
POLITIKAL.ID – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengikuti sekaligus bertugas sebagai khatib dalam pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Raya Darussalam, Jalan K.H. Abdullah Marisie No. 1, Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, Sabtu (21/3/2026).
Dalam khutbahnya, Andi Harun menekankan pentingnya menjadikan momentum Ramadan hingga 1 Syawal sebagai waktu untuk melakukan evaluasi diri atau muhasabah, baik sebagai individu, keluarga, maupun sebagai bagian dari masyarakat.
“Setiap Ramadan menuju 1 Syawal adalah momentum untuk bermuhasabah. Kita semua, mulai dari pemimpin masyarakat sampai ke keluarga, harus mengevaluasi diri, memperbaiki kekurangan, dan berkomitmen meningkatkan kualitas diri, baik di hadapan Allah maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Andi Harun.
Ia mengingatkan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Namun, menurutnya, hal terpenting adalah bagaimana seseorang mampu bangkit, bertaubat, serta memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.
“Tidak ada manusia yang sempurna. Kita semua pernah berbuat salah dan memiliki kekurangan. Yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaiki diri dari kesalahan di masa lalu untuk menjadi lebih baik di masa depan,” katanya.
Ramadan Sebagai Bekal Kehidupan
Menurut Andi Harun, semangat Ramadan seharusnya tidak berhenti setelah bulan suci berakhir, melainkan menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyebutkan, salah satu tujuan utama dari ibadah di bulan Ramadan adalah membentuk pribadi yang Rabbani, yakni manusia yang senantiasa terhubung dengan Tuhan sepanjang hayat.
“Kita ingin menjadi manusia Rabbani, manusia yang selalu terhubung dengan Allah dalam setiap aspek kehidupan kita, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi sepanjang hayat,” ujarnya.
Dalam khutbah tersebut, Andi Harun juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum membuka lembaran baru dengan hati yang lebih bersih serta memperkuat keimanan.
“Melalui Idulfitri ini, mari kita buka lembaran baru. Kita perbaiki hubungan dengan Allah, dan juga hubungan dengan sesama manusia,” katanya.
Peningkatan Kualitas Sosial
Ia menambahkan bahwa kualitas kehidupan sosial masyarakat juga harus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya kualitas spiritual.
“Selain memperbaiki diri secara pribadi, kita juga harus meningkatkan kualitas kehidupan sosial, saling menghargai, saling membantu, dan menjaga kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Andi Harun berharap nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan dapat terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Momentum Ramadan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Maka setelahnya, kita harus menjaga komitmen tersebut agar menjadi pribadi yang lebih baik, baik secara spiritual maupun sosial,” ucapnya.
Pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Raya Darussalam berlangsung khidmat. Ribuan jamaah yang memadati area masjid hingga halaman sekitar. Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol kebersamaan masyarakat Samarinda dalam merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
(*)

