Uncategorized

Bukan 9, Ternyata Ada 250an Desa yang Belum Teraliri Listrik PLN di Kaltim

POLITIKAL.ID, SAMARINDA – Data PLN yang menyebut hanya ada 9 desa di Kaltim yang belum teraliri listrik, dibantah oleh Kepala Dinas ESDM Kaltim. Padahal sebelumnya, Rahmatan, Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketanagalistrikan (UP2K) Kaltim menjelaskan, sesuai data rekonsilasiasi antara PLN dan ESDM, hanya ada 9 desa, namun masih ada desa belum teraliri listrik PLN yang tidak terdaftar di data base PLN.

“Tahun sebelumnya kami sudah mendeclaire bahwa Kaltim semua desa sudah berlistrik. Tapi hasil rekonsiliasi tadi pihak ESDM menyatakan ada 9 desa yang belum berlistrik. Karena masih listrik swadaya. Bukan berarti di Kukar tidak ada. Ada desa yang masih listrik swadaya, tapi tidak ada penjelasan lebih lanjut. Entahlah dari pihak ESDM, yang pasti tidak masuk dalam daftar yang 9 itu,” kata Rahmatan.

Wahyu Widhi Heranata, Kepala Dinas ESDM Kaltim menyebut, rasio elektrifikasi Kaltim berada di bawah elektrifikasi nasional. Elektrifikasi Kaltim 88 persen, sementara elektrifikasi nasional mencapai 99 persen. Untuk hasil rekonsiliasi ESDM Kaltim bersama PLN, di Kaltim ada sekitar 250an desa yang belum teraliri listrik.

“Hasil rekon kemarin itu masih ada sekitar 250an desa dari 10 kabupaten/kota yang belum teraliri jaringan listrik PLN.
Kami ada program di kantor itu tidak terlalu besar di 2020, itu nanti akan membantu beberapa desa untuk memasang jaringan listrik. Nah, itu detailnya di kepala bidang ketenagalistrikan lah, Pak Vincen,” kata Wahyu Widhi.

Tahun 2020 ini, ESDM Kaltim juga akan melaksanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), yang bersumber dari APBD Kaltim. Diharapkan, dengan PLTS ini mampu memenuhi energi listrik di desa-desa yang belum mendapat sambungan listrik dari PLN.

“Tahun ini juga kami ada kegiatan untuk PLTS yang terpusat pake tenaga surya. Kegiatan itu sudah dianggarkan dari APBD. Kita juga masih berupaya secara nasional meminta dana untuk mengaktifkan anggaran,” jelasnya.

Defisit energi listrik memaksa Kaltim wajib menghemat energi. Salah satu cara yang dicanangkan oleh ESDM Kaltim, adalah bekerja sama Perusda Ketenagalistrikan, untuk kegiatan kantor-kantor pemerintahan dan swasta menghemat listrik.

“Di sisi lain, kami juga bekerja sama dengan Perusda Ketenagalistrikan terkait kantor kantor yang hemat listrik, nanti ada programnya,” pungkasnya. (*)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button