DPRD Samarinda Soroti Anggaran BNN untuk Pencegahan Narkotika
POLITIKAL.ID – Keterbatasan anggaran BNN Samarinda menjadi perhatian DPRD Samarinda karena dapat menghambat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, meminta dukungan pembiayaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan lapangan, terutama untuk pengadaan alat pemeriksaan urine dan sosialisasi bahaya narkotika kepada masyarakat.
Sri Puji menilai besarnya tanggung jawab Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda belum sebanding dengan dukungan anggaran yang tersedia. Padahal, pencegahan membutuhkan sarana operasional dan program edukasi yang menjangkau masyarakat secara luas.
“Anggarannya kecil, tetapi harapannya terlalu besar,” kata Sri Puji, Rabu (14/10/2026).
Menurut dia, pemerintah perlu memberikan perhatian konkret terhadap kebutuhan operasional BNN. Dukungan tersebut penting agar lembaga itu dapat menjalankan program pencegahan secara berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi agenda kegiatan rutin.
Anggaran BNN Samarinda Perlu Sesuai Kebutuhan Lapangan
Sri Puji menyoroti keterbatasan pembiayaan yang dapat menyulitkan BNN dalam memenuhi berbagai kebutuhan pelaksanaan tugas. Ia menilai penyusunan anggaran perlu mempertimbangkan kebutuhan nyata, mulai dari perlengkapan pemeriksaan hingga kegiatan edukasi masyarakat.
Anggaran BNN Samarinda menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Tanpa dukungan operasional yang memadai, pelaksanaan program berisiko menghadapi kendala, terutama ketika petugas perlu menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.
Karena itu, Sri Puji mendorong agar perencanaan anggaran memperhitungkan kebutuhan setiap program secara terukur. Pemerintah dan pihak terkait perlu mengidentifikasi kebutuhan tersebut agar alokasi dana benar-benar mendukung pelaksanaan tugas.
Ia juga menekankan bahwa perhatian terhadap persoalan narkotika harus menghasilkan langkah nyata. Salah satunya melalui pembiayaan yang mendukung kegiatan pencegahan sesuai kebutuhan dan sasaran program.
Dengan perencanaan yang tepat, BNN dapat menyusun prioritas kegiatan berdasarkan kebutuhan lapangan. Langkah ini juga membantu memastikan bahwa pengeluaran operasional berkaitan langsung dengan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Pengadaan Cartridge Pemeriksaan Urine Jadi Perhatian
Selain kebutuhan operasional, Sri Puji menyoroti ketersediaan cartridge untuk pemeriksaan urine dengan tujuh parameter. Perlengkapan tersebut mendukung pemeriksaan sebagai bagian dari upaya mendeteksi penyalahgunaan narkotika.
Menurut Sri Puji, kebutuhan alat pemeriksaan perlu masuk dalam perencanaan anggaran secara jelas. BNN membutuhkan perlengkapan yang memadai agar petugas dapat melaksanakan pemeriksaan sesuai kebutuhan program.
Ia menilai penyusunan anggaran harus memperhitungkan kebutuhan alat sejak tahap perencanaan. Dengan begitu, pelaksanaan pemeriksaan tidak menghadapi kendala akibat keterbatasan perlengkapan.
Ketersediaan alat pemeriksaan juga perlu berjalan seiring dengan perencanaan kegiatan lainnya. Sebab, pencegahan narkotika membutuhkan dukungan sarana sekaligus langkah edukasi yang konsisten.
Meski demikian, Sri Puji tidak hanya menyoroti kebutuhan pemeriksaan. Ia juga meminta perhatian terhadap pembiayaan sosialisasi yang berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkotika.
Sosialisasi Bahaya Narkotika Perlu Menjangkau RT
Sri Puji menilai edukasi mengenai bahaya narkotika perlu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. BNN Kota Samarinda perlu memperluas sosialisasi hingga lingkungan rukun tetangga (RT) dan lembaga-lembaga lainnya.
