Daerah

Hujan Kembali Guyur Samarinda, BMKG Sebut Kemarau Belum Berakhir

POLITIKAL.ID –   Hujan kembali turun di sejumlah wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (25/9/2026) dan Minggu (27/9/2026).  Namun, BMKG mengingatkan hujan tersebut belum dapat menjadi tanda bahwa musim kemarau telah berakhir.

Hujan dengan intensitas rendah hingga menengah terpantau di sejumlah kawasan, terutama Samarinda Kota dan Samarinda Utara. Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Suryanata, Bengkuring, Sempaja, hingga beberapa titik ruas Samarinda-Bontang.

Forecaster BMKG Samarinda Fiona Alya Hanifah mengatakan, hujan masih dapat terjadi meski suatu wilayah tengah memasuki musim kemarau.

“Tadi terpantau terjadi hujan di beberapa wilayah Samarinda, khususnya bagian Samarinda Kota dan utara. Tadi sempat ada hujan dengan intensitas rendah hingga menengah,” ujar Fiona.

Hujan Lokal Masih Bisa Terjadi Saat Kemarau

Fiona menjelaskan, musim kemarau tidak berarti suatu wilayah sama sekali tidak mengalami hujan. BMKG menggunakan curah hujan kurang dari 150 milimeter per bulan sebagai salah satu kriteria musim kemarau.

Karena itu, hujan lokal masih mungkin terjadi selama periode kemarau. Kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan pergantian musim.

Samarinda juga masih menghadapi pengaruh El Nino kategori sangat kuat. Indeks ENSO rata-rata tiga bulanan pada periode Juli-September 2026 tercatat mencapai 2,63.

“Dengan adanya El Nino tersendiri, dampak dari musim kemaraunya ini lebih panjang dan lebih kering dari normalnya,” tambah Fiona.

Agustus Samarinda Sangat Minim Hujan

Menurut Fiona, curah hujan di Samarinda pada Agustus 2026 sangat minim. Bahkan, BMKG tidak memantau adanya hujan pada periode tersebut.

Padahal, dalam kondisi normal, masih terdapat peluang hujan pada Agustus. Kondisi itu menunjukkan pengaruh kemarau yang cukup kuat di Samarinda.

Fiona mengatakan, kondisi tersebut juga berkaitan dengan pengaruh El Nino yang membuat musim kemarau berlangsung lebih panjang dan kering dibandingkan kondisi normal.

Hujan Diduga Berkaitan dengan Operasi Modifikasi Cuaca

BMKG belum memastikan hujan pada Jumat menjadi tanda Samarinda memasuki musim peralihan.

Fiona menyebut, hujan yang turun kemungkinan berkaitan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung pada pertengahan September.

“Untuk saat ini belum bisa dipastikan sebagai peralihan musim karena kemungkinan hujan yang terjadi pada hari ini itu hasil dari OMC,” jelasnya.

Menurut Fiona, OMC memanfaatkan potensi awan yang tersedia untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan melalui penyemaian bahan tertentu.

BMKG Masih Pantau Perkembangan Cuaca

BMKG masih memantau perkembangan kondisi cuaca di Samarinda. Hujan yang turun dalam satu waktu belum cukup untuk memastikan musim kemarau telah berakhir.

Hujan yang konsisten dan merata dalam periode tertentu dapat menjadi salah satu indikator adanya perubahan musim. Namun, BMKG masih membutuhkan perkembangan cuaca lebih lanjut untuk memastikan Samarinda benar-benar memasuki musim peralihan.

Dengan kondisi El Nino yang masih memengaruhi cuaca, masyarakat tetap perlu mewaspadai periode kemarau yang lebih panjang dan kering dibandingkan kondisi normal.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button
hacklink hack forum hacklink film izle hacklink เว็บสล็อตสมัครบาคาร่าเว็บสล็อตcasino real moneyเว็บสล็อตcasibomjojobetjojobetcasinofast girişRoyal ReelsBetpipoVipparkazino888betbomGalabetjojobetjojobetjojobetzlibraryzlibraryz-libraryjojobet girişdeneme bonusuPadişahbetPadişahbetjustin tvporno sitelerijojobetjojobetjojobetPorno siteleriPadişahbetcasibomcasibom