Wakil Wali Kota Samarinda Hadiri Istighotsah PWNU Kaltim, Tekankan Keseimbangan Pembangunan

POLITIKAL.ID – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menghadiri kegiatan istighotsah dan doa bersama yang digelar Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Korpri, Jalan Jakarta, Kecamatan Sungai Kunjang, dan diikuti oleh tokoh agama, pengurus organisasi keagamaan, serta masyarakat.
Pembangunan Samarinda Tak Hanya Fisik, Tapi Juga Spiritual
Dalam sambutannya, Saefuddin menegaskan bahwa pembangunan Kota Samarinda tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus mencakup pembangunan spiritual dan sosial masyarakat.
“Kota Samarinda adalah rumah besar bagi kita semua. Kota ini dibangun bukan hanya dengan jalan, jembatan, dan gedung-gedung, tetapi juga dengan doa, akhlak, kepedulian sosial, persaudaraan, dan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan sejati adalah yang mampu menyeimbangkan kemajuan lahiriah dengan keteguhan rohaniah, serta kecerdasan intelektual dengan kematangan moral.
Doa Bersama Perkuat Kebersamaan dan Ketahanan Sosial
Menurutnya, masyarakat yang dekat dengan nilai-nilai agama akan lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan sosial dan dinamika pembangunan.
“Melalui doa bersama, kita menumbuhkan rasa kebersamaan, memperkuat persatuan, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan kota,” katanya.
Ajakan Menjadikan Doa Bagian dari Kehidupan
Dalam kesempatan itu, Saefuddin juga mengajak masyarakat untuk menjadikan doa sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar pelengkap acara seremonial.
Ia turut mengajak seluruh peserta untuk mendoakan para pemimpin agar dapat menjalankan amanah dengan baik, serta para ulama dan pendidik agar terus diberi kesehatan dan kekuatan dalam membimbing umat.
Selain itu, doa juga dipanjatkan untuk generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kecintaan terhadap agama, bangsa, dan daerah.
Istighotsah Jadi Momentum Refleksi Diri
Saefuddin juga berharap kegiatan istighotsah dapat menjadi momentum refleksi diri bagi seluruh masyarakat.
“Kita evaluasi diri, luruskan niat, serta perbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Syamsul Arifin, yang diharapkan dapat memberikan pencerahan serta memperkuat keimanan para peserta.
Harapan Samarinda Menjadi Kota Berkah dan Harmonis
Di akhir sambutannya, Saefuddin berharap Kota Samarinda senantiasa menjadi daerah yang aman, harmonis, dan penuh keberkahan.
“Semoga Samarinda menjadi kota yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, kota yang baik, diberkahi Allah, dan dihuni masyarakat yang rukun serta religius,” tuturnya.
PWNU Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Organisasi
Sementara itu, Ketua Lembaga Dakwah PWNU Kaltim, Rudini, menyoroti pentingnya inovasi dalam penguatan kemandirian organisasi Nahdlatul Ulama.
Ia menyebut, organisasi keagamaan tidak hanya bergerak dalam bidang dakwah, tetapi juga perlu memiliki terobosan dalam aspek ekonomi guna menunjang keberlangsungan kegiatan.
“NU ke depan harus memiliki terobosan-terobosan baru dalam mencari pemasukan bagi organisasi, sehingga tidak selalu bergantung pada sumber-sumber konvensional,” ujarnya.
UMKM Dawet Cah Kene Jadi Contoh Kemandirian
Salah satu langkah yang telah dilakukan saat ini, kata Rudini, adalah dengan membuka unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berupa usaha minuman tradisional.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengurus dan warga NU lainnya untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis komunitas.
“Seperti yang kita lakukan sekarang, kita membuka UMKM Dawet Cah Kene sebagai salah satu upaya kemandirian ekonomi organisasi,” katanya
(Redaksi)


