Daerah

Laporan Warga Jadi Kunci Pengungkapan Kampung Narkoba di Samarinda

POLITIKAL.ID – Laporan masyarakat menjadi pintu masuk aparat kepolisian mengungkap aktivitas narkotika di sejumlah kawasan permukiman di Kalimantan Timur.

Salah satu lokasi yang kini menjadi perhatian Polda Kaltim ialah Gang Kedondong, Samarinda, yang diduga berkembang menjadi kampung narkoba.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, mengatakan warga memiliki peran penting dalam membantu polisi membongkar jaringan peredaran narkotika yang bergerak tertutup di lingkungan masyarakat.

“Kalau ada informasi terkait kampung narkoba, segera sampaikan kepada kami. Kami akan merespons cepat setiap laporan masyarakat,” ujar Romylus, Selasa 19 Mei 2026.

Menurut dia, pengungkapan aktivitas narkotika di Gang Kedondong bermula dari informasi warga terkait aktivitas mencurigakan yang dugaan sementara berkaitan dengan transaksi sabu.

Polisi kemudian menindaklanjuti laporan tersebut hingga melakukan penindakan.

Polda Kaltim Dalami Dugaan Jaringan dan Home Industry Narkoba

Polda Kaltim kini memperluas penyelidikan terhadap kemungkinan adanya jaringan narkoba yang berkembang di kawasan permukiman warga. Aparat juga mendalami dugaan keberadaan home industry narkotika di sejumlah lokasi rawan.

“Tidak menutup kemungkinan di kampung narkoba juga ada home industry. Ini yang terus kami dalami,” katanya.

Sebelumnya, Ditresnarkoba Polda Kaltim mengungkap 11 kilogram sabu di Sangatta, Kutai Timur. Polisi juga membongkar home industry narkoba di kawasan Prapatan, Balikpapan.

Pada waktu hampir bersamaan, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menjalankan operasi di Gang Langgar, Samarinda Seberang.

Rangkaian pengungkapan itu membuat aparat semakin fokus memetakan kawasan yang diduga menjadi titik peredaran narkotika di Kalimantan Timur.

Romylus mengaku menerima cukup banyak laporan masyarakat dalam satu hingga dua bulan terakhir melalui pesan pribadi.

Sejumlah informasi tersebut mengarah pada dugaan aktivitas peredaran narkotika di Samarinda dan beberapa daerah lainnya di Kaltim.

Bandar Narkoba  Bangun Pengaruh di Lingkungan Warga

Menurut Romylus, penanganan kampung narkoba tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Ia menilai bandar narkoba sering membangun pengaruh di lingkungan masyarakat dengan memberikan bantuan kepada warga sekitar.

“Kalau bicara solusi, ini tidak cukup hanya kepolisian. Harus melibatkan semua stakeholder, baik pemerintah daerah maupun masyarakat,” ucapnya.

Romylus mengungkapkan Ia pernah meneliti langsung kehidupan di Kampung Ambon atau Kompleks Permata di Jakarta, yang terkenal sebagai salah satu kampung narkoba terbesar di Indonesia. Dari pengalaman itu, ia melihat hubungan antara bandar dan masyarakat sekitar bisa terbentuk cukup kuat.

Karena itu, ia menilai penanganan kampung narkoba perlu melibatkan banyak pihak, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

Selain penindakan, pembinaan lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi warga juga dinilai penting untuk mencegah kawasan rawan narkoba kembali berkembang.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button