Kylian Mbappe Picu Kontroversi China, Sensor Internet Jadi Sorotan

Kylian Mbappe menjadi sorotan setelah komentarnya mengenai meme yang diduga menampilkan Mao Zedong memicu kontroversi di China./IST
POLITIKAL.ID – Kontroversi Kylian Mbappe di China tidak hanya memicu pemutusan kontrak komersial dan penghentian siaran La Liga. Kasus ini juga membuka persoalan mengenai ketatnya sensor internet di negara tersebut. Ironisnya, ketika kecaman terhadap bintang Real Madrid itu menyebar luas, sebagian masyarakat China justru kesulitan mengetahui pernyataan yang memicu kemarahan publik.

Persoalan bermula dari sebuah video wawancara yang beredar menjelang acara penghargaan Ballon d’Or di London, Senin (26/10/2026).

Dalam video tersebut, Mbappe membicarakan meme yang menampilkan wajahnya pada tubuh seorang tokoh yang menyerupai Mao Zedong, mantan pemimpin Partai Komunis China.

Pemain asal Prancis itu menyebut meme tersebut sebagai salah satu gambar paling lucu yang pernah dilihatnya. Ia juga menggambarkan sosok dalam gambar tersebut sebagai seorang diktator China.

Meskipun Mbappe tidak menyebut nama Mao secara langsung, pernyataannya segera memicu reaksi keras di media sosial China.

Kontroversi Kylian Mbappe di China Meluas

Gelombang kecaman berkembang dengan cepat setelah video tersebut menyebar. Sejumlah perusahaan besar China kemudian menghentikan kerja sama komersial dengan Mbappe.

Perusahaan minuman Dongpeng, produsen susu Mengniu, dan perusahaan keju Milkground termasuk pihak yang memutuskan hubungan kerja sama. Ketiganya menyampaikan penolakan terhadap tindakan yang mereka nilai menyinggung perasaan nasional masyarakat China.

Dampaknya juga menjalar ke industri penyiaran sepak bola. China Media Group (CMG), perusahaan induk penyiar televisi pemerintah CCTV, menghentikan penayangan pertandingan La Liga di China.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan sikap pemerintah terhadap kontroversi tersebut.

“Perkataan dan tindakan yang melukai perasaan rakyat China secara alami akan menghadapi penolakan bersama dari berbagai kalangan masyarakat China,” kata Guo Jiakun dalam konferensi pers, Rabu (28/10/2026).

Sensor Internet Membuat Publik China Kebingungan

Di tengah besarnya gelombang protes, muncul situasi yang menarik perhatian. Banyak pengguna internet China mengetahui kontroversi Mbappe, tetapi tidak memahami secara jelas pernyataan yang memicu persoalan tersebut.

Sistem sensor internet China membatasi penyebaran informasi yang dianggap sensitif secara politik. Akibatnya, sejumlah unggahan mengenai video Mbappe mengalami pengaburan gambar, penghapusan kata tertentu, hingga penyuntingan bagian yang merujuk kepada Mao.

Bahkan, beberapa pengguna media sosial berusaha mencari penjelasan melalui chatbot kecerdasan buatan. Namun, pembatasan informasi yang berlaku pada layanan digital di China membuat mereka kesulitan memperoleh konteks secara utuh.

Sebagian pengguna kemudian memakai istilah tidak langsung untuk menyebut Mao. Mereka menggunakan ungkapan seperti tokoh yang wajahnya terpampang pada uang kertas 100 yuan.

Situasi tersebut memperlihatkan bagaimana pengendalian informasi dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap sebuah peristiwa. Kecaman berkembang melalui media sosial, sementara informasi mengenai pemicu kontroversi justru tidak tersebar secara terbuka.

Sosok Mao Zedong dan Sensitivitas Politik China

Mao Zedong merupakan tokoh sentral dalam sejarah modern China. Ia memimpin Partai Komunis China meraih kemenangan dalam perang saudara dan mendirikan Republik Rakyat China pada 1949.

Namun, masa pemerintahannya juga meninggalkan catatan sejarah yang kontroversial. Kebijakan Lompatan Jauh ke Depan dan Revolusi Kebudayaan memicu kelaparan massal, kekerasan politik, serta penderitaan masyarakat dalam skala besar.

Meski demikian, Partai Komunis China tetap menempatkan Mao sebagai tokoh penting dalam sejarah pembentukan negara. Narasi resmi partai menilai pencapaiannya lebih besar daripada kesalahan yang terjadi selama pemerintahannya.

Karena itu, kritik atau candaan yang berkaitan dengan Mao memiliki sensitivitas politik tersendiri. Pemerintah China juga memiliki aturan hukum yang melarang penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap para martir dan pahlawan yang diakui negara.

Mbappe Meminta Maaf, Kemarahan Belum Mereda

Menghadapi tekanan tersebut, Mbappe akhirnya menyampaikan permintaan maaf pada Selasa (27/10/2026). Ia mengakui bahwa komentarnya kurang tepat dan memahami dampaknya terhadap masyarakat China.

Dalam pernyataan yang disampaikan menggunakan bahasa Prancis, Mandarin, dan Inggris.

“Komentar saya merupakan penilaian yang keliru. Saya sekarang memahami bahwa perkataan tersebut telah menyakiti banyak orang di China dan komunitas China di berbagai belahan dunia. Saya meminta maaf kepada semua pihak yang merasa tersinggung.” Kata Mbappe dengan penuh penyesalan.

Real Madrid dan La Liga juga menyampaikan permintaan maaf. Keduanya berupaya meredakan kontroversi yang berpotensi memengaruhi hubungan sepak bola Spanyol dengan pasar China.

Pemerintah China menyatakan menerima permintaan maaf tersebut secara serius, Namun, hingga perkembangan itu, belum ada kepastian mengenai pemulihan siaran pertandingan La Liga di televisi pemerintah.

Peristiwa ini juga memperlihatkan perbedaan respons masyarakat di dalam dan luar China. Sejumlah pengguna diaspora China justru membela Mbappe dan mempertanyakan kerasnya reaksi terhadap candaan tersebut.

(Redaksi)

POIN UTAMA

  • 01 POLITIKAL.ID - Kontroversi Kylian Mbappe di China tidak hanya memicu pemutusan kontrak komersial dan penghentian siaran La Liga.
  • 02 Kasus ini juga membuka persoalan mengenai ketatnya sensor internet di negara tersebut.
  • 03 Ironisnya, ketika kecaman terhadap bintang Real Madrid itu menyebar luas, sebagian masyarakat China justru kesulitan mengetahui pernyataan yang memicu kemarahan publik.
vns
Tentang penulis

vns

Tim redaksi Politikal.id berfokus pada liputan isu pemerintahan, politik daerah, dan kebijakan publik di Kalimantan Timur dan Indonesia.

Lihat artikel lainnya →
WhatsApp

IKUTI PERKEMBANGAN TERKINI

Dapatkan berita pilihan, analisa mendalam, dan isu strategis langsung ke email Anda setiap hari.