Nasional

Yayasan Minta Klaim Senjata untuk Ekstrakurikuler di Sekolah Pondok Pinang Dibuktikan

POLITIKAL.ID – Kasus temuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, masih bergulir di kepolisian. Pihak yayasan sekolah meminta pihak mantan kepala yayasan membuktikan klaim bahwa ratusan senjata tersebut berkaitan dengan program ekstrakurikuler.

Pihak yayasan sebelumnya menemukan ratusan senjata ketika hendak melakukan bongkar-muat barang di salah satu ruangan. Ruangan tersebut sebelumnya digunakan oleh mantan kepala yayasan berinisial IWD.

Kubu IWD menyebut senjata tersebut milik PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin). Mereka juga menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan senjata tersebut untuk mendukung rencana program ekstrakurikuler olahraga menembak.

Senjata untuk Ekstrakurikuler Masih Dipersoalkan

Kuasa hukum yayasan sekolah, Alvon Kurnia Palma, meminta pihak yang menyebut ratusan senjata itu berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler menunjukkan bukti persetujuan.

Alvon menyampaikan pernyataan tersebut saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta pada Minggu (9/8/2026). Ia meminta semua pihak tidak menggunakan klaim kegiatan ekstrakurikuler untuk membenarkan keberadaan senjata di lingkungan sekolah.

“Ketika ada yang mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler dan itu sudah disetujui, tolong dibuktikan,” kata Alvon.

Menurut Alvon, pihak yayasan perlu memastikan setiap kegiatan di lingkungan sekolah memiliki dasar dan persetujuan yang jelas. Karena itu, ia meminta pihak terkait menunjukkan dokumen yang dapat mendukung klaim tersebut.

Alvon juga menyinggung nama Suryo yang menjadi pembina yayasan. Ia menyebut Suryo sudah berusia 104 tahun ketika pihak terkait mengajukan persoalan mengenai kegiatan tersebut.

Menurut Alvon, kondisi usia Suryo saat itu menimbulkan keterbatasan dalam memahami, mengetahui, dan menyetujui sebuah usulan. Namun, ia menegaskan pernyataan tersebut bukan untuk menafikan kemampuan Suryo.

“Perlu diketahui bahwa ketika itu Pak Suryo sudah berumur 104 tahun,” ujar Alvon.

Ia kemudian kembali meminta pihak mantan kepala yayasan membuktikan klaim mengenai persetujuan kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Alvon juga meminta pihak terkait tidak mencari alasan yang tidak memiliki dasar.

Kubu Mantan Kepala Yayasan Serahkan Dokumen ke Polisi

Kubu mantan kepala yayasan IWD memberikan penjelasan berbeda mengenai ratusan senjata tersebut. Mereka menyatakan senjata itu merupakan milik PT Lokta Karya Perbakin.

Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, mengatakan pihaknya sudah menyerahkan bukti perizinan dan dokumen perjanjian kepada kepolisian.

Alhadid yang juga menjadi kuasa IWD menyampaikan keterangan tersebut kepada wartawan pada Senin (10/8/2026). Ia mengatakan pihaknya kini menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.

“Perihal ini singkat saja dari saya bahwa seluruh bukti perizinan dan dokumen perjanjian sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian sehingga kita akan menunggu hasil dari kepolisian,” kata Alhadid.

Alhadid juga mempersilakan pihak terkait melihat ruang Lokta yang berada di dalam yayasan. Menurut dia, pihaknya sudah mendesain infrastruktur ruangan tersebut sejak 2023.

Ia menjelaskan bahwa ruangan itu memiliki peruntukan untuk tempat latihan olahraga air pistol dan air rifle dengan jarak 10 meter. Menurut Alhadid, fasilitas tersebut bertujuan mendukung pengembangan dan pendidikan atlet muda.

“Silakan juga untuk melihat ruang lokta di dalam yayasan yang infrastrukturnya sudah kami desain sejak tahun 2023 untuk membuat tempat latihan 10 meter olahraga air pistol dan air rifle untuk pengembangan dan pendidikan atlet muda,” ujar Alhadid.

Polisi Menjadi Penentu Persoalan

Kubu mantan kepala yayasan menyatakan seluruh bukti telah mereka serahkan kepada pihak berwajib. Mereka berharap kepolisian dapat memeriksa dokumen dan fakta terkait kepemilikan serta peruntukan ratusan senjata tersebut.

Alhadid juga berharap pihak yang menurut mereka telah membuat tuduhan, kegaduhan, atau pencemaran nama baik dapat mempertanggungjawabkan pernyataannya apabila pemeriksaan membuktikan posisi pihak IWD benar.

“Prinsipnya, kita buktikan semua dan serahkan kepada kepolisian,” kata Alhadid.

Dengan adanya pernyataan dari kedua pihak, persoalan ratusan senjata di sekolah swasta kawasan Pondok Pinang kini masih menunggu proses pemeriksaan kepolisian. Bukti perizinan, dokumen perjanjian, serta dasar penggunaan senjata akan menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button
hacklink hack forum hacklink film izle hacklink Galabet Girişholiganbet girişkingroyal girişz libraryHitbetPadişahbetnon gamstop casinosgambling not on gamstopgambling not on gamstopcasinos not on gamstoponline casinosonline casinosbetparkbetparknon gamstop casinosnon gamstop casinoscasino sitesเว็บสล็อตเว็บสล็อตเว็บสล็อตnon gamestoponline casinosnot on gamstopnon gamestoponline casino Deutschlandpayid online casinoonline casinoscasinos not on gamstopcasinos not on gamstopneue wettanbieter ohne oasiswettanbieter vergleichwettanbieter ohne oasiswettanbieter ohne lugascasinos not on gamstopcasino real moneyPadişahbetonline gambling real moneycasinos onlineanonymous casinossweepstakes casinoscasino real moneybest online casinosonline casinosonline casinosbest online casinosonline casinocasinos onlinenew online casinolist of sweepstakes casinosonline casinosmatbetlunabetvaycasinoturboslotnakitbahiskingroyalcasibomngsbahismarsbahisgrandpashabetsocial casinosocial casinojojobetjojobetjojobetHoliganbet