Jurnalisme Kebangsaan Kunci Indonesia Emas 2045

Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) mengajak insan pers memperkuat narasi kebangsaan demi mengawal visi Indonesia Emas 2045 dan ketahanan nasional. (Foto: cnnindonesia.com)

JAKARTA — Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI secara strategis mengajak seluruh elemen pers nasional untuk memperkuat penerapan Jurnalisme Kebangsaan. Langkah ini dianggap krusial dalam mengawal perjalanan bangsa menuju visi besar Indonesia Emas 2045 yang berlandaskan pada persatuan dan kemajuan peradaban. Oleh karena itu, sinergi antara media dan negara menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Gubernur Lemhannas menekankan bahwa peran pers dalam mengawal bangsa dapat ditinjau dari tiga sudut pandang utama, yaitu geopolitik, ketahanan nasional, dan Wawasan Nusantara. Selain itu, pers diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi benteng ideologi yang mempererat kohesi sosial di tengah arus informasi yang serba cepat. Sementara itu, tantangan disinformasi di era digital menuntut media untuk kembali ke khittahnya sebagai pilar demokrasi yang edukatif.

Sinergi Geopolitik dan Ketahanan Nasional

Dalam konteks geopolitik, Indonesia berada di titik sentral persilangan dunia yang memiliki potensi ekonomi dan politik luar biasa. Namun, potensi ini tidak akan berarti tanpa adanya ketahanan nasional yang kuat di dalam negeri. Jurnalisme yang sehat harus mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kedaulatan informasi. Sehingga, narasi-narasi yang dibangun oleh pers nasional dapat memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah internasional secara bermartabat.

Di sisi lain, pembangunan paradigma Wawasan Nusantara melalui produk jurnalistik akan membantu masyarakat memahami keberagaman sebagai kekayaan, bukan pemecah belah. Hal ini sangat relevan dengan semangat pembangunan yang kini mulai bergeser ke arah Indonesia Sentris. Karena pembangunan fisik harus selalu dibarengi dengan pembangunan mentalitas kebangsaan yang solid melalui berita-berita yang konstruktif dan solutif bagi seluruh lapisan warga negara.

Implementasi Jurnalisme Kebangsaan di Kalimantan Timur

Relevansi gagasan Jurnalisme Kebangsaan sangat terasa pada transformasi yang sedang berlangsung di Kalimantan Timur. Sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Kaltim kini menjadi episentrum baru peradaban modern Indonesia. Bahkan, kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut harus dikomunikasikan secara positif oleh media untuk menumbuhkan optimisme publik. Pers lokal maupun nasional memiliki tanggung jawab besar dalam memotret kemajuan ekonomi warga dan kelestarian budaya lokal di sekitar IKN.

Oleh karena itu, jurnalisme tidak boleh sekadar mengejar klik atau sensasi semata. Media harus mampu menganalisis dampak positif pembangunan bagi masyarakat beradab di Kalimantan Timur, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan standar pendidikan. Dengan demikian, pers berperan aktif dalam memastikan bahwa proses transisi menuju Indonesia Emas 2045 berjalan di jalur yang benar dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat di daerah.

Sebagai penutup, tantangan menuju 2045 memang tidak mudah, namun dengan semangat kebersamaan, segala hambatan dapat teratasi. Jurnalisme yang mengedepankan etika dan rasa cinta tanah air akan menjadi navigator yang handal bagi bangsa. Sebab, informasi yang akurat dan inspiratif adalah nutrisi bagi pertumbuhan sebuah negara yang maju dan mandiri bagi kemajuan daerah terkait. (red) (red)

*Penulis adalah Tim Analisis & Redaksi Politikal, mengulas dinamika pembangunan, sosial, dan ekonomi Kalimantan Timur untuk masyarakat beradab.

POIN UTAMA

  • 01 JAKARTA — Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI secara strategis mengajak seluruh elemen pers nasional untuk memperkuat penerapan Jurnalisme Kebangsaan.
  • 02 Langkah ini dianggap krusial dalam mengawal perjalanan bangsa menuju visi besar Indonesia Emas 2045 yang berlandaskan pada persatuan dan kemajuan peradaban.
  • 03 Selain itu, pers diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi benteng ideologi yang mempererat kohesi sosial di tengah arus informasi yang serba cepat.
Maya
Tentang penulis

Maya

Tim redaksi Politikal.id berfokus pada liputan isu pemerintahan, politik daerah, dan kebijakan publik di Kalimantan Timur dan Indonesia.

Lihat artikel lainnya →
WhatsApp

IKUTI PERKEMBANGAN TERKINI

Dapatkan berita pilihan, analisa mendalam, dan isu strategis langsung ke email Anda setiap hari.