Menurut dia, penyampaian informasi tidak cukup hanya mengandalkan imbauan secara umum. Program edukasi membutuhkan perencanaan, sasaran yang jelas, serta dukungan pembiayaan agar kegiatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Selain itu, sosialisasi di tingkat RT dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat penyebaran informasi di lingkungan tempat tinggal. Sementara itu, kegiatan di berbagai lembaga dapat membantu memperluas jangkauan edukasi kepada kelompok masyarakat yang berbeda.
Namun, perluasan jangkauan sosialisasi membutuhkan dukungan operasional. Karena itu, perencanaan anggaran harus memperhitungkan kebutuhan kegiatan edukasi bersama kebutuhan perlengkapan pemeriksaan.
Sri Puji menegaskan bahwa kedua kebutuhan tersebut memiliki peran dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan narkotika. Pengadaan alat membantu menunjang pemeriksaan, sedangkan sosialisasi memperluas penyampaian informasi mengenai risiko narkotika kepada masyarakat.
Sri Puji Minta Penganggaran Lebih Terarah
Sri Puji meminta pihak terkait memberikan perhatian lebih serius terhadap kebutuhan anggaran BNN Samarinda. Ia menilai pemerintah perlu menerjemahkan perhatian terhadap persoalan narkotika ke dalam kebijakan pembiayaan yang konkret.
“Persoalan ini perlu mendapat perhatian. Bentuk perhatiannya harus jelas, salah satunya melalui penganggaran. Anggaran itu harus diarahkan untuk mendukung upaya pencegahan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya hubungan antara perencanaan anggaran dan pelaksanaan program. Alokasi dana perlu mengikuti kebutuhan yang telah diidentifikasi agar setiap kegiatan memiliki dukungan operasional yang sesuai.
Sri Puji kembali mencontohkan pengadaan cartridge untuk pemeriksaan tujuh parameter dan pembiayaan sosialisasi kepada masyarakat. Menurut dia, kedua kebutuhan itu perlu mendapat pertimbangan dalam penyusunan anggaran.
“Misalnya, dengan membeli cartridge atau alat ukur untuk pemeriksaan tujuh parameter tadi. Sosialisasi juga memerlukan anggaran, baik kepada masyarakat di tingkat RT maupun ke lembaga-lembaga lainnya,” tutupnya.
Dorongan tersebut menempatkan dukungan anggaran sebagai salah satu perhatian dalam upaya pencegahan narkotika di Samarinda. Namun, bahan informasi yang tersedia belum memuat keputusan mengenai perubahan alokasi anggaran maupun langkah tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Karena itu, kebutuhan pembiayaan untuk perlengkapan pemeriksaan dan sosialisasi masih menjadi pokok perhatian yang disampaikan Sri Puji. Ia menekankan bahwa dukungan anggaran harus sejalan dengan tanggung jawab BNN dalam menjalankan program pencegahan.
Metadata SEO
Frasa kunci utama: Anggaran BNN Samarinda
Judul SEO: Anggaran BNN Samarinda untuk Pencegahan Narkotika
Slug: anggaran-bnn-samarinda-pencegahan-narkotika
Meta description: Anggaran BNN Samarinda menjadi sorotan DPRD. Sri Puji Astuti meminta dukungan untuk alat pemeriksaan urine dan sosialisasi bahaya narkotika.
Keterangan gambar: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menyoroti kebutuhan anggaran BNN untuk mendukung pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Tagar: BNN Samarinda, Anggaran BNN Samarinda, DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, Pencegahan Narkotika, Bahaya Narkotika, Penyalahgunaan Narkotika, Edukasi Narkoba, Sosialisasi Narkotika, Pemeriksaan Urine, Cartridge Pemeriksaan, Komisi IV DPRD, Pemerintah Samarinda, Berita Samarinda, Berita Kaltim, Kalimantan Timur, Pemberantasan Narkoba, Pencegahan Narkoba, Kesehatan Masyarakat, Kebijakan Anggaran
(Redaksi)
