor bisa segera bekerja di lapangan.

“Jika kondisi lapangan sudah siap, langsung kita kerjakan. Masih ada pekerjaan tanah sedikit lagi untuk memenuhi syarat perataan,” ujar Andi Harun.

Kesungguhan pemerintah untuk bangun kembali kios ini juga terlihat dari koordinasi antarinstansi yang terus berjalan intensif. Percepatan pekerjaan tanah menjadi kunci utama agar target pembangunan tidak meleset dari jadwal yang telah ditentukan oleh pemerintah kota.

Pendataan Pedagang dan Target Penyelesaian

Pemerintah Kota Samarinda melalui Asisten II Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, turut memberikan rincian terkait skala kerusakan. Berdasarkan data terbaru, tercatat ada 140 kios yang hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.

Kios-kios ini dimiliki atau dikelola oleh puluhan pedagang yang kini menunggu kepastian tempat berjualan.

“Ada 140 kios yang terbakar dengan total pedagang 26 orang untuk perbaikan pasca kebakaran,” ungkap Marnabas Patiroy.

Marnabas menambahkan bahwa target waktu pengerjaan fisik ini tergolong singkat. Pemerintah menargetkan seluruh proses pembangunan 140 kios tersebut dapat tuntas dalam waktu satu bulan.

Upaya cepat untuk bangun kembali kios ini bertujuan meminimalisir kerugian ekonomi yang lebih besar bagi para pedagang Pasar Segiri.

Penyesuaian Rencana Renovasi Total

Meskipun perbaikan pasca-kebakaran berjalan tahun ini, rencana besar untuk merenovasi total seluruh area Pasar Segiri harus mengalami penyesuaian jadwal.

Sedianya, pemerintah merencanakan renovasi menyeluruh pada tahun 2026, namun terkendala oleh adanya efisiensi anggaran di tingkat pusat.

Pengurangan dana transfer ke daerah memaksa Pemerintah Kota Samarinda untuk mengatur ulang prioritas pembangunan infrastruktur.

Namun, Marnabas memastikan bahwa rencana renovasi total tersebut tetap masuk dalam agenda pembangunan masa depan.

“Seharusnya di 2026 ini (renovasinya). Tapi karena ada (efisiensi), jadi ada pengurangan dana transfer ke daerah, dan ini membuat kami harus mengatur lagi di 2027 mendatang,” jelas Marnabas Patiroy.

Saat ini, fokus utama pemerintah tetap pada pemulihan 140 kios yang terdampak kebakaran terlebih dahulu.

Keputusan untuk bangun kembali kios dengan material kokoh diharapkan menjadi solusi jangka pendek yang efektif sambil menunggu ketersediaan anggaran untuk renovasi total di tahun mendatang.

Pemerintah berharap langkah ini dapat mengembalikan stabilitas harga dan pasokan barang di salah satu pasar terbesar di Samarinda tersebut.

(Redaksi)

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button