Berita Terkini

Acungkan Parang ke Operator Alat Berat Karena Diduga Ilegal, Camat Tenggarong Bonyok Akibat Aksi Premanisme

POLITIKAL.ID, SAMARINDA – Camat Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Arpan Boma, mengalami cidera di bagian pelipis mata.

Kejadian itu dikatakan Arpan yang berkasnya keterangannya masuk proses BAP Polsek Tenggarong. Minggu (9/5/2021) kemarin.

“Iya betul, tapi saya baik-baik saja,” terangnya melalui pesan singkat, Senin (10/5/2021)

Seperti video dan foto yang banyak beredar di group whatshhap, Arpan yang mengenakan pakaian berwana biru, berada di lokasi yang diduga adanya aktifitas tambang ilegal, Arpan terlihat marah dan berteriak meminta pihak penambang yang berada di salah satu lahan warga itu untuk keluar.

“Keluar, kalian jalan kaki aja kesini, kalian masuk kesini gak ada ngomong dengan saya, keluar. Saya diam selama ini, kalian menjadi jadi, keluar. Saya tahu kalian gak bersalah, saya minta kalian keluar kesini. Kasih tahu Taufik, saya yang nyuruh gitu. Berhenti, seenaknya kalian ini, rusak tanah ini, orang pakai berkebun pakai cari nafkah kalian obrak abrik, rusak tanah ini,” kata Arpan yang sempat direkam dalam video berdurasi 54 detik.

Selain video kegeraman Arpan, juga terlihat foto-foto dirinya beredar dengan wajah lebam di sebelah kiri pelipus mata. Diperkirakan Arpan sempat baku hantam dengan pihak penambang di lokasi.

Sebagai informasi, saksi dari ormas KKSS melayangkan surat protesnya kepada polisi agar penambang ilegal tersebut ditangkap karena melanggar peraturan.

Sementara itu, Kapolsek Tenggarong, Iptu Rachmat Andika Prasetyo, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan lokasi diduga tambang itu berada di sebelah kebun milik Arfan.

Rachmat menambahkan, Camat Tenggarong sempat beradu mulut dengan seorang berinisial T, yang diduga melakukan aktivitas tambang ilegal.

“Pak Camat datang karena mereka ini melakukan pencabutan mesin pompa air, yang digunakan untuk masyarakat berkebun,” terang Rachmat

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Kapolsek mengungkapkan kedua pihak saat ini masih diperiksa.

“Keduanya masih kita periksa. Keduanya dipisah, Pak Camat di Polsek, dan T di Polres,” tutupnya. (*)

Show More

Related Articles

Back to top button