DPRD Samarinda Optimistis PAD Aset Olahraga Tembus Rp1,6 Miliar, Disporapar Diminta Tingkatkan Pengelolaan
POLITIKAL.ID – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor aset olahraga menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kota Samarinda. Meski realisasi pendapatan baru mencapai sekitar Rp757 juta hingga pertengahan tahun, DPRD tetap optimistis target Rp1,6 miliar pada 2026 dapat tercapai apabila Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) mengoptimalkan pengelolaan seluruh fasilitas olahraga milik pemerintah.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie mengatakan pihaknya telah mengevaluasi capaian tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Disporapar.
Menurut Novan, pendapatan dari pengelolaan aset olahraga masih memiliki peluang untuk terus meningkat hingga akhir tahun. Salah satu sumber penerimaan saat ini berasal dari retribusi parkir di kawasan GOR Segiri.
“Kami tetap optimistis target Rp1,6 miliar tersebut dapat terealisasi sepenuhnya hingga akhir tahun,” kata Novan di Samarinda, Sabtu.
DPRD Nilai Aset Olahraga Punya Potensi Besar
Novan menilai aset olahraga tidak hanya berfungsi sebagai sarana latihan atlet dan kegiatan masyarakat. Pemerintah juga dapat mengembangkannya menjadi sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan fasilitas olahraga yang modern dan terawat akan menarik lebih banyak pertandingan tingkat regional maupun nasional.
Ketika Samarinda menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, aktivitas ekonomi ikut bergerak. Hotel, restoran, jasa transportasi, hingga pelaku UMKM akan memperoleh manfaat dari meningkatnya jumlah pengunjung.
Menurut Novan, efek berganda tersebut dapat memperkuat perekonomian lokal sekaligus menambah pemasukan daerah.
Disporapar Diminta Gandeng Mitra Profesional
Komisi IV juga meminta Disporapar membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga dalam mengelola aset olahraga.
Novan menilai kolaborasi dengan mitra profesional dapat meningkatkan kualitas pengelolaan fasilitas sekaligus memperluas pemanfaatannya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan anggaran daerah, tetapi juga membangun kemitraan yang mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Perawatan Fasilitas Tidak Boleh Terabaikan
Novan mengingatkan bahwa kondisi arena olahraga akan memengaruhi minat masyarakat maupun penyelenggara kegiatan.
Ia menilai fasilitas yang kurang terawat berpotensi membuat penyewa memilih lokasi lain.
“Fasilitas yang kurang terawat otomatis bikin penyewa beralih. Oleh karena itu, efisiensi dan ketepatan alokasi anggaran perawatan harus menjadi prioritas Disporapar ke depan,” ujarnya.
Karena itu, DPRD meminta Disporapar menyusun program pemeliharaan secara rutin agar seluruh fasilitas tetap layak digunakan.
Pembinaan Atlet Harus Berjalan Seiring
Selain mengejar peningkatan PAD, Novan meminta Disporapar tetap memberi perhatian terhadap pembinaan atlet daerah.
Menurutnya, fasilitas olahraga yang berkualitas akan meningkatkan kualitas latihan dan membuka peluang lahirnya atlet berprestasi.
Ia berharap peningkatan infrastruktur dan pembinaan atlet berjalan beriringan sehingga Samarinda tidak hanya memperoleh tambahan pendapatan, tetapi juga mencetak prestasi di bidang olahraga.
Novan menegaskan Komisi IV akan terus mengawal upaya optimalisasi PAD aset olahraga Samarinda. Ia berharap pengelolaan yang lebih profesional mampu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperkuat posisi Samarinda sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga tingkat regional maupun nasional.
(adv)
