Wawali Samarinda Hadiri Tabligh Akbar “Berambai Berdzikir”, Ajak Warga Muhasabah Sambut 2026

POLITIKAL.ID – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menghadiri kegiatan Tabligh Akbar bertajuk “Berambai Berdzikir” dalam rangka muhasabah akhir tahun yang digelar Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD PWNU) Kalimantan Timur bekerja sama dengan Majelis Al-Awwabien. Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung di Kelurahan Berambai, Kecamatan Samarinda Utara, Minggu (21/12/2025).
Kegiatan keagamaan tersebut menjadi momentum refleksi diri menjelang pergantian tahun sekaligus upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Berambai, Kecamatan Samarinda Utara.
kegiatan ini juga di hadiri sejumlah ulama Nahdatu ulama seperti rois syuriyah KH.M.Ali Cholil, KH. Buhori Noor, ketua LD PWNU Ustad Rudini, dan sejumlah tokoh ulama Nahdatul Ulama lainnya.
Wakil Wali Kota Apresiasi Peran LD PWNU Kaltim
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi kepada LD PWNU Kalimantan Timur yang dinilainya konsisten menghadirkan kegiatan keagamaan sebagai sarana pembinaan spiritual dan sosial masyarakat.
“Pemerintah Kota Samarinda menyambut baik kegiatan keagamaan seperti ini. LD PWNU Kaltim telah menjadi mitra strategis dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat,” ujar Saefuddin.
Momentum Muhasabah Akhir Tahun
Ia juga mengajak masyarakat untuk menyimak dan mengamalkan tausiyah yang disampaikan oleh KH Muhammad Yusuf dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebagai penguatan ibadah individu, tetapi juga dalam membangun kepedulian sosial.
Memasuki momen muhasabah akhir tahun, Saefuddin mengingatkan pentingnya refleksi diri atas amal perbuatan yang telah dilakukan sepanjang tahun. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surat Al-Hasyr ayat 18 yang mengingatkan umat beriman untuk memperhatikan apa yang telah diperbuatnya sebagai bekal kehidupan mendatang.
“Momentum muhasabah ini mengingatkan kita untuk merenung, sejauh mana amal kita mendekatkan diri kepada Allah SWT dan apa yang perlu kita perbaiki di tahun yang akan datang,” katanya.
Kota Samarinda Kedepankan Nilai-Nilai Keagamaan
Saefuddin menegaskan, Samarinda sebagai kota peradaban yang religius senantiasa mengedepankan nilai-nilai keagamaan dalam proses pembangunan. Pemerintah Kota Samarinda, kata dia, berkomitmen untuk terus mendukung program-program keagamaan yang membawa dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat.
Melalui kegiatan Tabligh Akbar Berambai Berdzikir, ia berharap masyarakat dapat memperoleh siraman rohani sekaligus memperkuat ikatan silaturahmi antarwarga.
“Mari kita manfaatkan kesempatan berdzikir bersama malam ini untuk membersihkan hati, memperbanyak istighfar, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Semoga muhasabah ini menjadi titik balik agar tahun 2026 membawa keberkahan yang lebih besar dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat,” ucapnya.
Tausiyah Ustad Muhammad Yusuf Tekankan Nilai Amal Jariyah
Dalam kesempatan tersebut, Ustad Muhammad Yusuf pendakwah asal Sulawesi Selatan,turut memberikan tausiyah yang menekankan pentingnya memanfaatkan waktu-waktu istimewa yang telah ditetapkan Allah SWT. Ia menyampaikan bahwa terdapat lima malam yang memiliki keutamaan khusus, salah satunya adalah malam pertama bulan Rajab.
“Barang siapa yang berdoa pada malam-malam istimewa tersebut, insya Allah doanya diijabah dan mendapat keistimewaan dari Allah SWT,” tuturnya.
Ustad Muhammad Yusuf juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ibadah individu dan ibadah sosial. Menurutnya, amal jariyah seperti membangun madrasah atau pondok pesantren memiliki nilai pahala yang terus mengalir, berbeda dengan ibadah yang pahalanya terbatas pada satu waktu.
“Amal jariyah itu pahalanya tidak terputus. Karena itu, jangan hanya memikirkan harta untuk anak, tetapi pikirkan juga bekal kita menuju akhirat,” katanya.
Sedekah Ikhlas Bernilai Tinggi di Sisi Allah SWT
Ia turut mengingatkan agar sedekah dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tidak disertai keluhan yang justru dapat menghilangkan nilai ibadah. Bahkan, sedekah yang dilakukan secara rahasia dinilai memiliki keutamaan tersendiri.
“Ketika seseorang bersedekah tanpa diketahui siapa yang memberi dan siapa yang menerima, itulah sedekah yang paling tinggi nilainya di sisi Allah SWT,” ujar Ustad Muhammad Yusuf.
Tabligh Akbar Berambai Berdzikir ini diharapkan menjadi penguat spiritual masyarakat Samarinda dalam menyambut tahun baru 2026 dengan semangat taubat, amal saleh, serta kepedulian sosial yang lebih tinggi.
(tim redaksi)
