Daerah

Camat Anggana: MTQ ke-16 Jadi Ajang Syiar Sekaligus Menghidupkan Sejarah Sungai Meriam

POLITIKAL.ID – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-16 tingkat Kecamatan Anggana resmi dibuka oleh Ketua LPTQ Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono, dengan meriah di Desa Sungai Meriam. Pembukaan berlangsung semarak dengan dihadiri ribuan warga serta diikuti delapan kafilah dari seluruh desa di Kecamatan Anggana, Rabu (29/7/2026).

Rangkaian pembukaan diawali dengan pelantikan dewan hakim dan dewan pengawas oleh Camat Anggana, Rendra Abadi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan piala bergilir kepada tuan rumah serta penampilan drama teater yang mengangkat sejarah Desa Sungai Meriam sebagai salah satu kawasan bersejarah di Kecamatan Anggana.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal acara. Warga memadati arena utama untuk menyaksikan pembukaan MTQ sekaligus memberikan dukungan kepada para peserta yang akan berlaga selama pelaksanaan musabaqah.

MTQ ke-16 Kecamatan Anggana Angkat Sejarah dan Budaya Desa Sungai Meriam

Camat Anggana, Rendra Abadi, mengatakan pelaksanaan MTQ tahun ini memiliki konsep berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai tuan rumah, Desa Sungai Meriam menghadirkan nuansa budaya dan sejarah lokal dalam pelaksanaan kegiatan.

“Yang membedakan MTQ ke-16 tahun ini adalah tuan rumah Desa Sungai Meriam mengangkat unsur budaya dan sejarah daerah. Dekorasi utama mengusung nuansa masjid bergaya Tionghoa karena memiliki keterkaitan dengan sejarah desa ini,” ujar Rendra.

Menurutnya, Sungai Meriam dulunya dikenal dengan nama Sungai Meneng, yang memiliki hubungan erat dengan aktivitas perdagangan masyarakat Tionghoa pada masa lampau.

“Dulu Sungai Meriam dikenal sebagai Sungai Meneng. Ada sejarah masuknya para pedagang Tionghoa ke wilayah ini, sehingga tema tersebut kami angkat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal,” katanya.

Rendra menambahkan, pengangkatan tema tersebut juga menjadi simbol pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi dan keberagaman yang telah tumbuh di tengah masyarakat Anggana.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman budaya adalah bagian dari sejarah Kecamatan Anggana. Semangat toleransi itu harus terus dijaga oleh seluruh masyarakat,” ucapnya.

Delapan Kafilah Ikuti MTQ Anggana 2026, Siapkan Wakil ke Tingkat Kabupaten

Sebanyak delapan kafilah dari delapan desa di Kecamatan Anggana mengikuti MTQ ke-16. Para peserta akan berkompetisi pada berbagai cabang lomba untuk memperebutkan gelar terbaik sekaligus menjadi wakil Kecamatan Anggana pada MTQ tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara.

Rendra berharap penyelenggaraan MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Quran, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Harapan kami melalui MTQ ini nilai-nilai Al-Quran semakin membumi di tengah masyarakat Kecamatan Anggana, sekaligus menjadi sarana mempersiapkan generasi muda untuk mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara hingga ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button
hacklink hack forum hacklink film izle hacklink Galabet Girişgüvenilir bahis sitelerikingroyal girişz librarymeritkingmeritkingSuperbetinjojobetjojobet girişHitbetholiganbet