
POLITIKAL.ID- Semangat gotong royong warga mewarnai peringatan Hari Jadi ke-57 Kecamatan Palaran yang untuk pertama kalinya digelar secara swadaya di Pendopo Jalan Ampera, Kelurahan Rawa Makmur, Minggu (19/4/2026).
Peringatan HUT ke-57 Palaran Digelar Swadaya oleh Warga
Kegiatan ini menjadi momen bersejarah karena baru kali pertama dilaksanakan sejak Kecamatan Palaran resmi berdiri sebagai wilayah administratif. Seluruh rangkaian acara terlaksana atas inisiatif dan partisipasi masyarakat tanpa dukungan anggaran pemerintah.
Wawali Samarinda Soroti Peran Strategis Palaran
Peringatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda, H Saefuddin Zuhri, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya posisi Palaran dalam perkembangan kota. Ia menyebut, kemajuan Palaran tidak dapat dipisahkan dari kemajuan Samarinda secara keseluruhan.
“Palaran memiliki arti penting dalam perkembangan Kota Samarinda. Sebagai wilayah yang terus tumbuh, Palaran memiliki posisi strategis dari sisi konektivitas, permukiman, hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan Berkeadilan Jadi Penekanan Utama
Saefuddin Zuhri menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi harus mampu menghadirkan kesejahteraan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Pembangunan sejati adalah yang menghadirkan kesejahteraan, memperkuat pelayanan publik, menumbuhkan rasa aman, dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menggambarkan masa depan Palaran sebagai kawasan yang tidak hanya maju dari sisi infrastruktur, tetapi juga unggul dari kualitas sumber daya manusianya.
“Kita ingin masyarakat Palaran semakin sehat, semakin cerdas, semakin religius, semakin produktif, dan memiliki daya saing yang tinggi,” lanjutnya.
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Jadi Kunci
Menurutnya, komitmen pembangunan yang merata dan berkeadilan harus diwujudkan melalui kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Ini harus menjadi gerakan bersama, dengan kolaborasi yang kuat dari semua pihak,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Saefuddin juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman.
“Perbedaan jangan menjadi pemecah, tetapi harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. Kecamatan yang maju adalah yang masyarakatnya rukun dan memiliki kepedulian sosial tinggi,” ujarnya.
Penguatan Identitas dan Sejarah Palaran
Ia menilai peringatan hari jadi ini juga penting untuk memperkuat identitas daerah, khususnya dengan mengenalkan sejarah kepada generasi muda.
“Masyarakat yang besar adalah masyarakat yang mengenal sejarahnya. Dari sejarah kita belajar tentang perjuangan dan semangat para pendahulu,” tambahnya.
Camat: Kegiatan Murni Inisiatif Warga
Sementara itu, Camat Palaran, Muhammad Dahlan, menegaskan bahwa kegiatan ini murni berasal dari inisiatif dan partisipasi masyarakat.
“Ini pertama kalinya peringatan hari jadi Kecamatan Palaran dilaksanakan, dan ini murni dari masyarakat. Tidak ada pendanaan dari pemerintah, semuanya hasil gotong royong warga,” jelasnya.
Edukasi Sejarah untuk Generasi Muda
Ia menyebut, peringatan ini lahir dari keinginan masyarakat untuk mengenalkan sejarah Palaran kepada generasi muda agar tidak melupakan asal-usul daerahnya.
“Kami ingin anak-anak muda tahu bahwa Palaran tidak lahir begitu saja. Ada sejarah panjang, mulai dari masa transmigrasi hingga berkembang seperti sekarang,” ujarnya.
Menurut Dahlan, banyak generasi saat ini yang hanya melihat Palaran dalam kondisi yang sudah berkembang, tanpa mengetahui perjalanan panjang di baliknya.
“Dulu jalan masih setapak, kondisi sangat terbatas. Sekarang sudah berkembang pesat. Ini penting diketahui agar masyarakat bisa menghargai proses pembangunan,” katanya.
Harapan Jadi Agenda Tahunan
Ia juga menegaskan bahwa perkembangan Palaran tidak lepas dari peran masyarakat yang sejak awal ikut membangun wilayah tersebut bersama pemerintah.
“Ini hasil kerja bersama antara masyarakat dan pemerintah. Karena itu, momentum ini menjadi pengingat akan akar sejarah Palaran,” jelasnya.
Dahlan berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin ke depan, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan identitas masyarakat.
“Kami berharap ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun agar generasi berikutnya tetap mengenal sejarah dan menjaga semangat kebersamaan,” tutupnya.
Peringatan Hari Jadi ke-57 Kecamatan Palaran ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum untuk mempererat persatuan, mengenang sejarah, serta mendorong pembangunan yang lebih baik berbasis partisipasi masyarakat.
