
POLITIKAL.ID – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri meresmikan Sekolah Lansia St. Matilda di Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Jumat (10/4/2026).
Peresmian Sekolah Lansia St. Matilda di Samarinda
Program yang digagas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda ini bertujuan mewujudkan lansia SMART, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat melalui pendekatan edukatif dan promotif.
Sekolah lansia tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Mangkupalas.
Program DPPKB Dorong Lansia SMART
Sebanyak 30 peserta dari kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Kelurahan Mangkupalas akan mengikuti program pembelajaran yang dijadwalkan berlangsung hingga 25 Juni 2026.
Apresiasi untuk Semangat Belajar Sepanjang Hayat
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang tetap memiliki semangat belajar meskipun telah memasuki usia lanjut.
“Saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh peserta Sekolah Lansia yang telah bersedia menjadi pembelajar sepanjang hayat. Usia tidak menjadi penghalang untuk terus menimba ilmu,” ujarnya.
Ia mengaku bangga dapat hadir di tengah para lansia yang dinilainya memiliki semangat luar biasa dan menjadi inspirasi dalam pembangunan daerah.
“Meski telah berusia lebih dari 60 tahun, semangat Bapak dan Ibu masih sangat luar biasa. Ini menjadi energi positif bagi kami dalam melanjutkan pembangunan,” katanya.
Lansia Dinilai Punya Peran Strategis dalam Pembangunan
Saefuddin menegaskan bahwa lansia bukanlah kelompok yang lemah, melainkan bagian penting dari perjalanan kehidupan yang sarat pengalaman dan nilai-nilai kebijaksanaan.
“Menjadi lanjut usia bukanlah kelemahan. Di dalam diri para lansia tersimpan pengalaman, keteladanan, dan nilai kehidupan yang sangat berharga bagi generasi muda,” ucapnya.
Sekolah Lansia Jadi Ruang Belajar dan Berbagi
Menurutnya, keberadaan sekolah lansia tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang untuk berbagi pengalaman dan saling menguatkan.
“Sekolah lansia ini bukan sekadar ruang belajar, tetapi ruang bertumbuh, berbagi, dan meneguhkan bahwa usia lanjut tetap bisa dijalani secara aktif, sehat, dan produktif,” tegasnya.
Penguatan Kesehatan Fisik dan Mental Lansia
Ia berharap melalui program ini, para peserta dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta penguatan mental dan spiritual yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ia juga berpesan agar para lansia menjaga kesehatan dengan baik, baik secara fisik maupun mental.
“Jagalah kesehatan dengan rutin memeriksa kondisi tubuh, menjaga pola makan, tetap aktif bergerak, serta menjaga kesehatan mental dan spiritual,” pesannya.
Lansia Tetap Berkontribusi di Masyarakat
Saefuddin juga menekankan bahwa lansia masih memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Para lansia masih memiliki kontribusi besar melalui pengalaman, nasihat, dan keteladanan. Ini adalah warisan moral yang sangat penting bagi generasi muda,” ujarnya.
Komitmen Pemkot Samarinda Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia
Ia berharap Sekolah Lansia St. Matilda dapat melahirkan lansia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera, serta tetap berperan aktif dalam pembangunan.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Samarinda menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup lansia sekaligus memperkuat peran mereka sebagai bagian penting dalam masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya berbicara tentang generasi muda, tetapi juga memastikan para lansia mendapatkan perhatian, penghormatan, dan kesempatan yang layak,” tutupnya.
(Redaksi)
