Arah Politik

Hasto Kristiyanto Pantau Tata Kota Samarinda Sambil Jogging 5 KM ke Citra Niaga

POLITIKAL.ID  – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memanfaatkan kunjungannya ke Samarinda dengan cara yang menyentuh langsung generasi muda. Ia menggelar kegiatan lari pagi (Jogging) bersama komunitas anak muda setempat, menempuh rute sejauh 5 kilometer yang sekaligus menjadi ajang kebersamaan dan refleksi atas peran pemuda dalam pembangunan kota.

Rombongan berangkat dari Jalan Perniagaan, ditemani figur muda seperti Erwin Avietta dan Cintya Labetta. Jalur lari melewati sejumlah titik strategis, mulai dari Teras Samarinda, depan Kantor Gubernur Kaltim, Taman Samarinda, hingga kawasan RS Darjat, sebelum berakhir di pusat perbelanjaan ikonik Citra Niaga.

Dalam kesempatan itu, Hasto menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga dan mengawasi kualitas ruang publik.

Sepanjang perjalanan, Hasto secara khusus menyoroti kualitas fasilitas publik yang ada.

“Pagi ini kami lari bukan sekadar untuk mencari keringat, tapi untuk melihat bagaimana peradaban sebuah kota itu tumbuh. Di Samarinda, kita bisa melihat kemajuan itu langsung dari hal yang sederhana seperti trotoar, drainage, dan kebersihannya. Jika trotoarnya sudah bagus dan nyaman bagi pejalan kaki, itu adalah ciri kemanusiaan dihargai,” ujar Hasto.

Apresiasi Kepemimpinan Daerah

Ia juga menyinggung mengenai efektivitas kepemimpinan daerah dalam membangun fasilitas kota.

“Saya mendapat banyak laporan dari kader-kader di sini mengenai kinerja baik Pak Walikota Andi Harun. Hari ini saya turun langsung, melihat sendiri banyak kemajuan kota setelah dipimpin walikota sekarang. Keberhasilan menata kota adalah bukti kepemimpinan yang bervisi kerakyatan,” lanjutnya.

Meski berhasil menuntaskan rute hingga finis, Hasto mengungkapkan bahwa dirinya melakukan kegiatan tersebut dalam kondisi fisik yang tidak sepenuhnya prima. Ia mengaku sempat mengalami insiden kecil yang membuat bagian pahanya lebam.

“Jujur saja, paha saya sebenarnya masih agak lebam karena ada insiden kecil minggu lalu. Tapi semangat anak-anak muda Samarinda ini menular, jadi tidak terasa tadi kita bisa selesaikan lari 5 kilometer dan jalan kaki sekitar 1 kilometer sampai ke Citra Niaga,” jelasnya.

Rekor pribadi Hasto dalam dunia lari memang patut diacungi jempol. Di Borobudur Marathon 2025, ia berhasil menyelesaikan kategori 10K dengan catatan waktu 1 jam 21 menit—memecahkan rekor pribadinya yang sebelumnya 1 jam 28 menit di Victoria Run 2024.

Kebiasaan berolahraga ini telah menjadi ciri khas Hasto di setiap kunjungan kerja. Sebelumnya, Hasto melakukan kunjungan kerja sekaligus berolahraga di Pulau Rote, NTT, Makassar Sulawesi Selatan dan Pekanbaru, Riau.

Lari sebagai Instrumen Sosial

Baginya, berlari adalah instrumen untuk melihat realitas sosial secara langsung.

“Bagi saya, lari itu adalah cara terbaik mengenal sebuah kota. Dengan berlari, kita bisa merasakan denyut nadi kehidupan masyarakat, melihat kebersihan lingkungan, dan keramahan kotanya. Kota yang maju itu tercermin dari taman-tamannya yang hidup, perpustakaan yang diakses warga, dan bagaimana transportasi publiknya melayani rakyat dengan baik,” tambahnya lagi.

Setibanya di garis finis di Jalan Citra Niaga, rombongan disambut oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis, bersama jajaran pengurus daerah lainnya. Mereka kemudian beristirahat sejenak sambil menikmati sarapan dan kopi di Warung Kopi Hai Nan, salah satu kedai kopi legendaris di Samarinda.

Dalam suasana santai tersebut, Hasto kembali menekankan filosofi kesehatan dalam kepemimpinan. Ia mengutip jargon yang dipopulerkan oleh Presiden Pertama RI Soekarno.

“Kita harus ingat prinsip mens sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Pemimpin dan anak muda harus punya fisik yang tangguh untuk membangun peradaban bangsa kita ke depan. Tanpa disiplin raga, sulit bagi kita untuk memiliki disiplin jiwa dalam melayani rakyat,” tegas Hasto.

Ia menutup rangkaian kegiatan paginya dengan memberikan apresiasi terhadap revitalisasi kawasan ekonomi rakyat. “Melihat Citra Niaga sekarang, saya optimis Samarinda bisa menjadi contoh bagaimana ruang ekonomi rakyat dikelola dengan sentuhan estetika yang baik. Inilah yang kita harapkan dari setiap kota di Indonesia,” pungkasnya.

(*)

Show More

Related Articles

Back to top button