Internasional

Daftar Negara yang Diizinkan Iran Melintasi Selat Hormuz di Tengah Konflik

POLITIKAL.ID – Iran mulai membuka akses terbatas di Selat Hormuz dengan hanya mengizinkan kapal dari negara tertentu untuk melintas. Kebijakan ini diterapkan di tengah konflik yang memanas dengan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026.

Langkah tersebut langsung memicu perhatian dunia karena Selat Hormuz merupakan jalur vital energi global, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Iran Terapkan Sistem Izin Khusus untuk Kapal Asing

Iran tidak sepenuhnya menutup Selat Hormuz, tetapi menerapkan kontrol ketat terhadap kapal yang melintas. Otoritas Iran hanya memberikan izin kepada negara yang dinilai tidak berafiliasi dengan Amerika Serikat.

Kebijakan ini muncul setelah Garda Revolusi Iran menyatakan pengawasan penuh terhadap jalur strategis tersebut, bahkan sempat melarang seluruh kapal melintas pasca konflik meningkat.

Seiring perkembangan situasi, Iran kemudian menerapkan blokade selektif dengan membuka jalur terbatas bagi negara tertentu.

Daftar Negara yang Diizinkan Melintasi Selat Hormuz

Berdasarkan laporan intelijen maritim dan berbagai sumber internasional, berikut negara-negara yang telah mendapatkan izin melintas:

1. Pakistan

Kapal tanker berbendera Pakistan dilaporkan berhasil keluar dari Teluk melalui jalur yang telah disetujui Iran. Kapal tersebut melintas dengan pengawasan ketat otoritas setempat.

2. India

Iran juga memberikan akses kepada kapal India. Sejumlah kapal tanker pengangkut LPG berhasil melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan di India setelah adanya komunikasi bilateral.

3. Turki

Kapal milik Turki turut mendapatkan izin melintas. Persetujuan mendapat izin langsung oleh otoritas Iran setelah kapal berada di sekitar perairan tersebut.

China dan Negara Eropa Masih Menunggu Izin

Selain tiga negara tersebut, sejumlah negara lain masih melakukan negosiasi dengan Iran.

China menjadi salah satu pihak yang paling berkepentingan karena sangat bergantung pada jalur energi melalui Selat Hormuz. Pemerintah China bahkan menekankan pentingnya stabilitas pasokan energi global di tengah situasi ini.

Negara-negara Eropa seperti Prancis dan Italia juga telah mengajukan permintaan akses, namun hingga kini belum ada keputusan resmi dari Iran.

Dampak Besar bagi Perdagangan Energi Dunia

Pembatasan akses di Selat Hormuz memberikan dampak signifikan terhadap perdagangan global. Gangguan distribusi energi menyebabkan harga minyak dunia melonjak tajam akibat kekhawatiran pasokan terganggu.

Selain itu, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut juga menurun drastis sejak konflik memanas.

Strategi Iran Perkuat Kendali Jalur Energi

Pengamat menilai kebijakan Iran ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi dalam konflik geopolitik. Dengan mengontrol akses Selat Hormuz, Iran memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas energi global.

Iran sendiri menegaskan memiliki kendali penuh atas wilayah tersebut dan siap mengawasi seluruh aktivitas pelayaran secara ketat.

Kondisi ini membuat Selat Hormuz tidak hanya menjadi jalur perdagangan, tetapi juga alat tekanan geopolitik yang berdampak luas bagi dunia.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button