Zelensky Kecewa, Trump Sepakati Pasokan Diesel Rusia Bersama Putin
POLITIKAL.ID – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam kesepakatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait pengiriman bahan bakar diesel Rusia ke pasar AS dan global.
Zelensky menilai keputusan tersebut tidak pantas diambil ketika Rusia masih melancarkan perang terhadap Ukraina.
“Hal ini tentu tidak jujur, tentu tidak pantas dilakukan oleh mitra kami, dan menurut pandangan saya, ini merupakan keputusan yang lemah,” ujar Zelensky pada Jumat (9/10), dikutip dari AFP.
Zelensky menyampaikan kritik tersebut di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Pada saat yang sama, utusan AS, Ukraina, dan Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan di Miami guna membahas langkah-langkah menuju penghentian konflik.
Kesepakatan pasokan diesel itu menjadi sorotan karena pemerintah AS juga memberikan kelonggaran sementara terhadap sebagian sanksi energi yang selama ini membatasi ekspor Rusia.
Zelensky Soroti Sikap Washington
Kritik Zelensky mencerminkan keberatan Ukraina terhadap kebijakan Washington yang membuka peluang bagi Rusia untuk kembali menyalurkan produk energinya ke pasar internasional.
Ukraina menghadapi risiko bertambahnya pendapatan Rusia dari sektor energi. Pendapatan tersebut dikhawatirkan dapat memperkuat kemampuan Moskow membiayai invasinya ke Ukraina.
Departemen Keuangan AS menerbitkan izin sementara yang memungkinkan aliran diesel Rusia ke pasar global hingga April 2027. Kebijakan itu menangguhkan sebagian sanksi yang berlaku sejak 2022.
Langkah tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keseimbangan kebijakan AS antara kepentingan ekonomi domestik, tekanan terhadap Rusia, dan dukungan kepada Ukraina.
Trump Klaim Pasokan Diesel Tekan Harga Energi
Trump membela kesepakatan dengan Putin sebagai upaya menekan lonjakan harga energi di tengah perang dengan Iran. Ia meyakini tambahan pasokan diesel dapat membantu menurunkan biaya bahan bakar bagi masyarakat AS.
Melalui platform media sosial Truth Social, Trump mengumumkan Rusia akan segera memasok lebih dari 300 ribu ton diesel ke pasar AS dan global.
“Rusia akan segera memasok lebih dari 300 ribu ton bahan bakar diesel ke pasar Amerika dan global,” tulis Trump di media sosial Truth Social.
Pengiriman tersebut akan disusul tambahan 500 ribu ton pada November dan 1 juta ton pada tahap berikutnya.
Trump menegaskan bahwa penurunan harga bahan bakar menjadi prioritas pemerintahannya, terutama bagi sektor pertanian, peternakan, dan transportasi logistik.
“Harga yang lebih rendah bagi warga Amerika, terutama para petani, peternak, dan pengemudi truk hebat kita, merupakan prioritas terbesar saya,” tulis Trump.
(*)


