Dinas PUPR Kutim Pastikan Jembatan Telen Dibangun dengan Pengawasan Ketat dan Presisi Teknis

POLITIKAL.ID – Pembangunan Jembatan Telen tahun ini menjadi bukti nyata keseriusan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur (Kutim) dalam menghadirkan infrastruktur aman dan berkualitas bagi masyarakat.
Meski proyek strategis ini tidak menggunakan skema Multi Years (MY), PUPR tetap menjalankan pekerjaan secara terukur, disiplin, dan penuh kehati-hatian agar seluruh tahapan konstruksi memenuhi standar teknis terbaik.
Plt. Kadis PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menegaskan bahwa jembatan merupakan infrastruktur dengan tingkat risiko tinggi.
Karena itu, setiap tahap pekerjaan membutuhkan pengawasan ketat dan perhitungan teknis yang matang.
“Jembatan berbeda dengan proyek lain. Meski tidak masuk MY, detail teknis harus tetap sempurna karena menyangkut keamanan masyarakat,” tegas Joni.
Fokus Pekerjaan Tahun Ini: Struktur Utama yang Menentukan Kekuatan Jangka Panjang
Pada tahun anggaran ini, PUPR memberi perhatian khusus pada pembangunan struktur lantai dan elemen utama Jembatan Telen.
Bagian ini berperan sebagai penopang kekuatan jembatan dalam jangka panjang, sehingga kesalahan kecil sekalipun dapat berdampak pada keseluruhan desain konstruksi.
Tim teknis PUPR menerapkan sistem pengawasan berlapis di lapangan.
Setiap hasil pekerjaan harus melalui uji kesesuaian desain serta pemeriksaan mutu material.
Dengan pendekatan ini, PUPR memastikan fondasi kekuatan jembatan terbangun secara tepat sejak awal.
Perencanaan Tahunan Menjadi Tantangan dan Momentum
Meski tidak menggunakan skema pembiayaan berjangka panjang, PUPR Kutim tetap mampu menjaga konsistensi mutu.
Menurut Joni, pelaksanaan tahunan justru menuntut perencanaan yang lebih presisi. Setiap tahap konstruksi harus mampu berdiri sendiri namun tetap menyatu dengan desain menyeluruh jembatan.
“Ketika proyek dikerjakan tahunan, konsistensi mutu menjadi tantangan. Kami memastikan kualitas antar-tahapan tetap seragam,” ujar Joni.
PUPR terus memantau keselarasan antara perencanaan, penggunaan material, hingga implementasi di lapangan.
Setiap progres dihitung dan dievaluasi secara real time agar tidak terjadi deviasi teknis.
Melibatkan Masyarakat untuk Konstruksi yang Lebih Tepat Guna
PUPR Kutim juga mengajak masyarakat sekitar Kecamatan Telen untuk berpartisipasi dalam pekerjaan lapangan.
Keterlibatan warga tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga memperkuat pemahaman teknis terhadap kondisi lokal.
Langkah ini menjadi nilai tambah yang memperkaya kualitas konstruksi.
Dengan dukungan masyarakat, tim konstruksi dapat menyesuaikan pekerjaan dengan karakteristik geografis Telen secara lebih akurat.
Selain itu, pelibatan tenaga lokal ikut meningkatkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang sedang dibangun.
Koordinasi Berkelanjutan agar Proyek Tidak Tumpang Tindih
Dalam proses pembangunan, PUPR tetap menjaga komunikasi intensif dengan tim perencana proyek MY.
Koordinasi ini penting agar tidak terjadi duplikasi program, sekaligus memastikan arah pembangunan infrastruktur Kutim tetap berjalan dalam satu kerangka besar.
“Kami tidak ingin pembangunan berjalan parsial. Semua tetap harus dalam satu peta besar,” jelas Joni.
Jembatan Telen: Fondasi Mobilitas Masa Depan
PUPR Kutim memastikan bahwa meski tidak mengandalkan skema MY, pembangunan Jembatan Telen berjalan dengan pendekatan teknis yang kuat, teliti, dan disiplin.
Targetnya jelas, yakni menghadirkan jembatan yang kokoh, aman, dan mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat Telen selama puluhan tahun ke depan.
Dengan kerja keras dan pengawasan menyeluruh, PUPR Kutim optimistis Jembatan Telen akan menjadi salah satu infrastruktur kebanggaan masyarakat serta pendukung utama pertumbuhan ekonomi wilayah. (adv)
