Advertorial

DPRD Samarinda Tekankan Parkir Berlangganan Masih Sukarela, Usul Ada Opsi Cicilan

POLITIKAL.ID – DPRD Samarinda mengusulkan sistem cicilan dalam program parkir berlangganan yang tengah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. DPRD menilai skema tersebut dapat mempermudah masyarakat yang ingin mengikuti program itu.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Anwar Hakim, mengatakan Pemkot masih mengenalkan program parkir berlangganan kepada masyarakat. Karena itu, warga belum memiliki kewajiban untuk bergabung.

“Belum ada kewajiban bagi masyarakat untuk mengikuti parkir berlangganan. Tahap yang berjalan sekarang masih sosialisasi dan pengenalan program,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Menurut Deni, Pemkot perlu memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memahami manfaat program sebelum mengambil keputusan.

DPRD Usulkan Pembayaran Bertahap

Pemkot merancang tarif parkir berlangganan sebesar Rp400 ribu per tahun untuk sepeda motor dan Rp1 juta per tahun untuk mobil.

Deni menilai tarif tersebut masih terjangkau jika masyarakat menghitungnya dalam penggunaan selama satu tahun. Namun, sebagian warga mungkin kesulitan jika harus membayar sekaligus.

Karena itu, DPRD mendorong Pemkot membuka opsi pembayaran bertahap.

“Kemampuan ekonomi warga tentu berbeda-beda. Karena itu, skema pembayaran bertahap layak dipertimbangkan agar program ini lebih mudah dijangkau,” katanya.

Menurut Deni, sistem cicilan dapat mengurangi beban masyarakat. Warga juga tidak perlu menyiapkan dana besar dalam satu waktu.

Ia mencontohkan pembayaran tahunan bisa dibagi menjadi beberapa kali angsuran. Cara itu dapat meningkatkan minat masyarakat untuk ikut program parkir berlangganan.

DPRD Minta Pemkot Perjelas Manfaat Program Parkir

Selain membahas tarif, DPRD juga meminta Pemkot menjelaskan manfaat yang akan peserta parkir ketika berlangganan.

Deni mengatakan masyarakat tentu ingin mengetahui keuntungan yang mereka dapat setelah membayar biaya langganan selama satu tahun.

“Warga pasti ingin melihat manfaat nyata dari biaya yang mereka keluarkan. Karena itu, aspek pelayanan harus disampaikan secara terbuka,” ujarnya.

Ia menilai penjelasan yang rinci mengenai fasilitas dan layanan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

Program Parkir Berpotensi Tingkatkan PAD

Deni menilai program parkir berlangganan dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda.

Data Dinas Perhubungan Samarinda menunjukkan jumlah kendaraan di Kota Tepian mendekati 971 ribu unit. Dari jumlah itu, sekitar 886 ribu unit merupakan kendaraan roda dua.

“Kalau tingkat partisipasi masyarakat tinggi, program ini bisa menjadi salah satu sumber peningkatan pendapatan daerah,” katanya.

Meski demikian, Deni meminta Pemkot tidak hanya mengejar target pendapatan. Pemkot juga harus meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat merasakan manfaat program tersebut.

Menurutnya, keseimbangan antara pelayanan dan pendapatan akan menentukan keberhasilan parkir berlangganan di Samarinda.

(Adv)

Show More

Related Articles

Back to top button