Polda Metro Jaya: Foto Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras Yang Beredar Produk AI

POLITIKAL.ID – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, memberikan klarifikasi terkait beredarnya foto wajah diduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Budi menegaskan bahwa gambar yang viral di media sosial tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pihak kepolisian menilai peredaran foto tersebut bersifat menyesatkan dan berpotensi mengganggu proses hukum yang sedang berjalan.
Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa tim di lapangan menemukan adanya unggahan berupa tangkapan layar CCTV yang menggambarkan dua orang terduga pelaku. Namun, setelah melakukan verifikasi, pihak Polda Metro Jaya meyakini bahwa visual tersebut bukan merupakan data asli dari kamera pengawas. Polisi menduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menciptakan gambar tersebut untuk mengaburkan penyelidikan.
Polda Metro Jaya Minta Masyarakat Waspada Informasi Palsu
Penyidik melihat fenomena ini sebagai upaya intervensi terhadap fokus kerja kepolisian. Budi mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial. Menurutnya, unggahan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya hanya akan menghambat pengejaran pelaku yang sebenarnya. Oleh karena itu, warga perlu mendukung integritas data yang penyidik kumpulkan di lapangan.
Selain itu, Kombes Budi Hermanto menghimbau publik agar tidak terprovokasi oleh narasi yang belum tervalidasi. Ia menekankan bahwa Polda Metro Jaya ingin proses penyelidikan berlangsung secara fokus dan objektif. Polisi tidak ingin intervensi digital yang sengaja dibuat oleh oknum tertentu mengalihkan perhatian tim dari bukti-bukti autentik yang sudah ada.
Selanjutnya, pihak kepolisian meminta ruang dan waktu dari seluruh warga masyarakat untuk menuntaskan kasus ini secara paripurna. Penanganan perkara penyiraman cairan berbahaya ini membutuhkan ketelitian teknis agar hasilnya akurat secara hukum. Budi menegaskan bahwa personelnya terus bekerja keras untuk segera menangkap dua orang yang melakukan aksi keji tersebut.
Kronologi Peristiwa Penyiraman Air Keras
Peristiwa penyerangan terhadap Andrie Yunus sendiri terjadi di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Kejadian tersebut berlangsung saat korban sedang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara diskusi di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Berdasarkan laporan awal, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba mendekati korban dan menyiramkan zat kimia berbahaya.
Hingga saat ini, tim gabungan masih mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa rekaman CCTV asli di sekitar lokasi kejadian. Polda Metro Jaya memastikan akan terus memperbarui perkembangan kasus ini kepada publik secara transparan. Polisi berjanji akan menyeret pelaku ke pengadilan guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka terhadap aktivis kemanusiaan tersebut.
Masyarakat yang memiliki informasi valid terkait keberadaan pelaku dapat menghubungi pihak berwajib melalui saluran komunikasi resmi. Budi menutup keterangannya dengan harapan agar semua pihak tetap tenang dan memercayakan proses hukum sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
(Redaksi)


