Daerah

Saefuddin Zuhri Minta Program Kesehatan Ibu dan Anak Jadi Prioritas Anggaran Samarinda

POLITIKAL.ID – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, meminta program kesehatan ibu dan anak serta pencegahan stunting menjadi prioritas dalam perencanaan dan penganggaran Pemerintah Kota Samarinda.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelatihan kader Gerakan Menyikat Gigi Bersama Ibu dan Anak (GARASI ANAK) dan Gerakan Sayang Kekanakan (GASAKKAN) di Aula PKK Kota Samarinda, Kamis (15/10/2026).

Saefuddin menilai, program kesehatan ibu dan anak perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya mencegah stunting sejak dini.

“Yang ini saya kira prioritas. Ini harus diusulkan oleh DP2KB,” ujar Saefuddin.

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan mendapat perhatian dalam proses perencanaan anggaran daerah. Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan prioritas kebutuhan masyarakat dalam menentukan program yang akan dilaksanakan.

Saefuddin Zuhri Dorong Prioritas Anggaran Kesehatan Ibu dan Anak

Saefuddin juga mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Samarinda, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Samarinda, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Samarinda, Tim Penggerak PKK, serta kader Posyandu.

Menurut dia, keterbatasan anggaran tidak seharusnya menghentikan upaya memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Sinergi lintas organisasi dinilai dapat membantu program tetap berjalan sesuai kebutuhan.

“Tanpa kolaborasi kita tidak bisa apa-apa. Kalau bersama-sama, kita bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para kader agar terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga mampu mendampingi keluarga serta memberikan edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing.

Rinda Wahyuni: Inovasi Program Kesehatan Tetap Berjalan Meski Anggaran Terbatas

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan GARASI ANAK dan GASAKKAN yang tetap berjalan melalui kolaborasi lintas organisasi meski tanpa dukungan anggaran pemerintah untuk kegiatan tersebut.

Rinda secara khusus mengapresiasi Kepala DP2KB Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani, yang dinilainya tetap berinovasi dan mengembangkan program kesehatan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran.

“Kita patut bangga punya Bu Kadis seperti ini. Anggaran kosong, anggaran dinas, tapi dia tidak menghentikan inovasi dan kreativitasnya,” ujar Rinda.

Ia menegaskan, keterbatasan dana bukan alasan untuk menghentikan program yang bermanfaat bagi masyarakat selama masih terdapat peluang untuk bekerja sama dengan organisasi profesi dan berbagai elemen lainnya.

“Jangan mati langkah hanya karena tidak ada dana. Semua bisa terlaksana, dan masyarakat kita pun tetap bisa sehat,” tegasnya.

Rinda juga mengingatkan agar pelatihan tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial. Para kader perlu mendapat pendampingan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan Posyandu maupun edukasi di lingkungan keluarga.

“Jangan hanya mengejar target atau sekadar memenuhi program kerja, tetapi tidak ada implementasinya ke depan. Tetap selalu di-follow up. Kader-kader yang ada ini, setelah pelatihan jangan berhenti ilmunya,” pesannya.

Pelatihan GARASI ANAK dan GASAKKAN Sasar 15 Posyandu di Samarinda

Pelatihan GARASI ANAK dan GASAKKAN menyasar 15 Posyandu di delapan kelurahan lokus stunting Kota Samarinda pada 2026, yakni Tenun, Baqa, Sidodamai, Sempaja Utara, Teluk Lerong Ulu, Loa Buah, Temindung Permai, dan Pasar Pagi.

Sebanyak 90 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas perwakilan kader Posyandu sasaran serta kader TP PKK tingkat kelurahan dan kecamatan.

Materi GARASI ANAK mencakup pendidikan dasar kesehatan gigi dan mulut serta upaya mendukung pencegahan stunting melalui pembiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini.

Adapun GASAKKAN memberikan edukasi mengenai kesehatan ibu dan anak, termasuk pijat laktasi untuk perawatan ibu dan bayi, pijat bayi untuk mendukung tumbuh kembang, serta skrining HPV DNA untuk deteksi dini kanker serviks.

Kader Posyandu Diharapkan Perkuat Edukasi Pencegahan Stunting

Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan mampu menjadi edukator dan motivator bagi keluarga di wilayah masing-masing. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan gigi dan mulut anak, pengasuhan, kesehatan ibu dan bayi, serta pentingnya pencegahan stunting.

Saefuddin berharap kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, TP PKK, Posyandu, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar program kesehatan ibu dan anak berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Samarinda.

(Redaksi)
Show More

Related Articles

Back to top button
hacklink casino real moneyเว็บสล็อตzlibraryzlibraryz-libraryPadişahbetjustin tvporno sitelerijojobetjojobetjojobetPorno siteleri HDPadişahbet1xbetesim malaysiatipobettürk ifşaPadişahbetcasibomcasibomvippark girisjojobetholiganbethacklink panel