Pemerintah

Harga BBM Nonsubsidi Diprediksi Naik hingga 11 Persen pada Oktober 2026

POLITIKAL.ID – Harga BBM nonsubsidi berpotensi naik pada Oktober 2026. Pergerakan harga minyak dunia dan bensin olahan di Singapura menjadi faktor utama.

Pakar Ekonomi sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti memperkirakan kenaikan harga BBM nonsubsidi mencapai 5-11 persen.

Yayan menghitung proyeksi itu dari pergerakan harga pasar pada 25 Agustus hingga 25 September 2026. Ia mencatat harga bensin olahan di Singapura atau Mean of Platts Singapore (MOPS) naik sekitar 14 persen dalam periode tersebut.

“Ya, tekanan naik masih ada. Harga Oktober dihitung dari rata-rata pasar 25 Agustus-25 September, dan pada periode itu harga bensin olahan di Singapura (MOPS) naik sekitar 14 persen,” ujar Yayan dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).

Harga MOPS Pengaruhi Perhitungan BBM Nonsubsidi

Yayan menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi di Indonesia mengikuti pergerakan harga MOPS. Pada jendela harga September, rata-rata MOPS bensin mencapai 111,4 dolar AS per barel.

Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 126,7 dolar AS per barel pada jendela harga Oktober.

Selain harga minyak, nilai tukar rupiah juga memengaruhi perhitungan harga BBM. Rupiah menguat dari Rp17.892 menjadi Rp17.630 per dolar AS.

“Bila mengikuti formula, harga BBM nonsubsidi naik 5-11 persen. Pertamax kemungkinan besar ditahan lagi, tetapi harga aslinya kini sekitar Rp18.350 per liter,” ujar Yayan.

Perkiraan Harga Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo

Yayan juga menghitung perkiraan harga sejumlah BBM nonsubsidi pada Oktober 2026.

Pertamax Green 95 berpotensi naik dari Rp19.150 menjadi Rp21.200 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo berpotensi naik dari Rp19.600 menjadi Rp21.450 per liter.

Untuk BBM jenis diesel, Yayan memperkirakan harga Dexlite naik dari Rp23.700 menjadi Rp25.000 per liter. Ia juga memperkirakan Pertamina Dex naik dari Rp25.200 menjadi Rp26.600 per liter.

Yayan meminta pemerintah dan badan usaha menyampaikan perubahan harga secara terbuka kepada masyarakat.

“Yang sebaiknya dilakukan, untuk jangka pendek adalah umumkan harga beserta alasannya secara terbuka. Kenaikan kecil yang dapat diperkirakan lebih mudah diterima daripada kejutan,” ucapnya.

Bahlil Jelaskan Harga BBM Nonsubsidi Mengikuti Pasar

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan mekanisme harga BBM nonsubsidi. Menurutnya, perubahan harga minyak dunia dapat memengaruhi harga BBM nonsubsidi.

Bahlil mengatakan perubahan Indonesian Crude Price (ICP) juga dapat memengaruhi harga BBM. Ketika ICP naik, harga BBM nonsubsidi dapat ikut naik. Sebaliknya, penurunan ICP dapat mendorong koreksi harga.

“Coba cek dulu. Kalau harga minyak nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP (Indonesian Crude Price)-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi,” ujar Bahlil di ICE BSD, Tangerang, Selasa (22/9/2026).

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik

Di tengah potensi kenaikan BBM nonsubsidi, Bahlil memastikan stok BBM nasional tetap aman.

Menurut Bahlil, pemerintah menjaga ketersediaan BBM nasional pada standar minimal 18 hingga 21 hari.

Selain itu, Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir 2026.

“Yang kedua, harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Udah itu deal, itu perintah Pak Presiden Prabowo,” tegas Bahlil.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button
hacklink hack forum hacklink film izle hacklink เว็บสล็อตสมัครบาคาร่าเว็บสล็อตcasino real moneyเว็บสล็อตcasibomjojobetjojobetcasinofastRoyal ReelsBetpipoVipparkazino888betbomGalabetjojobetjojobetjojobetzlibraryzlibraryz-librarybetsmovedeneme bonusuPadişahbetPadişahbetjustin tvporno sitelerijojobetjojobetjojobetPorno siteleriPadişahbetcasibomsohobetcasibom