Festival Tempo Dulu di Sungai Mariam Bahari, Warga Diajak Bernostalgia dan Mengenal Sejarah
POLITIKAL.ID — Suasana Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berubah menjadi ruang nostalgia saat Festival Tempo Dulu digelar.
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan seni, budaya, komunitas, hingga sejumlah hal yang mengingatkan masyarakat pada kehidupan masa lalu.
Festival Festival Tempo Dulu di Sungai Mariam Bahari ini digagas Pemerintah Desa Sungai Mariam sebagai upaya mengenalkan kembali sejarah dan kehidupan masyarakat pada era 1970-an hingga 1990-an kepada generasi muda.
Kepala Desa Sungai Mariam, Indra Lesmana, mengatakan ide kegiatan tersebut berawal dari banyaknya cerita masyarakat mengenai kehidupan masa lalu yang sering disampaikan dalam berbagai pertemuan.
“Pertama kita ingin mengenal sejarah. Bagaimana kehidupan dulu, mulai dari tahun 1970, 1980 sampai 1990 yang mungkin belum pernah dirasakan anak-anak muda sekarang,” kata Indra.
Menurut dia, kehidupan masa lalu tidak hanya berkaitan dengan cerita, tetapi juga pakaian, makanan, benda-benda koleksi, serta kebiasaan masyarakat yang kini mulai jarang ditemui.
Indra mengatakan, masukan dari warga menjadi salah satu alasan pemerintah desa menggelar festival tersebut.
“Banyak masukan dari masyarakat. Kami sering berkumpul dan mereka selalu menceritakan tentang dahulu kala, mereka dulu di sini, mereka dulu di situ,” ujarnya.
Beragam Pertunjukan Meriahkan Festival
Festival Tempo Dulu diisi berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan komunitas di Kecamatan Anggana.
Salah satunya penampilan kesenian yang menjadi ciri khas budaya Kalimantan. Teater Lentera Mahakam yang dipelopori Desa Sungai Mariam juga ikut tampil.
Kelompok ibu-ibu Desa Sungai Mariam turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran komunitas sepeda ontel Kecamatan Anggana juga menambah suasana tempo dulu yang ingin dihadirkan panitia.
Indra mengatakan keterlibatan berbagai kelompok membuat kegiatan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari masyarakat.
“Alhamdulillah, antusias masyarakat luar biasa. Kegiatan hari ini benar-benar ramai dan mendapat sambutan dari warga,” katanya.
Warga Ikut Bernostalgia
Bagi warga, konsep Festival Tempo Dulu menjadi kesempatan untuk melihat kembali berbagai hal yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Warga Desa Sungai Mariam, Pia, mengatakan kegiatan tersebut memberikan suasana berbeda karena masyarakat dapat berkumpul sekaligus mengenang kembali kehidupan masa lalu.
Kehadiran pakaian, kesenian, komunitas ontel, hingga berbagai kegiatan bernuansa tempo dulu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang datang.
Menurut Pia, kegiatan seperti ini tidak hanya menghibur, tetapi juga dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengetahui bagaimana kehidupan masyarakat sebelumnya.
“pengenalan sejarah secara langsung dapat membuat anak-anak muda lebih memahami lingkungan dan budaya tempat mereka tinggal” ungkap Pia.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan. Festival juga menjadi ruang interaksi antara generasi yang pernah mengalami kehidupan masa lalu dengan generasi muda yang hanya mengenalnya melalui cerita.
Indra mengatakan aspek sejarah menjadi salah satu pesan utama yang ingin disampaikan melalui kegiatan tersebut.
Ia berharap generasi muda tidak kehilangan hubungan dengan sejarah daerahnya sendiri.
“Pemuda yang gagal adalah pemuda yang akan lupa sejarah. Itu adalah jas merah,” tegas Indra.
Bukan Sekadar Hiburan
Indra menegaskan Festival Tempo Dulu tidak semata-mata dibuat sebagai kegiatan hiburan. Pemerintah Desa Sungai Mariam ingin menjadikannya sebagai ruang untuk merawat ingatan kolektif masyarakat.
Menurut dia, cerita tentang masa lalu yang disampaikan warga memiliki nilai penting karena menjadi bagian dari perjalanan Desa Sungai Mariam dan Kecamatan Anggana.
Karena itu, festival diharapkan dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda.
“Tujuan kami bagaimana memfasilitasi orang-orang yang ada di Desa Sungai Mariam, khususnya masyarakat di Kecamatan Anggana, agar sejarah yang ada tetap diingat,” kata Indra.
Festival Tempo Dulu pun menjadi salah satu cara masyarakat Sungai Mariam mempertemukan masa lalu dan masa kini. Di tengah perubahan zaman, warga diajak kembali mengingat bahwa perkembangan sebuah daerah tidak terlepas dari sejarah dan cerita orang-orang yang lebih dahulu tinggal di dalamnya.
(Redaksi)