Internasional

Putin Tolak Bertemu Zelensky Sebelum Ada Kesepakatan Damai

POLITIKAL.ID  – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa para negosiator dan ahli harus menjadi ujung tombak dalam upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Karena itu, ia menolak ajakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk melakukan pertemuan langsung dalam waktu dekat.

Menurut Putin, pertemuan antara pemimpin kedua negara baru akan memiliki arti jika tim perunding terlebih dahulu berhasil menyusun kerangka kesepakatan damai kedua pihak.

Pernyataan itu disampaikan Putin dalam forum ekonomi utama Rusia di Saint Petersburg, sehari setelah Zelensky mengirim surat terbuka yang berisi usulan pertemuan langsung guna membahas penghentian perang.

Alih-alih menyambut ajakan tersebut, Putin menilai dialog tingkat pemimpin tidak akan efektif apabila substansi perdamaian belum dirumuskan melalui jalur negosiasi teknis.

“Saya tidak melihat gunanya bertemu. Satu-satunya hal yang masuk akal adalah pihak Ukraina menghentikan kemajuan pasukan bersenjata kita. Itu saja. Dan kita membutuhkan kesepakatan,” kata Putin.

Menurut Putin, langkah yang lebih penting saat ini adalah memberikan ruang bagi para ahli dan tim negosiasi dari kedua negara untuk menyusun berbagai opsi penyelesaian konflik.

Ia menegaskan bahwa pertemuan antara kepala negara sebaiknya dilakukan setelah para negosiator berhasil merumuskan kesepakatan yang dapat diterima kedua pihak.

“Biarkan para ahli bekerja, mengembangkan beberapa solusi, dan kemudian kita dapat bertemu,” tambah Putin.

Zelensky Kirim Surat Terbuka kepada Putin

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan ajakan resmi kepada Putin melalui surat terbuka yang dikirim pada Kamis (4/6) waktu setempat.

Dalam surat tersebut, Zelensky mengusulkan dialog langsung sebagai langkah untuk mempercepat proses perdamaian dan mengakhiri perang.

Zelensky menilai komunikasi langsung antara pemimpin kedua negara dapat membantu membuka jalan bagi penyelesaian konflik.

“Ukraina mengusulkan untuk mengakhiri perang ini melalui keterlibatan langsung antara kita dan Anda. Saya mengusulkan sebuah pertemuan,” kata Zelensky dalam surat tersebut.

Presiden Ukraina itu juga menyatakan kesediaannya untuk menerapkan gencatan senjata penuh selama proses negosiasi berlangsung. Menurutnya, penghentian sementara operasi militer dapat menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi pembicaraan damai.

“Ukraina siap untuk gencatan senjata penuh selama negosiasi berlangsung,” tambahnya.

Perbedaan Pendekatan Masih Menjadi Hambatan

Respons Putin menunjukkan bahwa Moskow dan Kyiv masih memiliki pendekatan yang berbeda dalam memandang proses perdamaian.

Ukraina mendorong dialog langsung di tingkat pemimpin sebagai sarana membuka terobosan politik. Sementara Rusia menginginkan perundingan teknis terlebih dahulu sebelum menggelar pertemuan antara presiden kedua negara.

Perbedaan pandangan tersebut mencerminkan masih besarnya jarak antara posisi kedua pihak dalam berbagai isu utama yang berkaitan dengan perang. Meski demikian, surat terbuka yang dikirim Zelensky dan respons yang diberikan Putin menunjukkan bahwa komunikasi mengenai kemungkinan penyelesaian konflik tetap berlangsung.

Hingga kini belum ada kepastian mengenai kemungkinan pertemuan langsung antara Putin dan Zelensky dalam waktu dekat. Namun, pernyataan kedua pemimpin tersebut kembali menegaskan bahwa upaya diplomasi masih menjadi salah satu jalur yang terus jadi pembicaraan di tengah berlanjutnya konflik Rusia dan Ukraina.

(*)

Show More

Related Articles

Back to top button