Kaltim

EL. Nova Saefuddin Zuhri Optimistis Panjat Tebing Kaltim Bangkit, Fokus Pembinaan dan Sinergi Organisasi

POLITIKAL.ID – Semangat kebangkitan prestasi panjat tebing Kalimantan Timur mengemuka dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kaltim 2026. Di tengah tantangan persaingan olahraga yang semakin ketat, forum ini menjadi titik konsolidasi penting untuk menata ulang strategi pembinaan atlet menuju agenda besar, mulai dari Porprov VIII Paser hingga Babak Kualifikasi PON 2028.

Ketua Pengprov FPTI Kaltim, EL. Nova Saefuddin Zuhri, menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan panjat tebing di Benua Etam. Ia optimistis, dengan dukungan solid dari seluruh pengurus kabupaten/kota, FPTI Kaltim mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di level nasional maupun internasional.

“Rapat kerja ini merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi program yang telah berjalan, sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan dalam meningkatkan prestasi panjat tebing di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan olahraga tidak hanya ditentukan oleh potensi atlet, tetapi juga oleh kualitas manajemen organisasi. Karena itu, ia mendorong agar forum Rakerprov ini menghasilkan gagasan konstruktif, inovatif, dan terukur, serta dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Nova juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia, baik dari sisi atlet, pelatih, maupun juri. Ia menilai, peningkatan kualitas pembinaan harus menjadi prioritas utama untuk menjawab tantangan kompetisi yang semakin kompetitif.

“Kita harus memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas pelatih dan juri, serta memperkuat sinergi antar pengurus di semua tingkatan,” tegasnya.

Porprov VIII Tetap Sesuai Jadwal

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras, memberikan arahan tegas agar FPTI Kaltim segera bergerak cepat menghadapi dua agenda besar yang sudah di depan mata.

Menurut Rusdi, pelaksanaan Porprov VIII di Kabupaten Paser telah dipastikan tetap berlangsung sesuai jadwal pada November 2026. Keputusan ini diambil setelah melalui pembahasan bersama antara pemerintah daerah, KONI, dan tuan rumah.

“Seluruh kabupaten dan kota sepakat mendukung pelaksanaan Porprov tidak ditunda ke tahun 2027,” ujarnya saat membuka Rakerprov.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pelaksanaan Porprov akan tetap menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran. Salah satu langkah yang diambil adalah merampingkan jumlah nomor pertandingan, tanpa mengurangi jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan.

Langkah ini dinilai penting agar pelaksanaan Porprov tetap relevan dengan skema pertandingan di tingkat nasional, khususnya Pekan Olahraga Nasional (PON).

Selain Porprov, perhatian juga diarahkan pada persiapan Babak Kualifikasi PON 2028 yang akan digelar pada 2027. Rusdi menegaskan bahwa waktu persiapan yang tersisa harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh cabang olahraga, termasuk panjat tebing.

Ia berharap FPTI Kaltim dapat menyusun program pembinaan yang lebih terarah, terukur, dan berorientasi pada prestasi jangka panjang.

Dalam forum tersebut, seluruh peserta Rakerprov juga didorong untuk aktif memberikan masukan dan ide-ide strategis. Kolaborasi antar pengurus dinilai menjadi kunci dalam membangun organisasi yang solid dan profesional.

Elly menambahkan, semangat kebersamaan harus terus dijaga agar FPTI Kaltim mampu menghadapi tantangan ke depan dengan optimisme.

“Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang kolaborasi yang produktif dan penuh semangat kebersamaan,” katanya.

Dengan sinergi yang kuat antara pengurus, pelatih, dan atlet, FPTI Kaltim diyakini mampu kembali menorehkan prestasi dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

(*)

Show More

Related Articles

Back to top button