Walikota Samarinda Andi Harun: Realisasi Layanan Air Bersih Telah Mencapai 84 Persen

POLITIKAL.ID – Pemerintah Kota Samarinda mencatat kemajuan signifikan dalam penyediaan layanan air bersih bagi warga melalui Perumdam Tirta Kencana. Saat ini, cakupan distribusi air bersih sudah menyentuh angka 84 persen dari total wilayah kota.
Walikota Samarinda Andi Harun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan fasilitas dasar ini hingga mencapai target maksimal.
“Pemerintah kota menargetkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi seluruh warga rampung dalam beberapa tahun ke depan”, Terang Andi Harun
Fokus utama saat ini terletak pada percepatan pembangunan infrastruktur distribusi. Strategi ini bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati akses air layak konsumsi secara merata.
Walikota Samarinda Andi Harun Optimis Target 2029 Tercapai
Angka 84 persen tersebut menjadi landasan kuat bagi pemerintah daerah untuk menatap masa depan layanan publik yang lebih baik.
Andi Harun menyampaikan proyeksi jangka panjang tersebut saat menghadiri pertemuan dengan jajaran direksi dan staf Perumdam Tirta Kencana. Ia melihat tren positif dalam kinerja perusahaan daerah tersebut selama setahun terakhir.
Pemerintah optimistis bahwa grafik kenaikan layanan ini akan terus bergerak naik secara konsisten. Target telah ditetapkan untuk memastikan setiap rumah tangga di Samarinda terkoneksi dengan jaringan air bersih.
Walikota percaya bahwa kerja keras tim teknis di lapangan akan membuahkan hasil sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Andaikan target kita 100 persen di 2029, insyaallah bisa tercapai,” ujar Andi Harun.
Pernyataan tersebut menunjukkan keyakinan pemerintah terhadap peta jalan pembangunan yang sedang berjalan.
Walikota meminta seluruh elemen di Perumdam Tirta Kencana untuk menjaga ritme kerja dan kualitas pelayanan. Sinergi antara kebijakan anggaran dan eksekusi teknis menjadi kunci utama dalam mencapai target seratus persen tersebut.
Tantangan Teknis dan Pengolahan Air Baku
Meskipun menunjukkan tren perbaikan, operasional layanan air bersih di Samarinda masih menghadapi sejumlah tantangan nyata.
Karakteristik sumber air baku yang berasal dari sungai menjadi faktor utama yang mempengaruhi stabilitas distribusi. Kondisi sungai yang fluktuatif memaksa tim teknis untuk bekerja lebih ekstra dalam menjaga kualitas air.
Faktor alam ini mengharuskan setiap instalasi pengolahan melakukan perawatan mesin dan pembersihan bak penampungan secara rutin. Perawatan berkala tersebut memang terkadang berdampak pada penghentian distribusi sementara ke pelanggan.
Namun, langkah ini sangat penting untuk menjaga standar kebersihan air yang sampai ke rumah warga.
“Kita menyadari kendala teknis itu, namun upaya perbaikan terus dilakukan agar layanan tidak terganggu terlalu lama,” kata Andi Harun.
Ia menjelaskan bahwa manajemen sedang mencari solusi teknologi untuk meminimalisir durasi gangguan saat masa perawatan berlangsung. Pemerintah terus memantau setiap gangguan distribusi agar penanganan di lapangan berjalan lebih cepat.
Rencana Jangka Panjang 2025-2029
Pemerintah Kota Samarinda telah menyusun kerangka kerja yang jelas dalam rencana pembangunan jangka panjang. Periode 2025 hingga 2029 menjadi masa krusial untuk menuntaskan sisa 16 persen wilayah yang belum teraliri air bersih.
Alokasi anggaran dan pengembangan teknologi pengolahan menjadi prioritas dalam kurun waktu tersebut.
Kolaborasi yang kuat antara pemerintah kota dan manajemen Perumdam menjadi mesin penggerak utama perubahan ini.
Andi Harun menilai bahwa transparansi dan akuntabilitas kinerja perusahaan daerah telah mengalami peningkatan besar. Hal ini memberikan rasa percaya diri bagi pemerintah untuk terus mendukung program-proyek strategis di bidang air bersih.
Kini, pemerintah fokus pada peningkatan kualitas air serta kontinuitas aliran selama 24 jam penuh. Selain memperluas cakupan, kualitas layanan menjadi indikator keberhasilan yang tidak kalah penting bagi masyarakat.
Upaya berkelanjutan ini merupakan bagian dari misi besar pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup dan kesehatan warga Samarinda melalui akses air bersih yang berkualitas.
(Redaksi)
