Pengukuhan HWBS Samarinda Masa Bakti 2025-2030
POLITIKAL.ID – Pengurus Himpunan Warga Buton Samarinda (HWBS) masa bakti 2025-2030 dikukuhkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan warga Buton sekaligus menjaga kontribusi masyarakat terhadap pembangunan Kota Samarinda.
Bertempat di kantor Aula Baperida Pemkot Samarinda, Pengukuhan tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh pengurus yang baru dikukuhkan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Saefuddin berharap kepercayaan yang diberikan kepada para pengurus dapat menjadi tanggung jawab bersama untuk membangun organisasi yang solid dan mampu menjadi wadah komunikasi warga Buton di Samarinda.
Menurutnya, keberadaan organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam membangun komunikasi antara warga dan pemerintah.
Ia menilai hubungan yang baik antara pemerintah dengan berbagai kelompok masyarakat akan membantu menciptakan suasana Kota Samarinda yang lebih aman, nyaman, bersih, dan maju.
“Pemerintah Kota Samarinda mengharapkan kebersamaan warga keturunan Buton yang ada di Kota Samarinda,” ujar Saefuddin, Sabtu (26/9/2026).
Ia menekankan pembangunan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat dan berbagai organisasi kemasyarakatan agar program pembangunan dapat berjalan secara bersama-sama.
“Pemerintah sendiri mungkin tidak bisa berjalan tanpa ada masyarakat semuanya,” katanya.
Saefuddin juga mengapresiasi komunikasi dan interaksi yang selama ini terjalin di antara warga Buton di Samarinda. Menurutnya, keberagaman masyarakat harus menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan di tengah kehidupan masyarakat kota.
Ia berharap pengurus HWBS dapat menjadi penghubung yang mampu menjaga komunikasi dengan anggotanya sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan sekitar.
“Kalau sudah interaksi dengan baik, Pemerintah Kota Samarinda mengharapkan kebersamaannya terhadap warga keturunan Buton yang ada di Kota Samarinda,” ucapnya.
HWBS Samarinda Didorong Jadi Penguat Persatuan Warga Buton
Saefuddin juga mengingatkan bahwa dinamika dalam kehidupan bermasyarakat merupakan hal yang tidak dapat sepenuhnya dihindari.
Perbedaan pendapat maupun persoalan di tingkat masyarakat, menurutnya, dapat diselesaikan melalui komunikasi dan peran para pemimpin organisasi.
Karena itu, ia berharap kepengurusan HWBS yang baru dapat menjalankan organisasi dengan tenang, terbuka, dan mengedepankan komunikasi.
“Kalau itu sudah, pimpinannya sudah istilahnya tenang, nyaman, insyaallah nyaman juga. Bisa punya komunikasi,” ujarnya.
Warga Buton Samarinda Diminta Terus Bersinergi dengan Pemerintah
Dalam kesempatan tersebut, Saefuddin juga tampil mengenakan kain dan topi adat Buton. Busana tersebut menjadi bagian dari suasana pengukuhan yang menampilkan identitas budaya masyarakat Buton di Kota Samarinda.
Menurut Saefuddin, keberadaan warga Buton merupakan bagian dari keberagaman masyarakat yang ikut membangun Samarinda.
Ia berharap seluruh warga Buton dapat terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat lainnya.
“Insyaallah warga Kota Samarinda bersama-sama pemerintah bisa maju dan bisa aman dan nyaman,” pungkasnya.

